Suasana padat dan ramai,dentuman musik yang memekakkan telinga, bau khas wine yang menyengat,hingga para wanita wanita pemuas nafsu, ya, inilah kehidupan seorang Kim Taehyung
BAR Omelas
"Wah wah, Kim taehyung sahabatku, ada yang terjadi? Mukamu seperti mumi hidup"
"Diam lah, hei Vodka please!"
"Apa?!? Hari ini tidak boleh! Wine saja oke?" ucap Jimin sambil merebut botol vodka dari tangan Taehyung
"Heh, kembalikan! Aku ingin itu!!"
"Tidak boleh!!! Kau harus menghadiri rapat Kim Taehyung, kau ingin aku di pecat ya?!?"
"Bukan urusanku" Taehyung meneguk segelas wine sekaligus
"Cih, anak ini benar2, hah kenapa aku harus punya teman seperti dia?" jimin menggerutu
"Kau tidak suka? Haha, yasudah cari pekerjaan lain sana, kupecat kau jadi sekretarisku"
"Eh? Ti-tidak aku hanya bercanda sayang, jangan marah dong" Jimin menampilkan puppy eyes andalannya
Taehyung langsung menghindar dari serangan Jimin, ia tahu kalau temannya sudah seperti itu maka ia harus manjauh
"Kau gila bantet? Aku masih suka lubang" Taehyung berkata sambil berekspresi jijik
"Aku tahu, aku seperti itu, agar kau tidak jadi memecatku hehe" ucap jimin sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal
"Dasar gila" Taehyung beranjak dari tempat duduknya meninggalkan bar itu
"Hei Kim Taehyung! Tunggu aku!"
Skip
"Anak2 ini sudah memasuki bulan ke 3 jadi kalian tau kan? Uang kuliah kalian semua harus dilunasi bulan ini juga, paham?"
"Itumah gampil"
"Orang tua gue yang bayar, gue gak peduli"
"Eh eh, si jisoo bisa bayar gak? Dia kan miskin"
"Iya juga ya, mana mungkin dia bisa bayar, masuk ke sini saja gara2 beasiswa"
"Gue dengar beasiswa nya sudah di cabut"
"Ha?!? Yang benar?"
Jisoo menutup wajah nya dengan buku, ia sudah cukup bosan mendengar segala makian dari orang orang kampus, hingga ia pun pernah hampir di kurung di gudang karena tak sengaja menumpahkan minuman ke baju seniornya
"Haah, bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang? Hmm kerja part time?"
Cklek
"Aku pulang"
'Hm? Jungkook belum pulang ya? Tumben'
"Ah sebaiknya aku mandi, setelah itu baru memasak untuk makan malam" jisoo pun pergi untuk mandi
"Nuna, aku pulaaang!"
"Jungkook bisakah kau tidak berteriak? Gendang telinga ku hampir pecah"
"Hehe maaf nuna, oh iya tadi guru bilang uang pembangunan harus segera dibayar bulan ini, kalau tidak maka aku akan di berhentikan dari sekolah"
'Hah, bagaimana ini? Aku sepertinya memang harus bekerja'
"Ekhem, jungkook nuna mau bicara sesuatu"
"Bicara saja nuna, tidak apa apa"ucap jungkook sembari duduk di meja makan
"Begini, kebutuhan kita semakin bertambah jungkook dan juga uang sekolah kita yang harus di bayar juga jumlahnya tidak sedikit, maka begitu nuna akan bekerja part time, bagaimana menurutmu?"
"Bagaimana ya? Hmm apa nuna yakin dengan keputusan nuna? Begini, aku saja yang bekerja bagaimana?
"Tidak jungkook, kau fokus saja dengan sekolahmu, masalah uang nuna yang akan bertanggung jawab"
"Tapi, bagaimana dengan phobia nuna? Bagaimana nanti ada yang ingin menculik nuna? Bagaimana kalau ada yang ingin mencelakai nuna? Bagaimana-"
"Jungkook, aku pasti akan baik2 saja, tenanglah nuna bisa menjaga diri" ucap jisoo sambil tersenyum
"Baiklah, kalau memang itu keputusan nuna, aku akan mendukukungmu"
"Terima kasih kookie, ah ayo kita makan, nuna tadi membuat kimchi spesial untuk mu"
"Waahh makasih nuna"
BRAK!
"Dasar keparat br*ngs*k bisa bisanya dia mengancamku dengan menyebut nama ibu" Taehyung membanting pintu lalu menjatuhkn dirinya di sofa
Jimin yang kewalahan dari tadi mengurus Taehyung yang mabuk, kini terkapar di lantai apartmen Taehyung sambil mengatur nafas
'Jika Taehyung sudah mabuk, maka kiamat akan datang padaku'
"Hei, apa sebenarnya masalah mu? Kenapa kau sampai begini? Bagaimana jika ayah mu tau?"
"Kalau bertanya, satu satu bantet!"
"Huh, ada masalah apa sebenarnya Taehyung? Cerita padaku"
"Si Baj*ngan itu ingin menjodohkan ku"
"What?!? Di jodohkan?!?! Kau serius? Lalu apa kata ayahmu?"
Taehyung mengangkat bahunya, lalu berlalu ke kamar, meninggalkan Jimin yang sedang bengong
"Aisshh aku bingung, hei Tae kau menerimanya atau-"
"Yak! Kim Taehyung! Dasar,seenaknya saja meninggalkan ku di sini, awas saja nanti" ucap jimin lalu merebahkan dirinya di sofa lalu memejamkan matanya
Hai, ketemu lagi nih, hehe chap ini tuh gimana ya?
Huh, tolong comment dong, chap ini tuh gimana? Bagus atau gak dapet feel nya
Ok yeorobun tungguin chap selanjutnya ya, jangan lupa vote
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Hurt
Fiksi RemajaKetersiksaan menjalani kehidupan, menyebabkan seorang gadis gagap, Kim Jisoo terpaksa melepas statusnya sebagai pelajar, dan harus bekerja sebagai pelayan Namun keputusannya itu malah membuatnya jatuh semakin dalam pada jurang masalah Ya, semuanya...
