nervous

171 37 15
                                        


"Hyung!!!" Teriak seseorang.

Sepertinya aku tidak asing dengan suara itu...

Ahh iya,aku lupa bahwa jungkook bersamaku!!

"Hyung,kau darimana saja?aku mencarimu tadi,huftt aku lelah." Keluh jungkook sembari membuka tutup botol air mineral.

"Eh kook,bagaimana keadaanmu?"

Jungkook menghiraukan pertanyaan yang diutarakan jimin dan meneguk habis air mineral dari botol itu.

"Kau baik?"

"Hyung pikir aku gila? Jelas aku baik-baik saja.Tidak ada rumus jika seorang jeon jungkook jatuh sakit."

Hening.

"Hyung?"

Tidak ada jawaban

"Park jimin ada ulat di rambutmu!!" Sontak jimin berloncat dan mengkibas-kibas kan rambutnya secara rata.

"Hahahah." Tawa jungkook penuh kemenangan.

"Sial,kau hampir membuatku terjungkal."

"Makanya,kalau ada orang ngomong itu di denger."

"Terser---"

"Jimin-ah." Panggil seseorang yang memotong ucapanku tadi.Aku mencari sumber suara,menoleh kanan kiri dengan seksama dan berakhir pada satu titik yang membuat ku gugup.Koo sidya.

Wanita itu menghampiri ku.Jungkook melongo.Aku tidak tau harus apa dan bagaimana.

"A-ah iya." Balas jimin datar

"Dimana fanya?Kenapa kau....eh ini siapa?" Tanya koo sidya sambil menunjuk kearah orang yang dia maksud.

"D-dia jeon jungkook,dia salah satu anggota bangtan,dan dia yang paling muda." Jelas jimin

"What the??dia tidak tau siapa aku?kau harus sabar jungkookie." Batin jungkook.


"Kapan aku diizinkan untuk pulang?"

"Besok."

"Baiklah,aku akan ke toilet dulu.Kau tunggu disini."

Saat ia ingin melangkah,jimin mencegahnya.

"Ibu bisa berjalan sendiri?" Tanya jimin aneh.

Koo sidya mengangguk sebagai jawaban iya.Lalu melanjutkan langkahnya.

"Hyung,siapa dia?"

"Aku calon menantunya." Jawab jimin penuh gairah.

"Dasar aneh,emang dia siapa?"

"Dia ibu angkat fanya."

"OHH---APA?"

"Kook,jangan teriak.Ini rumah sakit."

"Yee,siapa bilang ini makam."

"Sudahlah,kau pergi sana." Usir jimin dan mendapati tatapan tajam dari jungkook.

----
Fanya pov

"Yang benar saja!!bukan aku melainkan ibu ku!!"

"Hah?"

"Maksudku mungkin ibu yang membelinya." Ucap ku santai

"Berpikirlah,mana bisa seorang ibu yang penyayang tega membunuh anaknya sendiri!!"

"Kau benar juga."

"Tapi,ini kenapa bisa ada disini dan--"

"Ahh iya benar,ibu ku keguguran karena racun dalam susu." Potongku

"Sebentar fan,coba kau pikirkan.Ibu mu minum racun dalam susu.Ramuan tadi berarti racun,tapi ramuan ibu susu racun keguguran tega."

"Stop!!sejak kapan seorang penulis buku salah dalam merangkai kata?"

"Shtt diam.Biarkan aku berpikir."

Ck

Hening selama 10 menit

"Ahh iya aku tau." Akhirnya reessa membuka suara.

"Apa ada orang yang mempunyai dendam kepada ibumu?"

"Aku tidak tau."

"Apa ada orang yang membuat kericuhan ini?"

"Aku tidak tau."

"Apa benar ada orang yang ingin membuat keluargamu hancur?"

"Aku tidak tau."

"Oh God,sebaiknya kau cerna kata-kata ku tadi agar tau dalang dalam masalah ini."

"Kau minta aku jadi detektif?"

"Fanya tolong,buang semua kebodohan dalam otakmu.Ingat kata kunci nya tadi.ramuan,ibu,susu,racun keguguran,tega dan coba kau pikir baik-baik."

"Tap---"

Tok tok

Ketokan pintu membuat ku jengkel,menganggu suasana saja.

"Siapa fan?"

"Kau pikir aku peramal?"

"Baiklah,buka saja pintunya!siapa tau itu penting."

"Aku tidak peduli."

"Aigoo,baiklah aku mengalah kali ini."
Reessa berjalan pergi dari dapur menuju pintu untuk mengecek siapa yang datang.Berulang kali dia mengumpat karena tingkah konyol fanya.Kadang ia heran,kenapa temannya begitu payah.

Ceklek
Pintu terbuka,menampakkan pemandangan yang sangat sangat sangat membuat reessa tidak percaya.
Dia mematung,dalam hati dia sangat dipenuhi dengan bunga.

Entah tidak tau bagaimana cara reessa untuk pergi dari sini sekarang juga.Ia tidak kuat menatapnya.

Dia sekarang diambang antara senang dan---

Gelap,


Reessa pingsan.

----
Jimin pov

"Hyung,kajja.Aku ingin pulang,aku rindu v hyung."

"Sampai kapan kau akan bergantung kepada taehyung?"

"Aku tidak tau."

"Dengarkan aku,kau sudah dewasa.Sudah seharusnya kau mempunyai jati dirimu sendiri.Lihatlah,beribu fans mu.Bahkan fans mu lebih banyak dariku.Kook,ini sudah saatnya.Kami,para hyung mu sudah terlalu memanjakanmu selama ini."

Jungkook meneteskan air matanya.

"Hey,sejak kapan seorang jeon jungkook menangis?jungkook yang aku kenal sangat kuat,bertalenta lebih,dan--"

"Hyung cukup." Jungkook memotong ucapan jimin,memeluk erat jimin dan jimin jelas memeluk balik sambil mengelus punggung jungkook.

Drtt drtt

Jimin melepas pelukan.
Ya benar,mereka hanya berpelukan sebentar saja.

My princes♡ calling you

Ahh yang benar saja,fanya tidak marah dengan ku?























all days are short to industry
and long to idleness

Don't forget vote and comment!!

My Prince; PjmCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang