Pagi ini sang surya nampak masih malu malu menampakkan sinarnya. Udara pagi juga sangat menyegarkan. Cocok sekali untuk Naysilla dan amel berlari pagi. Ya, hari ini sekolah mereka diliburkan. Entah ada acara apa mereka tak memusingkan hal itu. Yang mereka rasakan hari ini mereka sangat senang. Terbebas dari pelajaran yang membuat otak mereka hampir pecah.
Kini mereka sedang istirahat di bangku taman,setelah hampir satu jam mereka habiskan untuk jogging. Amel berjalan untuk membeli minuman. Dan Naysilla masih sibuk mengatur nafasnya yang masih lelah.
Naysilla bangkit dari duduknya untuk menyusul amel. Baru dua langkah dari posisi awal. Tak sengaja Naysilla menabrak pundak seseorang hingga dirinya jatuh. Yang ditabrak mengulurkan tangan hendak membantu Naysilla.
"Makasih."ucap Naysilla menerima uluran tangan itu tanpa menatap orangnya.
Mati rasa.
Hal itu sekiranya yang dialami Naysilla sekarang. Mulutnya tak bisa berkata apa apa,air matanya turun tanpa diminta,kakinya sangat lemas.
"Hai." saapan itu. Sangat Naysilla rindukan. Setelah hampir satu bulan tak ada kabar,kini ia kembali. Antara kesal bercampur bahagia ini yang Naysilla rasakan.
Rasa marahnya kini nampak sirna,hanya dengan senyuman yang diberikan cowok yang ada didepannya ini.
Tergantikan dengan rasa lega dan bahagia. Penantiannya akhirnya berbuah hasil,walau Naysilla sendir tak yakin,bahwa cowok itu akan kembali pada dirinya. Tak ada kabar apapun dari dia membuat Naysilla hampir menyerah. Tapi entah kenapa dirinya sangat sulit untuk melupakan dia. Ditinggal hampir sebulan tanpa kabar, tentu bukan hal yang muda bagi Naysilla. Apalagi hubungannya dengan dia terbilang baru.
Tapi sekarang. Ahh rasanya Naysilla benar bener bahagia hari ini.
Cowok itu langsung memeluk naysilla. Naysilla yang masih tak menyangka hanya diam. Tanpa membalas pelukannya.
"Jangan nangis." ucap lembut cowok itu sambil mengusap air mata Naysilla. Pelukan mereka kini sudah terlepas.
"Kangen." tanya satu kata itu yang bisa Naysilla ucapkan. Otaknya tak bisa berfikir jernih.
"Maaf."
"Kamu kemana aja,aku khawatir." Naysilla menghampurkan pelukan ke dada Rendy Juliansyah. Sekarang dirinya yang memeluk rendy. Ya,cowok yang menabraknya adalah kekasihnya yang tak ada kabar sebulan ini. Entah kemana dia pergi, sampai sampai tak memberi tahu kekasihnya.
Dengan senang hati Rendy menerima pelukan dari kekasihnya yang sangat ia rindukan ini.
Nyaman. Rasanya tetap sama,hanya dengan berada diperlukan dada bidang Rendy, Naysilla mendapatkan ketenangan.
"Udah dong jangan nangis,enggak malu apa dilihatin banyak orang."
Dengan berat hati Naysilla melepas pelukan dari tubuh Rendy.
"Ihh kamu nyebelin banget sih, gak tau apa orang lagi kangen."
Dan benar saja, banyak pasang mata menatap ke arah mereka. Dengan ekspresi yang berbeda beda,ada yang nampak bingung,ada yang bodo amat dan buat yang jomblo hanya bisa memandang dengan penuh keirian. Melihat Naysilla dan rendy berpelukan membuat jiwa para jomblo meronta ronta. Wkwk.
"Gimana kabarmu?" tanya Rendy setelah mereka mengurai pelukannya.
"Gak sebaik waktu ada kamu." jawab Naysilla dengan air mata yang turun.
"Aku gak mau lihat orang yang aku sayang nangis. Maafin aku ya."
"Kamu kemana aja sih,kenapa enggak kasih kabar. Apa aku gak penting ya di hidupmu?"
" Kamu buat aku nunggu tanpa kejelasan. Memendam rindu tanpa pertemuan. Kamu pikir itu enggak nyiksa aku apa?. Sebenernya kamu anggap aku apa sih ren?" sambung Naysilla, tangisnya sudah tak bisa ia tahan lagi. Air matanya jatuh mewakili isi hatinya. Rendy hanya dia tanpa berniat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Naysilla.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY SWEET CAPTAIN
FanfictionHigh ranking #1 in rendyjuliansyah [12-04-2019] #1 in sutandiegozico [10-04-2019] #1 in Brylianaldama [03-12-2019] #3 in garuda [01-02-2020] #1 in timnasindonesia [02-02-2020] Nasyilla Azzahra. Cewek bawel yang memiliki paras ca...
