Senin

22 3 0
                                    

Aku tidak tau cara membenci senin dengan baik
Ia terlalu lucu
Aku ingin meneriakinya
Tapi ia terlalu manis
Aku mendengar doa-doanya lewat bibir yang tertempel di udara
Aku menyesap kidungnya ya g terhamhur di tiap bulir kepingan darah
Bukankah ia terlalu indah
Biru,biru menggenanh di jiwa senin yang abu-abu
Yang tertatih pada titah-titah
Yang tengah menyibak pada hingar-hingar
Namun aku tetap mencintai senin
Jangan tanya kenapa
Ia layak untuk itu

Untuk sebuah rasa yang tak dapat di ejaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang