*
*
*
*
*
*
"Kamu diam disini baby, aku ingin memberikan hukuman pada Dady yang sudah berani-beraninya menggoda istri ku ini"ucap Tommy sambil mengejar-ngejar Dady nya , yang berlari kelimpungan.
1 bulan telah berlalu semenjak Abel masuk kerumah sakit , kini kondisi Abel semangkin menunjukkan perkembangan yang begitu pesat . Tapi untuk sementara ini Abel, tinggal bersama kedua orang tua nya Tommy , karna Tommy sedang ada kerjaan di luar negri selama 2 Minggu . Dan Tommy tidak memperbolehkan Abel, untuk tinggal sendiri di rumah mereka, meskipun disana banyak maid, security dan bodyguard yang menjaga Abel, tapi Tommy sudah tidak mempercayai para maid, security dan bodyguard nya, untuk menjaga abel , setelah kejadian kecelakaan itu , Tommy selalu bersikap protektif pada Abel .
Usia kandungan Abel pun sudah semangkin tua, sudah memasuki usia 8 bulan . Bahkan perut Abel sudah lebih besar dari sebelumnya nya , membuat Abel sering sekali mengeluhkan pegal-pegal dikaki nya , yang terlihat membengkak.
Sudah 1 Minggu lebih 5 hari Tommy berada di luar negri , dan itu tanda nya 2 hari lagi Tommy akan pulang ke negeri kelahiran nya yaitu LONDON . Selama Tommy tidak ada , Monica tidak pernah lepas dalam mengawasi pergerakan Abel , bahkan menurut Abel, Monica lebih Protektif dari Tommy sendiri.
Seperti sekarang ini Monica sedang kelimpungan , karna Abel dari semalam sampai sepagi ini , terus saja mengeluhkan dada nya yang sakit dan nyeri, bahkan Abel tak henti-hentinya memanggil nama Tommy agar cepat pulang, dan sepertinya, Monica sedang membujuk Abel agar berhenti menangis .
"Sayang 2 hari lagi juga suami mu akan segera pulang, jadi yang sabar yah sayang " ucap Monica sambil mengusap-usap punggung Abel , dengan lembut guna untuk menenangkan menantu kesayangan nya .
Abel tidak mau menjawab satu pun ucapan Monica , yang ada Abel malah semangkin membenamkan wajah sembab nya kedalam bantal .
Cklekkk
Monica menengokan kepala nya , kearah pintu yang terbuka , dan disana suami nya lah yang masuk kedalam kamar .
"Masih menangis?" Tanya Mr . Grey sambil menatap punggung Abel yang bergetar.
"Kau bisa lihat sendiri kan Dad, sudah lah tidak ada cara lain . Telpon anak mu dan segera suruh dia pulang!" Ucap Monica dengan menatap kesal Mr.Grey , yang juga merasa kasihan pada Abel , yang terus saja menangis dari semalam , Bahkan Mr.Grey harus merelakan istri nya tidur bersama Abel semalam, karna ia tidak tega mendengar menantu nya yang terus saja menangis .
"Baiklah-baiklah Dady akan telpon tommy dulu, Mom bujuk Abel untuk berhenti menangis Dady kasihan mendengar manantu kita menangis terus seperti itu" ucap Mr.Grey sambil berjalan keluar dari kamar yang ditempati Abel, untuk sementara waktu ini, karna pasti nya setelah Tommy kembali, Tommy akan membawa Abel pulang kerumah mereka kembali.
"Huuuuwaaaaaaa...mama!!"
Monica terkejut saat tiba-tiba saja Abel, menjerit dengan sangat kencang nya .
"Ada apa sayang?" Tanya Monica dengan panik, sambil menepuk-nepuk punggung Abel , yang semangkin bergetar dengan kuat.
"Sa..khittt..mom!" Ucap Abel sambil membelai-belai dada nya .
Monica mengernyit kan kening nya heran , saat melihat baju yang Abel kenakan basah dibagian dada Abel.
"Baju mu kenapa sayang , kok basah??" Tanya Monica sambil memegang baju Abel namun tiba-tiba~
"Aaawwssshhh.. sakhitt mom!!" Jerit Abel dengan kencang , Membuat Monica menarik tangan nya kembali karna terkejut.
"Ma-maaf sayang Momy tidak sengaja"ucap Monica sambil menatap Abel, dengan wajah bersalah nya.
"Mommy ..hikssss... Sakhitt banget"ucap Abel dengan diiringi Isak tangis nya , yang membuat Monica menatap kasihan pada menantu kesayangan nya .
"Coba kamu berbaring sebentar , biar Momy lihat ada apa?" Ucap Monica sambil membantu Abel untuk merebahkan tubuh nya .
