Psychopath Boy 48 - Party (III)

60K 5.1K 212
                                        

Jangan lupa VOTEnya ya🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

Gomawooo😄

Happy Reading
*****

Taehyung mengepalkan kedua tanganya, saat Jimin mengintrupsi bahwa Jisoo juga hadir diclub ini. Tapi yang lebih parahnya lagi dia sedang berjalan menghampirinya.

Taehyung mengeram marah, mengingat semua perangai buruk yang sudah Jisoo lakukan, dan juga kata-kata Jimin tempo hari, yang mengatakan bahwa Jisoo adalah anak dari mafia yang menculiknya.

"Taehyung-ahh," Teriak Jisoo antusias dan hendak memeluk Taehyung. Tapi tidak jadi, karena Taehyung lebih dulu mendorong Jisoo.

Taehyung mengepalkan tanganya,menahan diri untuk tak menyakiti Jisoo, mengingat posisinya sekarang adalah tempat umum.

"Tae, ada apa? kau marah karena perbuatanku kemaren. Kau tau Tae,  Aku kan tak memaksamu melakukan itu, kau yang menginginkan aku. Kau yang menciumku lebih dulu."

"Dalam mimpimu, Bitch." Sahut Jungkook ketus.

"Kau yang menggoda Taehyung lebih dulu, jangan berpura-pura lupa, heh." Ucap Jimin sarkas.

"Pergi kau." Usir Jungkook dengan desisan tajam. Ia sudah tau, apa yang telah Jisoo lakukan terhadap Taehyung dan Kila tempo hari. Dan ia sangat tak suka jika hidup sahabatnya diusik orang lain, yang notabene orang yang sama, dulu pernah menjatuhkan Taehyung.

"Tae, aku hanya_" Taehyung menyentak tangan Jisoo saat hendak menyentuhnya lagi.

"Jangan menyentuhnya, Tanganmu menjijikan." Ucap Jungkook sambil tersenyum sinis.

Taehyung tak mengatakan apa-apa, hanya Jimin dan Jungkook yang berkata sedari tadi.

Jisoo mengeram, "Taehyung-ahh," Grepp. dengan cepat Jisoo langsung memeluk tubuh Taehyung erat, hingga beberapa detik, "Mengapa Kau__"

Brukk..

"Arhh." Jisoo memekik saat pantatnya berhasil mendarat di kerasnya lantai, saat Taehyung berhasil mendorongnya kasar.

"Tae, Arghh."

Jisoo semakin meringis kesakitan, saat Taehyung berjongkok didepanya, dan mencengkram rahang Jisoo keras. Ditambah kekuatan sedikit saja mungkin rahang itu bisa saja patah.

"Aku sudah menahan diriku untuk tak menyakitimu sedari tadi, tapi kau sendiri yang memintanya." Taehyung menyeringai menyerakan.

"Sha-kit, Tae." Jisoo menggenggam tangan Taehyung, meminta sedikit belas kasihan. Tapi nyatanya stok belas kasihan Taehyung telah habis sejak Jisoo meninggalkanya dulu.

Taehyung menghempaskan cengkramanya pada rahang Jisoo, saat menyadari semua mata menatap kearahnya.

"Kau terlalu berharap, Anjing betina." Ucap Jimin sinis. Meski mereka belum tau, sebenarnya apa motif Jisoo mendekati Taehyung. Tapi ia tetap tak akan bersikap baik terhadap Jisoo,hanya untuk mencari tau motif itu. Hell, ia bisa melakukanya sendiri kan.

Taehyung berjalan menjauh dari tempatnya berdiri, yang langsung diikuti Jimin dan Jungkook dibelakang. Tapi tiba-tiba saja Jimin menahan langkah Taehyung dan Jungkook.

"Hyerin dan Kila tidak ada ditempatnya!" Ucap Jimin, sambil menatap lurus ketempat Hyerin dan Kila tadi duduk.

"Mwo?" Teriak Jungkook tak percaya.

Taehyung menajamkan matanya, melihat kearah sofa yang tadi diduduki Kila dan Hyerin sekarang terlihat kosong, tak ada orangnya.

Taehyung dan Jungkook langsung berlari menghampiri Sofa itu. Mereka kalut mengetahui pasangan mereka tidak ada ditempat.

Psychopath Boy - KTH [END] ~BOOK 1~Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang