Jangan lupa Vote dulu sebelum baca, biar jadi kebiasaan😉🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sebelumnya Author mo minta maap kekalian, kemaren Author nggak jadi update, padahal dipart sebelumnya bilang mo update.
Mian ya semua, gegara tugas yang bikin istighfar itu sih, Author jadi ingkar janji..
Happy Reading
*****
Taehyung mempercepat laju mobilnya itu, saat mobil milik Jisoo juga mempercepat lajunya disana.
Tut..Tut..
Tut..Tut..
Taehyung melirik ponselnya yang tergeletak di kursi penumpang. Lalu mendesah pelan.
Disaat-saat seperti ini masihkan ia harus menerima gangguan, padahal ia sudah tak sabar memberi pelajaran yang terakhir kalinya pada Jisoo. Terakhir? Ya karena Taehyung sudah pastikan Jisoo akan hilang dari muka bumi setelahnya.
Tangan Taehyung terulur untuk meraih ponsel tersebut, dan membukanya untuk melihat siapakah gerangan yang sudah berani mengganggunya itu.
Jimin
Shit, lagi-lagi orang bodoh itu mengganggunya, awas saja kalau bukan hal penting, ia akan berpikir dua kali untuk tak segera membunuhnya saat bertemu nanti.
"Yeobeoseyo?" Jawab Taehyung malas.
"Tae, ada sesuatu yang penting yang harus kau tau." Ucap Jimin disebrang sana.
"Sepenting apa sampai kau harus menggangguku?" Balas Taehyung tajam. Tanpa menghentikan aktifitasnya dan terus mengikuti mobil Jisoo.
"Ck, kau ini. Aku sedang memberitahumu hal penting, bodoh. Shh, aku jadi malas membantu orang tak tau diri seperti mu." Balas Jimin dengan nada sewot. Bagaimana tidak, kesal juga lama-lama memiliki teman tak tau diri seperti Taehyung.
"Cepatlah Jim, atau kau akan habis setelah ini!" Putus Taehyung cepat, ia sudah lelah mendengar kata-kata tidak bermutu Jimin.
"Heh, dia mengancamku? Mungkin aku lah yang lebih dulu menghabisinya jika niatanya terjadi."
Taehyung mengernyitkan dahinya, dasar bodoh. Gumaman Jimin terdengar begitu keras dari sambungan telefonnya. Seharusnya jika Jimin ingin mengejeknya dibelakang, ya paling tidak jauhkan dulu ponsel itu dari bibirnya. Benar-benar bodoh kan Jimin itu.
"Jim." Desis Taehyung mengingatkan, jujur ia sangat lelah dengan kata-kata basa basi busuk yang sangat-sangat tidak berfaedah itu.
"Baiklah, untung aku orang yang baik hati, tidak sombong, dan tentunya pemaaf, jadi aku akan_"
"Park. Jimin." Desis Taehyung tajam dan menusuk.
"Hehe, mian."
Taehyung memutar bola matanya malas mendengar kekehan Jimin disebrang sana.
Jimin berdehem sebelum memulai pembicaraan yang lebih serius. "Ehm, aku tidak yakin apa yang aku katakan ini benar atau tidak, tapi saranku lebih baik kau mencari tahu dulu. Sebenarnya, Jisoo kembali ingin memilikimu itu, bukan karena ia masih mencintaimu. Tapi ada sesuatu yang ia sembunyakan."
Taehyung mengerutkan keningnya. Jisoo? Heh, tak disangkah anjing betina itu benar-benar lebih dari yang ia fikirkan. Sekarang Taehyung jadi yakin untuk segera membunuh gadis itu dari pada mengulur waktu, dan bisa saja dia mnyakiti Kilanya.
"Memang apa tujuanya?" Tanya Taehyung.
"Aku tidak tau pasti, yang jelas dia memiliki maksud tersembunyi. Karena dia adalah salah satu anak dari Mafia yang dahulu pernah menculikmu. Dan lagi Mafia itu telah dibebaskan dari penjara Lima bulan yang lalu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Psychopath Boy - KTH [END] ~BOOK 1~
Fanfikce#Rank 1 On Fanfiction (23,24,25-12-19) #Rank 2 On Fanfiction (10-05-2020) COMPLETED #MaknaeLine TAEHYUNG 18+ OTW REVISI! ***** "Dibunuh" laki-laki itu menyeringai. "Atau dijadikan pacar?" lanjutnya. mata kila membulat sempurna sedetik sebelum kesad...
![Psychopath Boy - KTH [END] ~BOOK 1~](https://img.wattpad.com/cover/157171833-64-k740571.jpg)