TM: Neisyla ngamuk {✓}

2.2K 96 5
                                        

SELAMAT MEMBACA KISAH TROUBLEMAKER

***

~ini lebih serem dibanding pak dadang ngomel-ngomel~

***

Semua orang yang berada di luar ruangan VVIP itu pasti akan merasakan aura dingin dari gadis di hadapannya ini. Sedari sepuluh menit lalu keadaan hening masih terus berlanjut.

Alex. Gabriel. Dan Brian sedari tadi gelagapan dan tak pernah berhenti memanjatkan doa kepada Tuhan agar neisyla tak berbuat macam-macam dengan mereka.

Mereka cukup tau bahwa neisyla adalah gadis bad yang cukup terkenal karena kenakalannya. Sering menjahili guru, datang terlambat, melanggar peraturan dan bahkan suka clubling.

Miris bukan? Disaat gadis seusianya mendapat kasih sayang dan perhatian keluarga. Ia malah dicampakkan dan tak dianggap oleh keluarganya sendiri. Terkadang ia berfikir. Apakah dia anak kandung dari kedua orang tuanya atau bukan?

"Anu nes. anu--

"Ambigu bangsat"

"Tell me"lanjut neisyla dengan wajah datar nya.

"Anu--

"JELASIN"bentak neisyla dengan tangan yang mengepal kuat di hadapan gabriel.

Gebriel menelan ludah nya dengan susah payah serta keringat yang sudah bercucuran di atas pelipisnya. Tak usah tanyakan keadaan kaki nya yang dengan sendirinya bergetar tak karuan.

Tak jauh beda dengan brian. Brian pun merasakan hal yang sama dengan Gabriel. Bedanya Brian seperti bisa mengalihkan ketakutannya dengan cara memilin jari-jari tangan nya.

Beda dengan Alex. Lelaki itu tampak santai dengan wajah datar nya serta tatapan mata yang berlarian ke sana kemari seperti tak mau bertatapan mata dengan gadis di hadapannya ini.

Tak ada tanda-tanda mereka akan menjelaskan kejadian sebenarnya membuat neisyla jengah akhirnya mengeluarkan suara lalu menendang tembok di sebelahnya.

Bugh

'astagfirullah-Gabriel

Gabriel menatap tembok itu dengan sayu. Mencoba membayangkan jikalau dia yang menjadi tembok tersebut apa yang akan terjadi dengan tulang-tulang badan nya?

Gabriel mencoba menepis jauh-jauh bayangan tersebut dengan cara menggeleng-gelengkan kepalanya sembari berkata astaghfirullah jauhkan-jauhkan.

Tapi bayangan tersebut seperti sebuah kaset rusak yang terus terputar di otak nya. Apakah tulang nya akan patah? Pinggang nya akan encok? Tulang nya akan bergeser? Ataukah--

"GUE BILANG JELASIN GOBLOK"

Seketika pemikiran tersebut hilang entah kemana. Dan di kejutkan dengan suara yang berteriak tepat di hadapannya.

Sekali lagi. Gabriel mengelus dada nya dengan sabar serta mulut yang terus berkomat-kamit menyebut astaghfirullah.

"Ekhem"

Alex berdehem pelan mencoba mengurangi kegugupan yang menyerang. serta mencoba mencairkan suasana yang tegang.

"Jadi gini nes"ujar brian berhati-hati dengan tatapan yang terus mengarah ke jari-jarinya.

"GIMANA"sentak neisyla tak sabaran sembari menatap sarkastik ke arah brian.

"Anu--

Dengan seketika keberanian yang sedari tadi brian kumpulkan tiba-tiba musnah tergantikan dengan kegugupan kembali.

Orang-orang yang berlalu lalang menatap bingung ke arah mereka. Karena nampak sekali bahwa ketiga laki-laki ini takut kepada satu gadis di hadapannya yang sedang mencak-mencak menahan emosi.

Alex menghela nafas berat mencoba menetralkan kembali pasokan udara yang tiba-tiba berkurang di sekitarnya.

Okay mari kita coba-

"Gini nes. Kan malam kemarin pas nathan balik dari ngantar elo. Dia kecelakaan"ujar alex sembari memejamkan sekilas matanya.

"Jelasin yang selengkap lengkapnya"sahut neisyla dengan wajah datarnya.

"Ekhem. Nathan kecelakaan abis balik dari ngantarin elo. Gue sama yang lain juga gak tau gimana kronologi kejadian yang jelasnya. Yang penting kita cuman tau kalau nathan di senggol mobil truk. Dan kenapa kita gak ngasih tau elo nya. Kita di amanahin sama Nathan gak boleh ngasih tau keadaan dia ke Lo. So? Kita cuman jalanin amanah dari dia aja"ujar brian

Detik itu juga tubuh neisyla merosot ke lantai. neisyla termangu memandangi langit-langit rumah sakit sembari memegang kepalanya yang terasa berdenyut kaki nya seperti kehilangan tulang. Otaknya seketika buyar. Dan nafasnya tersengal-sengal. Sulit bagi hati dan tubuh nya menerima pernyataan tersebut.

Nathan nya kini terbaring di brankas rumah sakit dengan di temani selang-selang yang menunjang hidupnya. Nathan nya kini terbaring entah untuk berapa lama. Nathan nya kini terbaring dan entah akan bangun ataukah akan terbaring untuk selamanya.

Gabriel menatap iba ke arah neisyla yang terus memandangi pintu ruangan Nathan Tanpa berkutik sedikit pun. Bahkan berkedip pun sepertinya tak ia lakukan.

Brian tak kuasa melihat neisyla yang terus menerus diam tak bersuara. Brian tahu apa yang kini neisyla rasakan. Brian tahu itu. Karena Brian juga pernah merasakan rasa pedih itu.

"Udah nes. Kita cuman perlu berdoa aja. Semoga Nathan cepat sembuh"ujar alex sembari tersenyum tipis dengan tangan yang bertengger di kedua bahu neisyla.

Tak berselang berapa detik. Kini terdengar suara isak tangis pilu neisyla. Sedari tadi neisyla menangis. Menangis dalam diam. Sembari menatap pintu dengan sedikit ukiran kaca di hadapannya itu.

Alex semakin merasa bersalah setelah mendengar isak tangis neisyla. Mau tak mau dan entah dorongan dari mana. Kini Alex menarik neisyla ke dalam dekapannya. Mendekap erat tubuh neisyla dengan sesekali telapak tangannya mengusap punggung neisyla.

Bukan nya berhenti. Neisyla malah semakin kuat untuk mengeluarkan tangisan nya. Neisyla sangat amat tak menyangka bahwa kejadian ini akan terjadi.

Dengan tangisan yang masih terdengar. Neisyla membalas pelukan Alex dengan erat. Seperti memberitahukan kepada Alex bahwa sekarang ini neisyla sedang terpuruk. Sangat amat terpuruk.

Nathan. Salah satu semangat hidupnya. Kini terbaring lemah di atas brankar rumah sakit.

***

#TROUBLEMAKER#

Thank u. Next?

Mampir dungs ke cerita aku yang lain;)

Papay👋

NEISYLA {COMPLETED}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang