Chapter 34

3.9K 319 21
                                        

#Typo Everywhere

Happy reading



~Kevin Pov

Pagi ini aku latihan dengan tidak semangat, mengingat hubunganku dan Vale yang sudah benar-benar kandas.

Bagaimana bisa secepat itu Vale memiliki tunangan? Sedangkan aku disini baru saja ingin memperjuangkan hubungan yang renggang karena perbautan Lenira. Namun kesempatan itu sudah hilang mengingat Vale sudah ada yang mengikat.

"Woy, Pin!! Ngapa lo? Ngelamun mulu? Kemarin ayam tetangga gue ngelamun, trus sorenya udah nggak nafas"

Aku menoleh menatap Ihsan yang saat ini merangkul pundakku, "Mati?" tanyaku

Ihsan mengangguk, "Iya mati, kan disembelih sama yang punya" ujarnya disertai tawa yang membahana

Aku menatapnya aneh, emang lucu ya?

Aku melepaskan tangan Ihsan dari pundakku dan berjalan meninggalkannya untuk menuju Gelanggang

"PIN WOY!! TUNGGUIN, GUE MAU MENGHIBUR MALAH DITINGGALIN" teriak Ihsan yang tak ku hiraukan

Setibanya di Gelanggang, banyak yang menyapaku namun aku hanya diam.

"Lo kenapa lagi Vin?" tanya Koh Sinyo yang tengah menggunting senar raketnya

Aku menggelengkan kepalaku dan duduk di sebelah Rian yang tengah sibuk memaikan ponselnya.

"Dia lagi galau Koh" sahut Fajar yang tengah mengubek-ubek tasnya entah mencari apa

Aku diam tanpa berniat membuka suara

"Gue pergi ya?" pamit Rian mengantongi ponselnya di celana

"Kemana Jom? Nggak latihan?" tanyaku menatap Rian

Rian hanya tersenyum dan berlalu keluar dari Gelanggang begitu saja.

"Dia mau kemana sih?" tanyaku pada Fajar

Fajar mengedikan bahunya, " Nggak tau gue, palingan ada perlu di luar" sahut Fajar

Aku menganggukkan kepalaku pertanda paham

"Lo kenapa Pin? Daritadi gue nanya belum dijawab loh" ucap Koh Sinyo

"Lagi Badmood Koh" sahutku mengeluarkan Raket dari dalam tasku

"Badmood karena Vale udah punya tunangan Koh. Galau dia" sambar Fajar

"Vale tunangan?" tanya Koh Sinyo dengan raut wajah kaget

Aku mengangguk lesu, "Iya Koh, Kemarin malem gue ketemu dia sama tunangannya di Senci" jelasku

"Kok lo baru bilang sekarang?"

"Ya gimana mau bilang sama Koh Sinyo, orang kemarin kita kan libur latihan" ujarku

Koh Sinyo tersenyum, "Masih tunangan Vin belum nikah santai aja" ucapnya menepuk bahuku

"Udah yuk latihan" ajak Fajar

Aku hanya mengangguk dan mengekor dibelakangnya.

Dilatihan kali ini, aku tidak bisa fokus seperti biasanya. Jika biasanya aku bergerak lincah berlarian kesana kemari, namun tidak kali ini rasanya kakiku sulit untuk berlari.

"VIN, SIAP" teriak Koh Sinyo

Aku menoleh ke arah Koh Sinyo, "Apa Koh?" tanyaku linglung

*Tuckk*

Sebuah shuttlecock mendarat dengan kerasnya mengenai tulang hidung.

"Aduhh!!" pekikku dan memegang hidungku yang terasa perih, panas, dan sedikit ngilu.

Mon Amour [Kevin Sanjaya]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang