TM: Kabar buruk {✓}

2.3K 90 0
                                        

SELAMAT MEMBACA CERITA TROUBLEMAKER

***

~disaat aku terbaring, ku ingin kamu yang pertama kulihat saat terbangun~

***

Lorong rumah sakit penuh dengan tangis pilu dari sanak keluarga nathan serta sahabat-sahabatnya yang ikut merasakan duka yang di rasakan orang-orang terdekat nathan yang menangisi nya.

Nathan di nyatakan kritis akibat tabrakan yang terjadi semalam. membuat sang bunda hampir pingsan akibat nya. Lebay memang. Tapi itulah bunda. Selalu heboh jika terjadi sesuatu. Dan berujung pingsan sendiri. Ceroboh bukan?

Sedari tadi gabriel kelimpungan sendiri memikirkan bagaimana jika neisyla mengetahuinya? apakah dia akan syok? pingsan? atau malah bodoamat?

Memang dari oroknya gabriel seperti itu. suka memikirkan hal-hal yang akan datang. memikirkan bagaimana kedepannya dan bagaimana cara mengatasi nya. lalu seperti apa jadinya jika gabriel si otak udang berpikir tentang masa depan?.

Sungguh malang nasib masa depan tersebut.

Tak berbeda jauh dengan situasi dirumah sakit di tempat kediaman neisyla pun merasakan gunda, yah walaupun hanya neisyla yang merasakan nya.

Sedari tadi neisyla sibuk mondar-mandir di dalam kamarnya dengan ponsel yang terus-menerus menghubungi ponsel nathan.

"Duh! mana gue lupa ngasih tau buat ngabarin lagi, kan jadinya gue bingung sendiri "

"Yah! kok gak di angkat sih"gerutu nya sembari menggigit-gigit ujung kuku jarinya

Neisyla terus bergumam tidak jelas, dia bingung harus berbuat apa sudah seharian nathan tidak memberinya kabar.

Walaupun mereka hanya berteman tetapi komunikasi mereka terus berjalan entah mengapa dari semalam nathan berbeda, lalu mengapa pagi tadi ia tak datang ke sekolah, apakah dia sakit? atau kah dia bolos pelajaran? hah sudahlah neisyla pusing memikirkan nya.

Pagi tadi neisyla menunggu di dalam kelas seperti biasanya tetapi sudah 30 menit menunggu nathan tak kunjung datang seperti biasa membuat neisyla menggerutu akhirnya dengan terpaksa neisyla harus berjalan ke arah lantai tiga, tepat di kelas nathan.

Saat sampai di ruangan nathan, neisyla tak menemukannya bahkan para sahabat-sahabatnya pun tak ada membuat neisyla lagi-lagi mengerutkan keningnya sesaat, lalu dengan lesu neisyla berjalan kembali ke ruangannya.

"Eh, gue kok gobloknya gak ketulungan ya? kenapa gak dari tadi aja gue nanya temen-temennya kali aja mereka tau"

Akhirnya neisyla memutuskan untuk menghubungi teman seperjuangan nathan untuk menanyakan kemana dambaan hatinya pergi.

Gabriel is calling

"Hallo iya ada apa, dengan gabriel disini, dengan siapa di sana?, apa ada yang bisa di bantu? di sini gabriel akan bersedia 24 jam untuk membantu, dengan upah 1 m, satu masalah."

"Masih aja mikirin upah, keliatan banget gak ikhlas nya"

"Lah saka suka gue dong mbak, kok situ yang sewot"

"Serah deh, ngaku kalah gue"

"Hehe, ok ok ada apa gerangan nyonya menelfon saya?"

"Gausah so formal, jijik gue dengernya"

"salah mulu gue, emang ya cowo ganteng tu selalu salah"

"Serah lo sempak Fir'aun"

"gausa ngehina kutil semut, ngapain sih lo nelpon-nelpon gue? pasti ada mau nya nih"

"Tau aja lo bokong ayam"

"apasih yang gak gue tau dari ayang bebeb aku"

"Laporin nathan ah"

"Eh eh, gak seru ah, lo mah tukang ngadu"

"Gak, lanjut ah stt tadi gue mau ngomong apa ya?"

"Udah tua sih"

"Enak aja gue masih 17 tahun loh emang lo umur 16 kok muka kayak om-om 5 anak aja"

"heh, muka gue gak setua itu juga kali nyai roro kidul, gue pites juga lama-lama ni orang"

"Gausah lari dari kenyataan deh lo, terima nasib aja sih"

"Gak sudi gue"

"El, GUE UDAH INGET"

"Budet dah ni bocah, kuping gue kudu gue rendam nih, sakit banget anju"

"Bodoamat dah mati aja sono"

"Oh yaudah bye"

"Gak anjir becanda oon, dengerin gue dulu elah, baperan amat, serah deh abis ini lo mau ngapain, mati juga gapapa gue ikhlas kok"

"Stt dah mulutnya kudu gue sikat ampe bersih"

"Udah ah gue nelpon bukan mao berantem ama lo, gue pen nanya nathan di mana kok gak dateng?"

"cielah nanya nathan kok harus basa-basi sih, keliatan banget lagi nyariin"

"Jawab aja sih lama bener"

"ck, elah keliatan banget ngawatirin babang nathan aciee"

"Emosi gue bang, rasanya pengen gue botakin pala Lo"

"Canda atuh neng, sensi be-

Tut Tut Tut

"Alhamdulillah"ucap gabriel seraya menyapu wajahnya dengan telapak tangannya.

"Napa lo?"sinis brian menatap sengit ke arah gabriel yang masih sempat-sempat nya mengucap syukur di keadaan se-genting ini.

"Tadi neisyla nelpon dan nanyain nathan, karna babang gabriel memiliki IQ di bawah rata-rata, jadinya gue bisa ngatasin nya dengan cepat"jelas gabriel panjang lebar dengan raut wajah gembira serta mata yang berbinar.

"Oh"sahut Alex

"Anjing"umpat gabriel menatap sengit ke arah alex.

"Anjing? Ah itukan yang katanya mirip"

"Mirip siapa?"

"Mirip Lo!" Brian tertawa terpingkal-pingkal sembari menggeplak gabriel.

Gabriel mendengus "Gue namanya, elo hewannya!"

"Iya beb, gue namanya, elo hewannya"Brian terkekeh melihat gabriel yang sudah masam di tempat.

"Bab beb bab beb, BABI LO!

"Serah Lo pada mau berantem atau adu bacot sekalipun, tapi gue mohon silahkan menjauh dari gue. Radius seratus meter"sinis alex.

Gabriel dan brian terkekeh lalu selanjutnya kembali beradu argument di hadapan Alex membuat Alex kesal dan langsung menendang tulang kering mereka satu persatu.

"Argh! Sial!"

***


#TROUBLEMAKER#

Stok otak aku terbatas gais jadi maklumin aja ya:'v

NEISYLA {COMPLETED}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang