*
*
*
*
*
*
Dr. Ericsson memberikan bayi mungil itu, kepada suster untuk dibersihkan dari darah yang berada ditubuh mungil itu.
Sudah 2 Minggu terlewatkan, semenjak melahirkan bayi mereka dengan secara normal, Abel masih dalam keadaan koma. Dan juga bayi mungil mereka yang kini masih berada diruang inkubator , karna terlahir prematur.
Kedua orang tua Tommy dan Abel, bergantian menjaga Abel, dan tak jarang pula mereka memaksa Tommy untuk istirahat, tapi Tommy terus saja menolak karena Tommy tidak pernah mau meninggalkan sejengkal pun , branker yang Abel tempati.
Seperti sekarang ini, kedua orang tua Abel sedang membujuk Tommy untuk istirahat , tapi lagi-lagi ditolak mentah-mentah oleh Tommy.
"Tommy istirahat lah dulu, biar kami berdua yang menjaga Abel" ucap YUQI ( mama Abel) .
"Tidak mama aku akan tetap berada disamping Abel, sampai ia benar-benar sadar aku berjanji akan tidur", ucap Tommy dengan wajah lelah nya yang terlihat sangat jelas.
"Ohhh ayolah tom, apa yang kamu khawatir kan , bahkan puluhan bodyguard mu berjaga dengan ketat diluar sana, dan didalam sini ada kami berdua , dan kami ini kedua orang tua istri mu, jadi tidak mungkin kan kami menyakiti Abel" ucap KENTO dengan gemas , karna Melihat sangat keras kepala nya tommy.
"Maafkan aku, bukan nya aku tidak mempercayai kalian berdua , tapi aku tidak ingin ketika Abel sadar aku tidak ada disamping nya" ucap tommy tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah pucat Abel.
"Haaaahh.. terserah kamu deh tom, kami ingin melihat cucu kami dulu"ucap Mr. Kento sambil melenggang keluar dari dalam ruang rawat Abel , dan kini tinggal Tommy sendiri dan juga Abel yang masih setia memejamkan mata nya.
"Baby, sampai kapan kamu ingin tidur terus seperti ini, apakah kamu tidak ingin melihat anak kita" ucap Tommy sambil menggenggam lembut jemari Abel yang terlihat lebih kurus , di kecup nya beberapa kali punggung tangan Abel dengan penuh kerinduan.
"Apa kamu tidak mencintai ku lagi baby" ucap Tommy sambil merebahkan kepala nya di samping tubuh Abel .
Tanpa sadar Tommy ketiduran , bahkan setelah malam hari tiba pun Tommy masih belum bangun dari tidur nya .
Tanpa ada yang tau jika Abel sudah membuka mata indah nya, yang sudah beberapa Minggu ini terpejam.
Dengan perlahan Abel menolehkan, kepalanya kesamping saat merasakan tangan nya digenggam dengan erat oleh seseorang , yang tak lain adalah Tommy .
"H~hon~ey" panggil Abel dengan terbata-bata, karna bagaimana pun tenggorokan nya terasa sangat kering dan perih.
Abel yang tidak mendapatkan jawaban, dengan sekuat tenaga mengangkat tangan nya yang lain , yang tidak digenggam oleh Tommy, untuk mengusap rambut kusam Tommy dengan lembut.
"Ho~neyy?" Panggil Abel dengan pelan dan terbata-bata.
Tommy yang merasakan usapan pelan di puncak kepala nya, dan juga merasa dipanggil dengan suara yang sangat dikenali nya , dan juga suara yang begitu sangat dia rindukan beberapa Minggu ini.
Saat Tommy mengangkat kepala dengan perlahan, karna ia takut jika suara dan ekusan itu hanya halusinasi nya saja, karna terlalu merindukan istri kesayangan nya.
Namun saat Tommy mengangkat kepala nya, dan menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Baby? Apakah ini sungguhan?? Kamu sudah sadar baby??" Cerocos Tommy dengan beruntun.
Abel menatap sedih, saat melihat wajah lelah Tommy yang terlihat sangat jelas, dan juga kantung mata Tommy yang sangat hitam , Membuat Abel sadar jika Tommy , sangat kurang tidur .
"Ap~akah kamu tid~ak tidur honey?" Ucap Abel dengan susah payah .
"Aku panggil Dr. Dulu" ucap Tommy dengan semangat, sambil menekan tombol alarm yang berwarna merah , untuk memanggil dokter .
"Ka~mu tidak ti~durr??" Ucap Abel sambil membelai wajah Tommy , yang sudah ditumbuhi dengan bulu-bulu halus , yang membuat wajah Tommy terlihat lebih dewasa, Tommy menangkap tangan Abel yang sedang membelai wajah nya, dikecup nya beberapa kali punggung tangan Abel dengan penuh kelembutan.
"Bagaimana mungkin aku bisa tidur dengan nyenyak, jika tidak dipeluk oleh kamu baby" ucap Tommy dengan sangat manja nya , yang membuat Abel terkekeh dengan pelan.
"Gombal!" Ucap Abel dengan wajah yang dibuat-buat nya jijik .
Ccckkkllleekkk
Abel dan tommy mengalihkan pandangan menuju pintu kamar , yang terbuka dan disana berdiri Dr. Ericsson dan suster Della, yang memang sudah dipercaya oleh kedua orang tua Tommy, untuk mengurus cucu mereka dan juga menantu mereka .
"Waaahh Ny. Abel sudah siuman!" Ucap Dr. Ericsson dengan gembira .
"Puji Tuhan Dr. Tuhan telah mendengar doa ku selama ini" ucap Tommy sambil membantu Abel untuk minum air putih.
Dr. Ericsson memeriksa seluruh tubuh Abel dengan intens, akhirnya dr. Ericsson bisa menarik nafas nya dengan lega, setelah beberapa Minggu ini mengalami suasana yang sangat mencengkam setiap memeriksa Abel.
"Syukurlah, kondisi dan tekanan jantung Ny. Abel sudah kembali dengan normal, dan juga selamat Ny. Abel telah melewati masa lima nya, dan kini tubuh Ny. Abel tinggal menunggu pulih dengan menyeluruh"ucap Dr. Ericsson dengan senyum yang terpantri di bibir tebal nya.
"Terimakasih Dr." Ucap Tommy dengan raut wajah berseri-seri nya.
Dr. Ericsson sudah pergi dari ruang inap Abel, dan kini hanya meninggalkan mereka berdua Abel dan Tommy.
Kini tommy tengah membaringkan tubuh nya di samping , tubuh Abel , Abel pun kini tengah mengusap-usap lengan Tommy yang melingkar di perut nya , seakan tersadar dengan sesuatu ..
"DIMANA ANAK KITA!!?" Teriak Abel dengan tiba-tiba saja, membuat tommy terkejut setengah mati.
"Baby hey , anak kita masih diruang inkubator karna anak kita terlahir prematur" ucap Tommy sambil mencoba menenangkan Abel yang terlihat sangat panik, Abel sedikit lebih tenang saat mendengar ucapan dari Tommy .
"Kapan anak kita akan keluar ?" Tanya Abel khawatir dan penasaran secara bersamaan.
"Menurut jadwal yang ku ingat besok siang anak kita akan keluar baby" ucap Tommy dengan bahagia.
"Tadi juga mama dan Dady ada disini, tapi kini mereka sudah pulang kembali "ucap Tommy sambil mengusap-usap pipi Abel yang terlihat tirus.
"Anak kita perempuan atau laki-laki??" Tanya Abel dengan raut wajah penasaran nya.
"Anak kita laki-laki dan dia terlihat sangat tampan seperti aku" ucap Tommy sambil membanggakan diri nya sendiri .
"Siapa namanya?" Tanya Abel sambil menatap Tommy, yang kini malah asyik menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
"Aku belum memberikan nya" ucap Tommy dengan cengengesan.
Bersambung....
Tadinya author mau bikin Abel koma dengan waktu yang panjang tapi author kasihan sama laki nya si Abel ,, soalnya dia udah marah-marah sama auhtor kata nya bini nya jangan dibuat lama-lama koma nya... Oyha nanti beberapa chapter lagi author akan buat chapter yang mengandung NC 21+ , jadi kalau yang masih dibawah umur lebih baik belajar dulu sama yang sudah berpengalaman 😄😊❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet bitter love
Romance..SWEET BITTER LOVE.. - Maafkan aku baby, Bukan nya aku mengekang hidup mu . Tapi aku tidak ingin kamu dikenal banyak orang sebagai istri ku- ucap Tommy -KENAPA!, kamu malu jika semua orang tau jika kamu memiliki, seorang istri yang ternyata laki-la...