Monica membuka kancing baju Abel dengan perlahan-lahan, setelah semua kancing baju Abel sudah terbuka tiba-tiba saja, bola mata Monica terbuka dengan lebar .
"Ya ampun tuhan!!" Teriak Monica dengan histeris , membuat Mr.grey yang baru saja selesai menelpon Tommy, langsung lari terbirit-birit ,kearah kamar yang ditempati Abel .
"Ada apa Mom!?"ucap Mr. Grey dengan panik , sambil menatap istri nya yang sedang syok .
"Dad tolong ambilkan Momy kapas dikamar kita!" Ucap Monica panik, Mr.grey walaupun tak mengerti dengan apa yang terjadi, tapi tetap mengambilkan apa yang diperintahkan oleh istri nya.
"Ini mom" ucap Mr.grey sambil memberikan kontak kapas pada istri nya .
"Ada apa sih mom?" Tanya Mr.grey penasaran , saat istri nya membersihkan sesuatu yang terdapat di dada menantu nya, yang entah apa ia tak mengerti.
"Dad panggil Dr. Hans sekarang juga!"ucap Monica tanpa melihat suami nya .
"Ada apa sih memang nya mom?"tanya Mr.grey penasaran.
"Sudah jangan banyak tanya cukup lakukan saja apa yang aku perintahkan!"ucap Monica kesal dengan Mr.grey yang terlalu banyak bertanya, Mr. Grey yang tidak ingin membuat istri nya bertambah kesal, langsung saja ia menghubungi Dr.hans .
"Hikssss...mom pelan-pelan .. sakhittt"ucap Abel sambil meringis kesakitan saat Monica menyentuh dada nya dengan kapas.
"Sudah berapa lama kamu , merasakan nyeri didada mu sayang?"tanya Monica lembut.
"1 Minggu yang lalu mom, dada ku juga terasa sangat kencang "ucap Abel sambil menatap Monica dengan tatapan sembab nya , karna terlalu lama menangis .
"Kenapa tidak bilang sama Momy?"tanya Monica sambil mengusap-usap kening Abel yang berkeringat.
"Kamu ini sedang dalam masa produksi asi sayang"ucap Monica sambil membuang kapas ketempat sampah yang berada disamping nya.
"Asi?? Tapi aku kan laki-laki , mana mungkin?" Ucap Abel tak percaya, Monica membuka seluruh baju Abel dengan perlahan lalu menggantikan yang baru .
"Kenapa nggak bisa? Kamu bisa hamil, kenapa nggak bisa menyusui?"ucap Monica dengan mencubit gemas pipi Abel.
"Mom sebentar lagi Hans Dateng" ucap Mr.grey yang tiba-tiba saja masuk .
"Dady nggak berangkat?"tanya Monica saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 09:00 .
"Dady libur saja lah mom, Dady nggak tega ninggalin Abel yang sedang seperti ini" ucap Mr.Grey dengan duduk disamping istri nya , lalu mengelus puncak kepala Abel dengan lembut.
"Sore nanti suami mu pulang sayang"ucap Mr.grey dengan lembut .
"Serius dad!?"tanya Abel dengan wajah sumringah nya , saat mendengar Tommy akan pulang.
"Iyah sayang, kamu tau suami mu itu panik luar biasa saat Dady mengatakan jika kamu sedang sakit"ucap Mr.grey sambil tersenyum, saat melihat Abel yang sudah bisa tersenyum.
"Memang nya Tommy tidak memberikan kamu ponsel sayang?" Tanya Monica sambil memijat-mijat kaki Abel dengan lembut.
"Tidak"ucap Abel malas karna mengingat Tommy yang menyita ponsel nya , dengan alasan Abel sering mengabaikan nya karna terlalu asyik main ponsel nya.
"Apakah anak itu sudah jatuh miskin sampai-sampai istri nya , tidak diberikan ponsel?" Ucap Mr. Grey sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Anak mu itu pencemburu seperti kau!"ucap Monica sambil mendengus , saat mengingat Betapa pencemburu nya suami nya.
"Kena~"
Tokkk
Tokkk
Tokkk
"Permisi"ucap Dr.hans dari balik pintu kamar, yang menghentikan protesan dari Mr.grey .
"Masuk!" Ucap Mr.grey .
Ckkllekk
Bersambung...
Maaf kalau cerita nya makin jelek author cuma bisa minta maaf 🙍 terimakasih yang sudah berminat kasih author support.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet bitter love
Romance..SWEET BITTER LOVE.. - Maafkan aku baby, Bukan nya aku mengekang hidup mu . Tapi aku tidak ingin kamu dikenal banyak orang sebagai istri ku- ucap Tommy -KENAPA!, kamu malu jika semua orang tau jika kamu memiliki, seorang istri yang ternyata laki-la...
