Hujan tidak pernah benar-benar datang
Mendung mengetuk
Angin mengutuk
Hujan pun tunduk
Gerimis bertandang
Cenayang berdendang
Hujan pun pulang
Koloni kodok bergosip
Mereka berembuk tentang harmoni yang paling sip
Sayang,
Hujan sedang menggerutu tentang nasib
Rindu tidak pernah benar-benar tiba
Pesan terkirim
Sibuk menggiring
Rindu pun diam dalam hening
Kopi menyapa
Lampu gadget terus menyala
Rindu kalah dan hilang rasa
Masa lalu tidak pernah benar-benar pergi
Angin menyeru
Kenangan menyerbu
Masa lalu terkekeh di depan pintu
Kau dan aku tidak pernah benar-benar kita
Ketika selalu menjadi jika
Maka selalu menjadi sehingga
Lalu kita
Jika selalu tentang aku ketika kau dan aku seharusnya kita maka kita tidak pernah benar-benar kita
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk sebuah rasa yang tak dapat di eja
PoesíaYang tulis dengan tulus. Yang ada dan tak sanggup ter-eja
