Selamat membaca
"Mereka kelihatan bahagia banget ya ren?" tanya Naysilla yang sedari tadi terus memperhatikan keluar melalui kaca mobil. Cewek itu menurunkan kaca mobil untuk melihat dengan jelas pemandangan orang tua yang asik bermain dengan anaknya ditaman.
Tanpa diminta,Rendy menepikan mobilnya memberikan kesempatan pada Naysilla untuk memperhatikan mereka lebih jelas lagi.
"Mungkin,karena aku juga jarang ngerasain kayak mereka,enggak pernah malah. Orang tuaku sibuk dengan bisnisnya. Jadi aku kurang tau apa yang mereka rasain sekarang." balas Rendy.
Cowok itu menelan salivnya susah payah saat lembaran ingatan masa kecilnya yang kembali dibuka. Dimana orang tuanya tak memperdulikan dirinya. Ia tumbuh dengan nenek yang selalu sayang dan merawatnya.
Materi telah membutakan orang tua Rendy. Menurut mereka materi adalah segalanya. Sampai mereka melupakan anak semata wayangnya yang sangat membutuhkan kasih sayang dari mereka. Menurut mereka, apa yang dilakukan ini semuanya untuk kebaikan Rendy. Namun Rendy tak membutuhkan itu, yang ia butuhkan adalah sosok orang tua yang sayang dan selalu ada untuknya. Bukannya itu mudah. Kenapa dari kecil Rendy sulit mendapatkan itu?
Ternyata selama ini Rendy tak setegar itu. Mungkin iya,dilapangan dia terlihat begitu tegas dan berjiwa pemimpin. Siapa sangka, ia juga rapuh seperti manusia lainnya. Dia membutuhkan seseorang yang bisa menguatkannya. Dan itu ia temukan di dalam diri Naysilla.
"Maafin aku." lirih Naysilla dengan air mata yang turun.
Rendy menatap Naysilla dan menggenggam tangan Naysilla dengan lembut.
"Kenapa harus minta maaf, hem"
Naysilla menatap Rendy dengan air mata yang masih mengalir dipipinya.
"Harusnya aku bisa menghibur kamu,nguatin kamu. Bukan malah nambah beban pikiranmu dengan masalahku ini."
"Jangan ngomong seperti itu,sama sekali kamu gak bebani aku. Justru aku seneng bisa jadi orang yang selalu ada buat kamu. Jadi jangan merasa sendiri. Banyak yang sayang sama kamu. Ingat itu." petuah Rendy dengan diakhiri senyum manisnya. Melihat Rendy tersenyum seperti itu membuat hati Naysilla sedikit tenang.
"Tapi orang tuaku udah enggak sayang sama aku lagi." air mata Naysilla kembali turun,mengingat keluarganya yang sudah hancur. Tak ada harapan lagi untuk mereka bersatu kembali.
"Kata siapa mereka enggak sayang sama kamu?"
Balas Naysilla cepat.
"Buktinya mereka mau cerai. Bukankah itu sudah jelas bahwa mereka memang sudah enggak sayang lagi sama aku?"
"Kamu jangan ngomong kayak gitu. Mungkin mereka udah nggak cocok lagi. Kamu harus siap menerima kenyataan ini
Mungkin ini jalan terbaik buat mereka,kalo misal dipaksa terus bersama,nanti malah mereka yang menderita. Apa kamu mau lihat mereka menderita dan selalu hidup dengan kepura-puraan?"
"Berat ren,aku nggak bisa setegar kamu melalui ini semua. Dengan mereka berpura pura harmonis didepan aku,justru makin bikin aku sakit. Kenapa mereka harus sembunyikan ini semua dari aku?" semua yang dirasakan sekarang ia luapkan didepan Rendy. Rendy dengan senang hati mendengarkan Naysilla,sebisa mungkin dia memberikan masukan agar Naysilla kembali semangat.
Dirinya sudah merasa tak berdaya lagi,semuanya sudah hancur,keluarganya kakaknya semua pergi meninggalkan dirinya. Orang tua yang selalu Naysilla banggakan kini telah mengecewakannya. Semua yang Naysilla lihat selama ini hanya kedok semata. Orang tua Naysilla seolah menampilkan keharmonisan rumah tangganya,tapi nyatanya itu hanya didepan Naysilla. Dibelakang Naysilla mereka seperti seseorang yang tak kenal,saling acuh tak acuh. Tentu itu sangat membuat Naysilla merasakan sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY SWEET CAPTAIN
FanficHigh ranking #1 in rendyjuliansyah [12-04-2019] #1 in sutandiegozico [10-04-2019] #1 in Brylianaldama [03-12-2019] #3 in garuda [01-02-2020] #1 in timnasindonesia [02-02-2020] Nasyilla Azzahra. Cewek bawel yang memiliki paras ca...
