Sebenarnya aku bingung dengan situasiku sekarang. Aku lebih senang saat sendiri daripada mempunyai pasangan seperti ini, namun di satu sisi aku ingin mencoba membiasakan diri untuk hal seperti ini lagi.
Aku merasa bersalah saat sering tidak memberi kabat pada Min Gyu. Saat aku tak punya orang spesial di keseharianku, aku jarang sekali membuka pesan ataupun memegang ponsel. Cukup lama aku tak mempunyai seseorang yang spesial di keseharianku, dan itu membuatku tak peduli pada ponselku.
Selama libur sekolah aku lebih sering menghabiskan waktu di rumah daripada di luar rumah, dan itu membuatku lupa akan yang namanya ponsel. Kebiasaanku dulu masih sering kulakukan sampai sekarang, sampai di mana aku sudah kembali lagi dengan Min Gyu.
Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba membiasakan diriku terhadap situasi seperti ini. Min Gyu selalu berusaha bersikap perhatian padaku, tetapi aku belum terlalu terbiasa 'lagi' dengan perhatiannya. Terkadang aku merasa senang dengan perhatian itu, namun terkadang juga aku malas menanggapinya.
Satu hal yang kusadari dari diriku, aku merasa semakin bisa berpikir dewasa. Di diriku yang sekarang, aku menanamkan bahwa ada saatnya aku bisa merasakan apa yang memang harus aku rasakan jadi mungkin saja aku tidak terlalu menggebu-gebu saat Min Gyu mengajakku untuk berkencan kembali.
***
Hari demi hari Min Gyu selalu menunjukkan bahwa dirinya serius terhadapku, sampai-sampai dia ingin bertemu dengan eommaku. Dia selalu menyempatkan dirinya untuk memberikan sesuatu padaku, entah barang ataupun makanan yang dibuatnya. Melihat sikap Min Gyu yang seperti itu, aku berpikir apa salahnya memberi kesempatan padanya.
Malam ini, Min Gyu memberiku kue yang sangat cantik.
Chae Yeon-ah kau akan terbiasa lagi dengan hal-hal seperti ini.
Aku meyakinkan diriku untuk mencoba meneruskan hubunganku dengan Min Gyu.
Setelah makan kue yang dibawakan Min Gyu, aku pun duduk dan berbincang-bincan dengannya di taman rumah.
"Terima kasih untuk kuenya~"
"Aku yang seharusnya berterima kasih"
Aku heran kenapa Min Gyu yang harus berterima kasih padahal dia yang sudah memberiku kue.
"Kenapa kau yang berterima kasih?"
"Kau sudah memberiku kesempatan untuk bersamamu lagi. Kau tahu? Aku sangat bersyukur memiliki dirimu"
"Ya! Sebenarnya aku masih penasaran. Memangnya aku ini orang yang seperti apa di matamu?" Aku benar-benar ingin tahu, sosok yang seperti apa diriku di matanya.
"Kau? Baik"
"Terlalu umum"
"Kau tahu, ada satu hal yang membuatku khawatir akan dirimu"
"Apa itu?"
"Kau mudah sekali membuat orang merasa nyaman di dekatmu, dan itu yang membuatku khawatir kalau kau sedang bersama laki-laki lain, laki-laki itu akan nyaman denganmu"
"Memangnya aku seperti itu?"
"Oh!"
Apakah aku memang orangnya seperti itu? Syukurlah kalau memang orang-orang bisa nyaman di sekitarku.
"Chae Yeon-ah~"
"Oh? Wae?"
"Aku akan pergi dari Korea"
KAMU SEDANG MEMBACA
Terbalik [COMPLETED]
FanfictionPerempuan baik-baik yang serius menjalankan suatu hubungan malah disia-siakan. "Sepertinya ini balasan untukku" - Kim MinGyu ------ Highest rank #15 in krystal #17 in pristin #21 in chaeyeon
![Terbalik [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/161589143-64-k691838.jpg)