Happy reading
"Gue tau apa yang lo rasain ren,gue udah kenal lo dari lama,bukan satu dua hari. Jadi lo nggak bisa sembunyi in ini dari gue."
"Oke."
"Jadi gue-"
"Bryliannnnnnn."
Tiba tiba suara seseorang memanggil Brylian. Cowok itu berjalan menghampiri Brylian. Sehingga membuat Rendy menghentikan ceritanya.
"Apa sih,nganggu aja." cibir Brylian pada cowok itu.
"Kenapa minuman gue lo ambil, padahal tadi gue tinggal bentar ke kamar mandi,gue balik tau tau udah nggak ada. Kata Zico diambil lo. Sini in minuman gue." cerocos cowok itu panjang kali lebar.
"Hehe sorry gue nggak sengaja, gue haus banget, pas banget disamping gue ada minuman nganggur ya udah gue minum aja,sayang kalo nggak ada yang minum jadi mubazir." elak Brylian sambil cengengesan sendiri.
"Kan itu minuman gue,lo mah emang dasar malas aja nggak mau ngambil minuman sendiri." tak henti hentinya cowok itu memarahi Brylian. Heran gue cowok kok cerewet banget ya:v
"Iya iya nih gue balikin makasih." ketus Brylian sambil menyerahkan minumannya pada vedha yanto.
"Apa nih udah habis juga" sambil menunjukkan botol minuman yang tak menyisahkan isi.
"Nggak mau gue,sebagai gantinya lo harus beliin gue bakso sama batagor." ucap vedha yang merasa kesal.
"Bodoh amat dha,ogeb itu namanya pemerasan,nggak mau gue." tolak Brylian yang mulai tersulut emosi.
"Pokoknya lo harus beliin gue bakso sama batagor."vedha masih tetap pada pendiriannya.
"Serah gue mau pergi,yuk ren pergi nggak jelas ngomong sama orang ogeb." Brylian menoleh pada cowok yang berada disamping nya, sebelum datang di penganggu yang tak lain,vedha yanto.
"Lho Rendy mana." bingung Brylian yang mendapati sosok Rendy sudah tak ada disampingnya.
"Mana gue tau." ucap watados vedha.
"Gara gara lo Rendy pergi, banyak bacot sih lo."kesal Brylian berjalan pergi meninggalkan vedha.
"Ko gue yang disalahin." gumam pelan vedha sambil memandang punggung Brylian yang mulai menjauh.
Ya begitu lah sosok vedha kadang lemot kadang ogeb.
⊙▽⊙
"Gue harus gimana ahhh." frustrasi Naysilla yang tengah memukuli batalnya.
"Gue sayang sama dia, tapi gue nggak bisa bersama dia,gue harus gimana." lirih Naysilla bertanya pada dirinya sendiri.
"Kenapa harus begini, kenapa,ahhh gue benci semuanya" teriak Naysilla di kamarnya. Air mata menemani dirinya menumpahkan semua lara yang ia rasakan.
"Gue nggak bisa." air mata tak henti hentinya membasahi pipi tembemnya.
"Kak,aku harus gimana aku belum bisa menerima kenyataan ini." ucap Naysilla seakan akan berbicara dengan seseorang yang ia panggil dengan sebutan 'kak'.
"Gue nggak mau kayak gini. Nggak mau. Ahhhh gue benci gue benci semuanya." teriak Naysilla kencang dengan air mata yang membasahi pipinya. Lama kelamaan suara Naysilla perlahan mulai lirih.
Tiba tiba tubuh Naysilla panas dingin,kepalanya pusing dan rasanya dia tidak sanggup menopang badannya sendiri.
Brukk
Naysilla pinsang di tempat tidur dengan posisi kaki bergelantung kebawah.
"Cilla makan dulu sayang kamu dari siang belum makan entar kamu sa-.". Ucap yuni yang membuka pintu kamar cilla.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY SWEET CAPTAIN
FanfictionHigh ranking #1 in rendyjuliansyah [12-04-2019] #1 in sutandiegozico [10-04-2019] #1 in Brylianaldama [03-12-2019] #3 in garuda [01-02-2020] #1 in timnasindonesia [02-02-2020] Nasyilla Azzahra. Cewek bawel yang memiliki paras ca...
