bagian lima belas

456 21 0
                                        

Setelah memakan waktu kurang lebih setengah jam akhirnya meraka tiba di suatu tempat. Tempat yang asing bagi Naysilla. Sejak tadi Rendy tak memberi tahu kemana meraka akan pergi. Walau sudah di berondong banyak pertanyaan. Namun tetap saja cowok itu enggan untuk buka mulut. Tentu saja hal itu membuat Naysilla kesal,tetapi melihat sekelilingnya membuat cewek itu seperti lupa akan rasa kesalnya.

"Ini dimana" ucap Naysilla tanpa melihat ke arah Rendy matanya terfokus keindahan di sekelilingnya.

"Sini yuk." ajak Rendy dengan mengabaikan pertanyaan dari Naysilla. Tangan Rendy membimbing Naysilla menuju bangku kayu di tengan taman.

Malam yang redup. Sinar rembulan yang tak mampu menerangi suasana taman membuat kesan remang remang yang begitu romantis. Dan dari kejauhan terlihat lampu yang sangat gemerlap,disana sedang ada pasar malam serta bazar aneka barang. Mulai dari pakaian,boneka,makanan,mainan, dan masih banyak lagi. Suara keramaian tak terdengar dari posisi meraka berdua, hanya saja lampu dari berbagai wahanan tempus ke mata mereka. Suasana itu sangat mendukung tempat yang di pilih Rendy untuk Naysilla.
Didukung dengan cuaca yang sejuk dan angin yang begitu menenangkan membuat Naysilla lupa akan segalanya.

Deheman keluar dari mulut Rendy, sontak membuat Naysilla tersadar bahwa dia sedang bersama seorang cowok yang membuat dirinya menaruh hati pada sosok itu.

"Baru pertama ini gue kesini. Suasananya gue suka banget,kok lo bisa tau tempat ini gimana sih?" tanya Naysilla membuka suara.

Di berondong pertanyaan, Rendy enggan menjawab. Dirinya kini malah mengacak acak rambut Naysilla. Gemas rasanya dengan sikap  cewek itu tidak berubah dari pertama mereka kenal. Aura cerewet nya selalu membuat siapa saja gemas padanya, termasuk cowok yang sedang duduk di sebelahnya ini.

"Ihhh nyebelin banget sih,rambut gue jadi acak acakan lagi kan." omel Naysilla disertai manyunan bibir akibat ulah Rendy yang merusak tatanan rambutnya.

"Lo sih nyebelin." ucap Rendy seraya membenarkan tatanan rambut Naysilla,dengan penuh ketelatenan. Jantung Naysilla berkerja tak sesuai aturan,akibat perlakuan sederhana dari rendy. Matanya kini fokus pada wajah Rendy yang sangat dekat dengannya. Aroma tubuh Rendy pun mampu ditangkap oleh hidung Naysilla. Bener bener ini posisi yang membuat Naysilla ingin berteriak sekencang kencangnya bahwa dia sedang sedang dengan perlakuan Rendy.

"Kalo gini gue rela deh,tiap waktu rambut gue berantakan asal yang rapiin lagi elo ren." ucap Naysilla dalam hati.

Setelah di rasa cukup rapi rambut Naysilla, Rendy menghentikan aktifitas nya. Meninggalkan sepucuk bunga mawar yang dia cabut sesukanya dari samping dia duduk. Dan diselipkan di telinga kanan cewek yang berada di sampingnya kini. Memang di taman ini banyak sekali aneka jenis bunga, namun karena suasana malam tak begitu terlihat.

"Cantik." puji Rendy memandang wajah Naysilla.

Sedah dipastikan wajah Naysilla kini seperti kepiting rebus.
"Ihh apaan sih." ucap Naysilla membuang muka,berlawanan arah Rendy menatap dirinya.

"Gak usah gugup gitu dong." tangan Rendy membenarkan posisi kepala Naysilla agar kembali menatap dirinya.
"Pipi lo kenapa kok merah gitu."

"Kata siapa merah, enggak kok." reflek dirinya memegang pipinya. Dan benar saja pipinya kini tersa panas.
"Mungkin lo salah liat kali."  tambah Naysilla dengan berusaha menahan rasa gugup dan baper nya.

"Kirain kebanyakan pake blus on." bukannya tak tau bahwa Naysilla sedang gugup dibuatnya,namun menggoda cewek itu adalah hal kesukaannya.

MY SWEET CAPTAINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang