Jeslyn berfikir jika dunianya telah hancur. Namun semua itu berubah ketika Jeslyn bertemu lelaki bisu yang kehilangan kedua orang tuanya. Namanya Kennant, sejak kecelakaan yang melibatkan dia dan kedua orang tuanya. Kennant bukan hanya kehilangan or...
Pria itu memasuki restoran miliknya dengan tergesa-gesa. Peluh yang membasahi dahinya tidak sedikitpun mengurangi kadar ketampanannya. Pasalnya pria ini harus berlari menuju tempat ini karena mobilnya yang mogok. Ah sial sekali nasibnya. Dikeadaan yang geting seperti ini, ada saja musibah yang menimpanya.
Ketika kakinya menginjakkan tempat ini, matanya tidak lepas dari pandangan gadis yang duduk dipojok restoran. Kakinya melangkah maju menghampiri gadis itu. Kemudian duduk tepat di depan gadis itu.
"Aku tau kamu bakalan datang." Gadis itu menampakan senyum terindahnya.
"Gimana aku tidak datang, ketika kekasihku mengancamku akan menikah dengan laki-laki lain." Gadis itu malah tertawa terbakah-bahak dengan penuturan laki-laki didepannya.
"Kamu lucu Kennant."
"Dimana letak lucunya Jeslyn Gracia. Ketika aku sudah hampir gila menerima pesanmu yang mengatakan hal gila itu." Kennant menjambak rambutnya frustasi.
"Ini semua karenamu Ken. Salah sendiri kamu tidak memberi kabar untukku. Aku juga hampir gila karena merindukanmu Kennant!"
Memang benar selama lima bulan ini Kennant tidak memberi kabar untuk Jeslyn. Kennant bahkan mengabaikan pesan ataupun panggilan dari Jeslyn. Tapi, Kennant melakukan itu juga bukan tanpa alasan. Kennant ingin fokus dengan kuliahnya agar bisa lulus dengan cepat. Disana Kennant juga harus mengurusi salah satu perusahaan milik ayahnya.
"Maaf, aku sibuk sekali. Hingga tidak bisa memberi kamu kabar. Aku sangat menyesal Jeslyn."
"Karena kamu terlihat lebih tampan sekarang. Jadi aku memaafkanmu." Kennant tertawa mendengar penuturan Jeslyn."
"Jeslyn.. apa benar kamu akan menikah dengan pria lain?"
"Kamu percaya dengan ucapanku waktu itu?" Kennant hanya terdiam menatap ragu kearah Jeslyn. "Memang benar, beberapa minggu lalu ada pria yang melamarku. Namanya Leo. Selama kamu di Paris dia yang sering menemaniku. Aku sering bercerita tentang kamu. Leo selalu menghiburku ketika aku merindukan kamu. Dia pria yang baik. Dia selalu ada ketika aku membutuhkannya. Hingga pada akhirnya dia mengatakan perasaannya. Dia mencintaiku, kemudian melamarkan. Dan..."
"Dan aku menolaknya. Kata orang aku bodoh, menolak Leo yang sudah ada didepan mataku. Dan lebih memilih bertahan dengan pria yang berbulan-bulan menghilang. Tapi aku percaya satu hal. Jika Kennant tidak akan meninggalkan Jeslyn."
Kennant terdiam, tidak tau harus berkata apa. Dia semakin merasa bersalah karena tidak memberi kabar untuk Jeslyn. Gadis ini bahkan rela menolak kebahagiaan yang sudah didepan mata demi untuk menunggunya.
Dua tahun. Sudah cukup untuk membuat Jeslyn menunggu. Kini sudah waktunya membuat Jeslyn menjadi milik Kennant seutuhnya.
"Ayo ikut aku."
"Kemana?" Kennant hanya tersenyum, enggan menjawab pertanyaan Jeslyn.
Kennant masih tetap sama seperti dua tahun yang lalu. Pria misterius yang suka memberi kejutan untuk Jesslyn.
Setelah menempuk waktu satu jam. Akhirnya Kennant dan Jeslyn tiba ketempat tujuan. Kennant membawaku ke Seaworld. Dimana Jeslyn bisa melihat berbagai jenis ikan dengan jarak yang dekat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.