bagian dua empat

281 12 0
                                        

Happy reading gaes. Udah hampir dua bulan gak nulis. Lupa sama alur cerita sendiri. Untung gak lupa sama bebeb rejul huaaahaha. Jadi harap maklum kalo ceritanya makin abstrak hehe.

Selamat menjalankan ibadah puasa ditengan maraknya corona sekarang. semoga selalu sehat dan kuat sampai akhir ramadhan.

Jan sampek moka ya  😁


⚽⚽⚽

Memilikimu
adalah halusinasi

Kamu adalah obyek yang nyata
tapi terasa fatamorgana.
-Naysilla-

Pagi ini rendy sudah tiba dirumah Naysilla untuk berangkat sekolah bareng. Semalam rendy tak bisa tidur dengan tenang, bagaimanapun dirinya sudah melakukan hal yang membahayakan nyawa sahabatnya. Rasa gelisah menghantui dirinya, bohong jika ia mengatakan tak menghawatirkan kondisi Brylian sekarang. Namun besar rasa kecewa membuat ia tak menemui Brylian yang kini masih berbaring di rumah sakit. Kalian pasti mengerti gimana sakitnya telah memberikan kepercayaan kepada seseorang namun dengan mudah orang itu menghianatinya,seperti itu lah rasa yang sekarang dialami rendy. Sakit.

Dengan sangat yakin dirinya mempercayakan pacarnya kepada sahabatnya sendiri namun ternyata dengan mudah orang itu menusuknya dari belakang. Harusnya waktu itu rendy berkata jujur saja pada Naysilla bahwa dirinya ada panggilan seleksi timnas dengan begitu Naysilla tak akan salah paham dan kejadian ini tak akan terjadi. Namun resikonya juga besar apabila rendy berkata jujur,ia takut trauma Naysilla kembali muncul dan itu sangat membuat rendy tak tenang. Ia tak bisa melihat seseorang yang ia sayang harus dihantui masa lalu yang kelam. Ya walaupun tak salah jika kita mengingat masa lalu asal yang sampai kita terpuruk dengan masa lalu yang kita miliki. Masa lalu hanya bisa dikenang bukan untuk diulang.

"Udah lama nunggu ya?" sapaan itu mebuyarkan lamunan rendy.

"Berangkat sekarang?" tanya rendy pada Naysilla yang kini sudah berdiri dihadapannya.

"Ayuk. Jan ngebut-ngebut ya aku takut." ucap Naysilla memberi peringatan pada kekasihnya itu.

"Siap tuan putri."

Naysilla sudah siap untuk dibonceng Rendy ke sekolah. Mereka berdua tampak sedikit kaku,ya mungkin karena sudah lama terpisah jadi ada sedikit rasa canggung diantara mereka. Rindu,Naysilla rindu dibonceng rendy seperti sekarang ini. Beberapa bulan cowok itu tak berada disisi hidupnya membuat hidup Naysilla terasa hampa. Tawa,candaan,sikap dinginnya rendy membuat Naysilla begitu merindukannya. Tanpa sungkan Naysilla memeluk Rendy dari belakang. Ia memejamkan matanya. Menikmati betapa nyaman nya berada di pelukannya rendy. Tanpa sadar air matanya turun. Ia tak menyangka rendy akan kembali kepadanya. Ia sempat berfikir bahwa rendy meninggalkannya dan menemukan seseorang yang lebih darinya. Sungguh sakit Naysilla memikirkan itu dulu. Tapi nyatanya sekarang kekasihnya kembali padanya,membuat ia merasa bahagia sekali. Rendy yang mendapat pelukan dari Naysilla tersenyum manis. Ia mengusap rambut Naysilla menggunakan tangan kirinya sementara tangan kanannya digunakan untuk menyetir motornya. Setelah puas mengusap rambut pirang Naysilla tanganya menggenggam erat tangan Naysilla yang melingkar diperutnya.
Keduanya tersenyum bahagia,kerinduan yang mereka simpan selama berbulan bulan berakhir bahagia.

MY SWEET CAPTAINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang