Masih ada yang mau baca gak ya?
~Happy reading~
***
SELAMAT MEMBACA KISAH TROUBLEMAKER
***
~Mungkin benar bahwa yang lalu biarlah berlalu, mari mulai menyambut masa depan dengan yang lebih baik~
***
Hari ini cerah tapi tidak seperti suasana hati neisyla yang kini sedang mendung. Setelah mendapat pesan dari alex semalam neisyla bahkan tak bisa tidur hingga sepertiga malam. Alex berkata bahwa sebentar malam dia akan datang menjemput nya dan ingin menjelaskan sesuatu yang katanya sangat penting.
Alih-alih bersemangat neisyla malah linglung bagaimana Jika sebentar malam Alex akan mengungkap kan perasaan nya? Atau bagaimana jika sebaliknya? Ahh neisyla jadi bimbang. Disisi lain neisyla ingin nathan yang memenangkan nya tapi jika kembali dipikir-pikir pengorbanan alex itu tak bisa di bayar dengan apapun, neisyla merasa berhutang budi kepadanya.
Intinya detik ini neisyla merasa perasaan nya seperti permen nano-nano campur aduk.
Neisyla melirik arloji di pergelangan tangan kiri nya yang menunjuk pukul 06:50 yang berarti lumayan cepat neisyla pergi sekolah. Memang sih SMA Pradipta memulai pelajaran tepat jam 7. Tetapi neisyla tidak biasa berangkat pada jam setengah 7 selalu saja berakhir pada angka 8.
Mohon maaf! Jangan sama kan neisyla dengan kalian yang selalu tepat waktu. Ingatlah bahwa neisyla adalah gadis bad yang selalu melanggar peraturan.
'Buat apa bikin peraturan jika bukan untuk dilanggar'
"Stop bang!!"
Ciittt!
"Aduh mbak! Mbak! Gak nyantai amat manggil nya. Selo mbak! Selo!" semprot kang angkot nya.
Neisyla cengar-cengir liat si akang nya ngusap dada sambil istigfar. Emang parah banget ya?. Gak sadar neisyla mak
"Ye maap bang. Abis aye takut telat" ujar neisyla lalu duduk disebelah gadis yang sepertinya seusia dengan nya.
"Jalan bang!"
"Yeu si eneng, biar gak bilang juga abang tetep jalan kali! " ujar si akang nya sembari memutar stir mobil nya.
Neisyla memutar pandangan nya melihat sekeliling ternyata pengap juga ya naik angkot btw ini untuk yang pertama kali dan akan terus seperti ini buat beberapa hari kedepan karena mobil neisyla sedang dibengkel.
Neisyla itu bar-bar guys, gak kira-kira bawa mobil nya. Untung yang neisyla tabrak kemarin pembatas jalan. Bukan orang apalagi anak kecil, bisa inalillahi ditempat kali ya.
"Eh si ibu, mau kemana bu?" tanya neisyla ramah kepada ibu-ibu dihadapan nya.
Si ibu mendongkak sambil tersenyum melihat anak digenerasi sekarang ternyata masih ada yang bersikap ramah. Ia kira anak jaman sekarang hanya pandai bermain handphone tak pandai bertegur sapa.
"Anu neng. Itu.. ibu mau ke pasar mau beli ikan, ikan ibu teh udah pada habis semua anak-anak pada suka ikan neng. Ibu mah syukur alhamdulillah neng, walau ikan mahal asal mereka gak makan diluar, kan gak terjamin kesehatan nya" ujar si ibu disertai dengan senyuman nya.
"jadi ingat mama.."
"Sampe neng!" ujar kenek angkot nya membuat lamuan neisyla buyar.
"lah si akang tempe dari mana sekolah saya?"tanya neisyla terheran heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEISYLA {COMPLETED}
Novela JuvenilLAPAK INI MASIH DALAM PROSES REVISI, YANG INGIN MEMBACA HARAP SABAR, JIKA TIDAK BERSABAR SILAHKAN MENCARI CERITA YANG SUDAH BERSIH DARI TYPO DAN ALUR YANG JELAS, SEKIAN. {Direvisi sesuai mood} ___________ Aku suka dia, dia suka yang lain, yang lai...
