Pada mu aku terlalu tulus
Pada ku kamu tak pernah memandang lurus
Pada akhirnya, setiap hati memiliki ruang yang sama
Yang tak seberapa lega
Yang habis pada tega
Habis kata
Diam pun tak punya daya untuk menjawab apa-apa
Bagaimana bisa manusia menerjemah dan menjamah hati yang berpintu tapi tak pernah di buka?
Lalu diminta memahami apa yang terjadi di dalam sana
Kemudian berteriaklah hati pada satu waktu
Mencaci mereka yang hanya mampu menggambarkan pintu
Hening,,
Pening,,
Boleh aku kecewa?
Walau aku bukan siapa siapa
Meski aku bukan apa apa
Atau, kecewa hanya milik yang siapa siapa, yang apa apa
Maaf,aku belum berhasil
Hati ku terlalu kecil
Untuk ingin mu yang tak pernah terjelaskan detail.

KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk sebuah rasa yang tak dapat di eja
PoetryYang tulis dengan tulus. Yang ada dan tak sanggup ter-eja