Si bodoh bernama hati
Yang merasa selalu hidup dan lupa ia telah mati
Ia diterkam rasa-rasa yang paling ia cintai
Tak henti detak jantungnya
Namun tak lagi ia jumpai rasa yang berupa-rupa
Dan dengan berdebar ia masih menanti
Sesuatu yang jelas tak akan pernah kembali
Si bodoh yang paling gembira
Bahkan setelah tau dirinya telah tiada
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk sebuah rasa yang tak dapat di eja
PoesíaYang tulis dengan tulus. Yang ada dan tak sanggup ter-eja
