Tak terasa sudah satu bulan aku berpisah dengan Min Gyu tapi, bisa dibilang kini hari-hari ku sangat menyenangkan karena aku tidak perlu banyak memikiran sesuatu. Kalau kemarin-kemarin aku banyak mengkhawatirkan sesuatu yang akibatnya kondisiku tubuhku sering melemah.
Aku sudah bisa bersikap biasa pada Min Gyu tanpa mengkhawatirkan perasaanku padanya karena aku merasa aku sudah bisa menganggap Min Gyu itu seperti temanku. Akhir-akhir ini pun Min Gyu sudah bersikap biasa kepadaku karena mungkin Min Gyu sudah mendapatkan perempuan yang bisa menggantikanku.
Aku kira yang akan bersama dengan Min Gyu adalah Kim Do Yeon, ternyata Min Gyu malah mengencani adik kelas. Bukannya aku masih kepo dengan kehidupan pribadi Min Gyu tapi karena Min Gyu sering mengunggah fotonya dengan pacar barunya itu, tapi sepertinya pacar barunya bukan dari sekolah yang sama karena aku tidak pernah melihat wajahnya lagi pula foto-fotonya bukan berlatar di sekolah ini.
Aku sudah tidak peduli Min Gyu dengan siapapun, aku malah ikut senang. Aku tidak mau menganggap Min Gyu seperti musuh hanya karena aku dan Min Gyu pernah menjalin hubungan lalu Min Gyu memutuskannya begitu saja. Pikirku masih banyak laki-laki yang lebih baik, toh aku masih muda dan masih di tahap memilah dan memilih mana laki-laki yang baik dan tidak.
***
Sudah waktunya pulang, aku sangat merasa lelah karena harus melatih kelas sepuluh sambil tetap belajar dengan Woozi Oppa.
Setiap ada kegiatan club, kami para siswa akan pulang saat malam hari karena memang jadwal kami yang padat.
Walaupun Krystal eonni tahu kalau aku selalu pulang malam saat ada pertemuan club, tapi dia juga selalu meneleponku.
"Oh, eonni? Aku baru saja keluar gedung sekolah, aku sedang menuju tempat parkir."
"Ani, aku hanya memastikan saja Char Yeon-ah karena aku tetap khawatir padamu."
"Ara ara, yasudah tunggu saja aku di rumah. Oh?"
"Hati-hati uri Chae Yeon"
Aku pun langsung mematikan sambungannya. Sesampainya di tempat parkir, aku terkejut karena tiba-tiba ada seorang laki-laki di sampingku.
"Aahhh!! kamjagiya. Nuguseyo?"
"Mian mian kalau aku mengejutkanmu. Kenalkan namaku Jeon Jungkook, aku dari kelas ipa satu."
"Aku pernah melihatmu sekilas, lalu ada yang bisa kubantu?"
Wajah Jeon Jungkook tidak terlalu asing bagiku karena sepertinya aku pernah melihatnya sekilas walau aku tak begitu ingat.
"Ani, hanya saja apa kau pulang sendirian?"
"De, waeyo?"
"Boleh aku temani? Karena aku khawatir melihat perempuan sendirian mengendarai mobil di malam hari seperti ini."
Aku tak tahu apa maksud dia karena dari tujuannya menunjukkan dia laki-laki baik tapi aku belum begitu mengenalnya.
Yuha izin tak mengikuti pertemuan club karena dia ada urusan, gara-gara dia aku harus pulang sendiri. Biasanya aku pulang dengan Yuha, ya walaupun rumah kami beda arah tapi kami berpisah saat mendekati daerah rumah kami.
"Maaf sekali, sebelumnya terima kasih atas niat baikmu tapi aku tak mau merepotkan orang yang belum ku kenal."
"Kalau begitu, mulai malam ini apa aku boleh lebih mengenalmu dan menjadi temanmu?"
Karena aku tidak mungkin menolak seseorang yang mempunyai niat baik dan ingin berteman, jadi kuterima penawarannya untuk menemaniku pulang ke rumah.
"Baiklah. Apa kau tahu namaku?"
"Tentu saja, kau Jung Chae Yeon maja?"
"Majayo"
"Boleh kuminta kontakmu?"
"Boleh"
"Gamsahabnida"
Aku kira dia laki-laki yang baik.
***
Untung saja eonni tidak keluar rumah, kalau dia sampai melihat Jungkook sepertinya aku akan diwawancarai seperti biasanya.
"Gomawo Jeon Jungkook-ssi"
"Yasudah kalau begitu, na kanda. Annyeong"
"Annyeong, hati-hati Jungkook-ssi"
Dengan menambah teman, menambah pengalaman dan pembekalan untuk diri kita juga.
"Eonni~, aku pulang"
"Kau sudah makan malam?"
"Belum"
"Yasudah makan dulu sana. Ajumma sudah menghangatkan makanannya"
"Aku mau membersihkan badanku dulu"
"Eonni ada di ruang kerja, kalau kau mau tambah sesuatu panggil ajumma atau aku. Oh?"
"De"
Aku pun masuk ke kamar lalu membereskan semuanya. Setelah selesai, aku menuju ruang makan untuk makan malam karena perutku sudah bernyanyi.
Beginilah kalau orangtua sibuk dengan kerjaannya jarang sekali ada di rumah, makan malam pun aku harus sendiri seperti ini.
***
Makanan di perutku ini sudah turun, waktunya untuk tidur.
Tring
"Tumben malam-malam begini masih ada yang mengirimku pesan" gumamku.
Saat ku periksa notifikasi dari siapa, ternyata yang mengirimiku pesan adalah Jeon Jungkook.
Selamat malam Chae Yeon-ssi, terima kasih sudah menerimaku sebagai temanmu.
"Astaga! kenapa lucu sekali, kenapa harus berterima kasih seperti ini."
Sama-sama Jungkook-ssi. Kalau begitu, selamat malam.
Selamat malam.
Semoga dia memang laki-laki yang baik.
Gimana? Gimana? Haha maaf kalau engga karuan ceritanya, berusaha semaksimal mungkin buat bikin cerita ini. Terima kasih buat vote sama commentnya ya:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Terbalik [COMPLETED]
FanficPerempuan baik-baik yang serius menjalankan suatu hubungan malah disia-siakan. "Sepertinya ini balasan untukku" - Kim MinGyu ------ Highest rank #15 in krystal #17 in pristin #21 in chaeyeon
![Terbalik [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/161589143-64-k691838.jpg)