bagian empat belas

448 22 0
                                        

"Mit, Mel gimana dong?"

"Gimana apanya? Bagus dong kalo entar malam dia ngajakin jalan."

"Bukan itu gue nervous!".

" alah..nyantai aja.!

"Nanti malam lo dandanin gue,ya? Plis!"

"Sebenarnya tanpa lo dandan juga Rendy udah klepek klepek sama lo."

"Ihh.. Tapi gue nggak pede. Baru pertama kali diajak jalan sama cowok."

"Sok polos lo nay."

"Tapi lo pada mau bantuin gue kan."

"Iya iya,tapi besok lo harus traktir kita bakso, ya?

" iya deh."

"Sip."

Mereka masih asik membahas tentang Rendy saat ketiganya berjalan ke arah halte depan sma garuda, menunggu jemputan masing masing.

⚽⚽⚽

Masih dengan gerakan bak inul daratista,goyang ngebor. Naysilla terus terus menari diatas tempat tidurnya. Ia tak sadar bahwa MP3 yang didengarnya sudah beralih ke musik rock. Tapi yang namanya udah kepalang seneng ,jenis musik apapun siap buat diajak dangdutan.

Masih asik dengan goyang ngebornya,handphone nya berdering.
Satu nama yang mampu membuat Naysilla mengukir senyuman.

Rendy
Jgn lupa tar mlm jm 7

Naysilla
Iya, gue nggak lupa ko. Emang mau kemana sih?

Rendy
Tar jg tau

Naysilla
Gue maunya sekarang

Rendy

Mau apa nih 😄😉

Naysilla
Hihh nyebelin banget 😒
Gue serius ren!

Rendy
Sabar dong kita kan masih sekolah,tunggu entar kalo kita udh lulus y

Naysilla
Ko nggak nyambung ya,auto gagal paham 😌.

Rendy
Tadi katanya pingin diseriusin tunggu entar kalo udh lulus ya😁 sabar dong😎

Naysilla
Apaan sih gaje banget deh😞

Rendy
Emotnya gemesih deh wkwk

Pesan terakhir darinya hanya di read oleh Naysilla. Naysilla menggigit kukunya dengan gugup,demi apapun jantungnya kali ini bekerja tak sesuai aturan. Pesan singkat dari Rendy mampu membuat Naysilla seakan terbang ke awan.

⚽⚽⚽

"Iya bentar." ucap yuni seraya berjalan membukakan pintu,nampak ada seseorang yang bertamu ke rumahnya.

"Hai tante." sapa keduanya bersemangat.

"Eh tumben kalian dateng. Tente senang ada tamu lagi." yuni tersenyum lebar sambil menerima uluran salam dari mereka.

"Tante siapin minum dulu, ya."

"Enggak usah, tante, kita nggak mau ngrepotin," tolak Amel halus. Padahal dalam hati ia senang sekali ditawari sesuatu yang bisa dimakan atau diminum.

MY SWEET CAPTAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang