ku menemukan mu di serakan hati yang sulit di susun kembali
Membiar kau berlarian dan menghambur segala dengan lebih gila lagi
Baru ku taui akhir itu teramat dekat
Lebih dekat dari minggu ke senin
Dari maghrib ke isya
Dari subuh ke fajar
Dari senja ke dirinya menjadi jingga lalu kemudian tiada
Aku bersama mu yang menyarang di kepala dan menyerang dalam cinta
Adakah yang tersisa dari kita yang tak bisa membaca
Bisakah kita tetap menjadi kata yang tanpa jeda
Biar terbaca walau harus di eja
Biar terus bersama hingga usang kertas kita
Biar akhir hanyalah api yang membakar mu di peluk ku dan ku dalam peluk mu
Atau biar akhir hanyalah terbelah huruf lalu terpisah
Biar akhir kita bukan tentang di tinggalkan dan meninggalkan tapi tentang bersama selamanya dengan keyakinan dan ketauan bahwa aku adalah mu dan mu masih ku

KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk sebuah rasa yang tak dapat di eja
PoetryYang tulis dengan tulus. Yang ada dan tak sanggup ter-eja