Aku sedang berpesta dengan sesuatu yang bukan ingin ku. Tapi takdir bilang, Iya,memang itu. Lalu ku ajak ia ke pinggir,mengisi cangkir dengan candu,lalu berdansa kami tanpa pernah tau siapa dia dan siapa aku.
Ini bukan tersesat. Tapi seringkali untuk menjadi biasa harus dipaksa. Untuk cinta harus menelan hari-hari yang penuh kenapa.
Aku mabuk. Tapi aku terjaga. Aku tidak tidur. Tapi aku melihat mimpi-mimpi yang berjelaga.
Sunyi,hanya ada aku dan pikiran yang berlari-lari. Kemudian terhenti karena tanda tanya mulai mengarahkan untuk menepi. Katanya, bukan alamatnya yang palsu,tapi hatinya yang terlalu menggebu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk sebuah rasa yang tak dapat di eja
PoetryYang tulis dengan tulus. Yang ada dan tak sanggup ter-eja