Chapter 35

2.9K 179 13
                                        

"J-jisoo ayo ke Osaka sekarang juga"

❄❄❄❄

Buagh!

"Kau gila, HUH?!?" Taehyung mencengkram erat kerah baju Jimin, Tampak pemuda bantet itu hanya menunduk, membiarkan kepalan tangan Taehyung terus mendarat di pipinya

"Mian Tae, a-aku terlalu panik, tanpa sadar aku membawa Jisoo kesini"

Taehyung melepas cengkramannya, membiarkan Jimin terduduk dengan lutut sebagai tumpuan

Helaan napas dari Pria bersurai Ash Brown ini membuat Jimin semakin merasa bersalah

"Kau kira aku akan mati semudah itu?"

Jimin diam bungkam, ia bersumpah akan mengutuk pembawa acara di stasiun Televisi yang ia tonton di apartement Jungkook tadi, setelah ia mendapat kabar dari temannya Jeno bahwa Osaka kini telah menjadi kota
pembantaian ,dan itu adalah berita yang cukup membuatnya panik luarbiasa

"Osaka, yang dulunya adalah sebuah kota nan asri, kini berubah menjadi tempat pembantaian mayat, genangan darah dimana mana, pertempuran antar buronan mafia, membuat kota ini di segel, siapapun harus menjauhi kota ini,

Polisi juga telah memberikan keterangan, 2 mafia besar yang selama ini menjadi buronan telah dilumpuhkan, yang berinisial KSJ berprofesi menggelapkan senjata di Amsterdam, dan menyamar sebagai dokter di seoul, kedua betisnya dengan 1 masing2 tertembus peluru, yang lainnya berinisial OSH sayangnya ketika ditemukan sudah tak bernyawa dengan kepala berlubang"

"Dan orang yang melumpuhkan kedua buronan itu tidak meninggalkan jejak sama sekali, walupun begitu kami dari pihak kepolisian berterimakasih kepada orang yang berhasil melumpuhkan mereka berdua, Arigatou Gozaimasta" tukas salah seorang sipir polisi

Halah Anjing! Berita itu sungguh membuat Jimin lupa, kalau Kim Taehyung itu orang yang tak mudah di bunuh, berani mengincar Taehyung? Siap2 pulang tinggal nama

"Kau tak apa kan?" Jimin bangkit sedikit mengusap sudut bibirnya yang sobek, lalu menatap Taehyung dengan pandangan bersalah

"Seperti yang kau lihat" nada dingin Taehyung cukup membuat Jimin bungkam

Taehyung mengacak surainya kasar, kini pikirannya hanya tertuju pada 2 orang, Gadisnya dan Lee Felix

"Dimana Jisoo?"

.

.

.

.

.

.
Jihyo masih saja menenangkan Jisoo yang tubuhnya mendadak bergetar, air mata tak luput melengkapi kekhawatiran yang menimpa gadis mungil itu

Sejak turun dari pesawat tadi Jisoo tak henti2 nya menanyakan Taehyung pada Jimin, Jimin sendiri juga panik sebenarnya, ditambah Jisoo yang menangis khawatir dengan keadaan Taehyung

Jungkook kini pergi mencari makanan, di pesawat mereka tak makan sedikitpun, salahkan Jimin yang mendadak menyuruh mereka berangkat ke Osaka saat itu juga

It's HurtTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang