Pada keheningan malam yang katanya milik mu dan milik yang lainnya
Bersua mereka yang hanya suara
Berbisik berisik
Tinggal dentang pada masa yang telah sampai pada akhirnya
Bukan kah untuk rindu manusia harus beranjak pergi dan di tinggal pergi
Tapi cinta tetap diam dalam tenang dan terus riang
Seumpama hujan,
Kita hanya bulir yang akan pecah ketika menyentuh tanah
Lalu bersorai mereka pada kita yang telah tiada
Air tetap air,
Kita menyesap kemudian kembali
Menjadi hujan,bersenang-senang, menari-nari lalu dengan bangga menunjuk pepohan hijau berbuah lebat sebagai rasa sakit yang pernah kita tertawai
Terimakasih telah datang lalu marah
Terimakasih telah singgah lalu cerah
Terimakasih telah berkunjung lalu mendung
Terimakasih telah tinggal lalu tak pergi
Kita hanya nama
Nama yang tak berhuruf tak berjeda tapi akan selalu terbaca

KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk sebuah rasa yang tak dapat di eja
PoetryYang tulis dengan tulus. Yang ada dan tak sanggup ter-eja