Part 7.

6K 267 3
                                        

*
*
*
*
*
*

"Baik-baik yah baby didalam sana, Momy menunggu kamu " ucap Abel sambil membelai lembut perut nya yang masih terlihat datar .

Ckkllekk

  Abel mengalihkan pandangannya ke kamar mandi yang baru saja terbuka, dan disana terlihat Tommy yang sudah rapih dengan pakaian santai nya .

"Lama banget sih!? Ngapain aja di kamar mandi !? Dandan dulu!? Biar bisa tebar pesona sana sini gitu!?" Cerocos Abel yang membuat Tommy gemas sendiri.

Cupssss

"Dasar orang hamil kenapa jadi cerewet sekali sih?" Ucap Tommy setelah memberikan sebuah kecupan singkat di kening Abel yang sudah kembali ke suhu normal.

Abel memanyunkan bibir nya karna kesal dibilang cerewet oleh Tommy.

"Sudah jangan memanyunkan bibir mu seperti itu, bisa-bisa saja aku khilaf kamu mau kita bercinta di rumah sakit ? Kalau aku sih tidak keberatan sama sekali" ucap Tommy dengan smirk andalan nya .

Pplakkkk

  Dengan gemas Abel , menggeplak kepala Tommy, yang membuat Tommy mengusap-usap kepala nya ,yang sebenarnya tidak sakit , hanya saja Tommy melebih-lebihkan .

"E-eehh apa sakit sekali honey?" Ucap Abel dengan wajah ketakutan nya, Tommy melihat Abel yang akan menangis , menajdi kelabakan sendiri .

"Hikssss..Hikssss"

  Tommy memeluk tubuh mungil Abel dengan cepat, Abel langsung membenamkan wajah nya didada bidang Tommy, tangan mungil nya mencengkram erat pinggang Tommy sambil terus menangis.

"Cup..cupp.. sudah baby aku cuma bercanda kok, itu tidak sakit sama sekali serius, sudah yah jangan nangis lagi " ucap Tommy mencoba menenangkan Abel yang sedang menangis karna kejahilannya.

"Sensitif sekali sih sekarang Abel sekarang" batin Tommy menyesal karena ulah nya malah membuat istri tercinta menangis .

"Mau burger" ucap Abel di sela-sela tangisan nya, jujur saja Tommy ingin ngakak sekarang .

"Okay baby" ucap Tommy sambil tersenyum dengan lebar.

"Orang hamil juga mengalami mood swing yah?? Hahaha.. tadi menangis sekarang malah minta makan" batin Tommy menertawai kelakuan aneh Abel .

"Ihhhhh.. malah melamun lagi !!" Ucap Abel sambil mencubit kesal pinggang Tommy dengan kencang.

"Auwhhhh auwhhhh sakit  baby, yang ini serius sakit" ucap Tommy sambil mengusap-usap pinggang nya , yang habis dicubit oleh Abel .

"Bodo !!" Ucap Abel kesal, saat Abel ingin turun dari branker nya ternyata kaki nya tak sampai tapi tubuh dan sudah meloncat duluan, jika saja tidak ada Tommy mungkin Abel sudah terjatuh kelantai, untuk saja ada Tommy yang langsung dengan sigap menangkap tubuh Abel sebelum benar-benar terjatuh kelantai.

"ABEL!!" Bentak Tommy refleks karna terkejut , Abel yang menyadari kesalahan nya hanya menunduk ketakutan, saat melihat tatapan tajam dari suami nya.

"Ma-maaf " ucap Abel dengan terbata-bata karna ketakutan.

"Kamu bisa nggak sih lebih hati-hati! Ingat sekarang bukan diri kamu aja yang kamu bawa , tapi sekarang kamu sedang membawa nyawa lain di tubuh kamu ! Jangan ceroboh seperti itu lagi, jika kamu tidak ingin kehilangan calon bayi kita!!" Ucap Tommy panjang lebar , Tommy tau jika Abel tidak sengaja tapi, tapi ia mau Abel menghilangkan sifat ceroboh nya, karna saat ini Abel tak sendiri lagi ada nyawa lain yang ketergantungan dengan Abel.

"Hikssss...hikssss..."

Tommy menghela nafas nya dengan pelan, saat mendengar suara tangisan Abel .

"Sudah-sudah jangan menangis lagi, aku minta maaf tadi tidak sengaja membentak kamu, aku refleks baby" ucap Tommy menyesal karena tadi ia tak sengaja membentak istri tercinta nya , yang sekarang tak berhenti menangis.

"Hikssss...hikssss..."

Hupp

Tommy menggendong Abel ala koala, dan membawa Abel untuk keluar ruangan itu , menuju canteen untuk membelikan makanan yang di inginkan oleh Abel.

Abel menyembunyikan wajah nya di bahu lebar Tommy, karna Abel malu saat banyak pasang mata yang melihat mereka sekarang.

"Sudah jangan nangis lagi, sekarang kita beli makan yah yang kamu inginkan" ucap Tommy sambil mengusap-usap punggung sempit Abel dengan penuh kasih sayang.

  Para bodyguard yang berjaga di setiap sudut rumah sakit melihat Tommy dan Abel keluar , langsung mengikuti mereka berdua dari belakang .

Tommy mendudukkan tubuh Abel di kursi canteen vvip yang dipesan khusus oleh Tommy untuk mereka berdua, Karan Tommy tidak ingin mereka makan ditempat umum .

Para bodyguard tetap berjaga di area canteen , tanpa mengundang perhatian banyak orang , karna memang para bodyguard sudah dilatih untuk tidak berkelakuan mencolok.

Tommy memberikan Abel sebuah buku menu, biarkan Abel yang memesan nya sendiri sesuka hati nya, 4 pelayan sudah siap mencacat pesanan mereka .

"Pesan lah asal jangan yang pedas-pedas yah baby" ucap Tommy sambil mengusap-usap puncak kepala Abel .

"Kamu nggak marah lagi kan sama aku?" Ucap Abel sambil menatap Abel dengan pupy eyes , yang membuat siapa saja luluh lantah melihat tatapan menggemaskan milik Abel itu.

"Hehehehe...kapan si aku bisa marah sama kamu baby, sudah jangan pikirin itu lagi sekarang pesan lah semua makanan yang kamu suka" ucap Tommy sambil memberikan senyuman manis nya pada istri kesayangan nya yang sedang mengangguk-anggukkan kepala nya dengan lucu.

4 pelayan wanita itu , tertangkap oleh Tommy sedang menatap nya dengan tatapan memuja .

"Layani istriku ! Bukan nya malah menatap ku seperti itu!" ucap Tommy dengan penuh penekanan, yang membuat 4 pelayan itu ketakutan, Abel menggelengkan kepala nya saat melihat kelakuan suami nya itu.

"Jangan seperti itu honey" ucap Abel memperingati suami nya agar tidak terlalu keras dengan orang lain.

Bersambung....

Di mohon untuk tidak mengkritik author dengan pedas karna author nanti bisa nangis nanti 🤣 tetap dukun auhtor hah 😍

Sweet bitter love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang