bagian dua dua

297 13 0
                                        

Setelah tiga hari dari kejadian itu, Naysilla tak lagi berinteraksi dengan rendy. Sekarang Naysilla hendak ke kantin namun dia  melihat segerombolan rendy bersama teman temannya yang habis olahraga. Lima detik mereka saling bertatapan,dengan buru buru Naysilla membuang muka agar tak melihat wajah seseorang yang udah menggoreskan luka dihatinya. Tak ada usaha dari rendy untuk menjelaskan kejadian kemarin,tak ada upaya untuk membujuk Naysilla agar kembali kepadanya. Cowok macam apa dia bisanya cuma membuat cewek menangis lalu tak bertanggung jawab. Mulia sekali sifatmu nak:v. Dikira hati cewek boneka apa yang bisa dipermainkan sesukanya. Cewek juga butuh perhatian dan kasih sayang yang tulus dari kekasihnya. Bukan hanya gombalan dan pujian,yang lebih dibutuhkan adalah pembuktian.

"Nay." panggil rendy saat Naysilla melintas di sampingnya. Naysilla dengar panggilan itu,namun dirinya enggak untuk menjawab. Menurutnya buang buang waktu saja meladeni seorang buaya seperti rendy.

"Nay,tunggu gue bisa jelasin semuanya, gue minta kamu dengerin." ucap rendy berlari mengejar Naysilla ke arah kantin.
Naysilla semakin mempercepat langkahnya. Ia belum siap menerima luka lagi. Luka yang kemarin belum kering tak mau ditambah lagi.

"Lepasin tangan gue." bentak Naysilla saat rendy berusaha memegang tangannya. Ia masih marah akibat rendy kemarin yang tiba tiba datang dengan seorang cewek.

Rendy membuang nafas kasar. Ia masih berusaha untuk sabar dengan sifat cewek yang berubah ubah. Ingin sekali dipahami. Bukan cewek nya yang rumit,tapi moodnya.
"Oke gue bakal lepasin tapi lo harus mau denger penjelasan gue." kini mereka sudah berada di kantin. Suasana kantin sekarang sepi. Hanya meraka berdua,karena memang ini sedang kbm.

"Bodo amat gue gak perduli. Urus aja cewek baru lo itu." ucap Naysilla tanpa menetap wajah Rendy. Dan berusaha untuk pergi, namun ditahan olehnya.

"Dia bukan cewek gue. Lo cewek gue."kini suara Rendy semakin lembut. Dia berusaha menggenggam tangan Naysilla.

"Halah bullshit."kembali Naysilla menyingkirkan tangan rendy yang berusaha menggenggam tangannya.

Mata  sipit rendy kini sudah menatap lelat ke arah cewek berambut pirang yang ada didepannya.
"Gue sayang nya sama lo nay,gak ada yang lain. Pliss jangan cuekin gue kayak gini, gue gak bisa." ucap rendy tulus. Entah setelah adanya Naysilla di kehidupannya. Sifat cuek ,dingin yang dulunya melekat di tubuh rendy hilang seketika. Dahsyat nya kekuatan cinta. Mampu merubah seseorang.

"Udalah gue udah gak percaya ama janji lo yang palsu itu. Udah terlanjur sakit hati gue." perlahan Naysilla mulai berani menatap Rendy.

Rendy menghela nafas kasar.
"Kejadian kemarin gak seperti yang lo kira,cewek itu sepupu gue yang dari bogor. Dia baru sampe subuh,terus minta ditemenin jogging. Gitu aja enggak lebih."

"Sayangnya gue bukan anak kecil yang bisa lo kibulin. Bilangnya sepupu kek sodara kek padalah mah pacarnya. Kenapa sih cowok gak ada yang bisa menghargai perasaan cewek."
Tes. Air mata Naysilla kembali turun,sebisa mungkin ia tak mau terlihat lemah dihadapan rendy. Namun apa daya,ia sudah tak bisa menahannya.

"Gue kecewa sama lo,lo hilang gitu aja tanpa kabar tiba tiba lo datang dengan cewek baru. Hati siapa yang enggak sakit hah? Gue sayang sama lo tulus kenapa balasannya gini. Terus kenapa tiga hari ini lo gak berusaha buat jelasin,kenapa baru sekarang?"tanya Naysilla dengan air mata yang sudah membasahi pipi cuby nya.

" haha gue lupa, lo kan pasti lagi mesra mesra an sama yang baru. Gue mah apa ya yang gak dianggap keberadaannya. Sudah tergantikan sama yang baru haha." Naysilla merasakan dirinya sendiri yang begitu bego dalam hal cinta. Dia begitu percaya dan berharap lebih sama rendy ternyata kepercayaan dan pengharapan nya tak sesuai. Sakit. Perih. Kecewa.

MY SWEET CAPTAINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang