"Jika memang kamu ingin seperti itu,aku akan lakukan apa yang kamu mau ra..walaupun aku harus membiarkanmu pergi.."batin ardy
Tap..tap..tap..
Ardy berjalan lesu menuju rumahnya.melihat orang yang di cintainya tertawa bersama orang lain,ardy bisa apa selain hanya merelakannya.
"Bunda,ardy boleh minta sesuatu?"tanya ardy.
"Ya,asalkan permintaanmu wajar dan bunda bisa memenuhinya"jawab bunda lina.
"Bun..ardy ingin pindah...ardy tak betah lagi disini.."
"Loh,nak..kenapa?setau bunda kamu betah disini..bahkan ketika ayah dan bunda akan pindah dari sini,kamu mati matian membujuk agar tetap tinggal,bahkan rela tinggal sendiri disini"ucap bunda lina.
"Sekarang aku tak betah bun..."ucap ardy
"Kenapa..jujur aja nak..jika alasannya logis siapa tau mungkin keinginanmu akan terwujud."ucap bunda
"Nara bun.."ucap ardy sambil memeluk bundanya.dari kecil ardy memang anak yang manja.tak pernah ada yang disembunyikan dari kedua orangnya.hal kecil apapun ardy selalu memberi tahu kedua orang tuanya.
"Nara?knp dia?"tanya bunda.
"Nara sudah menikah bun...kemarin.."ucap ardy lirih.
"Hah?kamu becanda nak?nara kan masih kecil"ucap bunda.
"Tidak bun..ardy juga tak mengerti mengapa nara bisa menikah...bagaimana bisa keluarganya menikahkan nara yang masih kecil"
"Bunda tau nak..kmu sangat mencintai dia kan?awalnya ayah dan bunda menganggap cintamu mungkin hanya sekedar cinta monyet..tapi bunda lihat kamu memang setulus itu kepadanya...nak..setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya...mungkin ibu nara ingin nara tak salah pergaulan makanya dia menikahkan nara di usianya yang masih sangat muda.."ucap bunda.
"Yang membuat aku sedih..nara seakan akan memutuskan hubungan persahabatan kita bun..."ucap ardy.
"Mungkin dia tak ingin menyakitimu..jadi kamu ingin pindah karena ini?"tanya bunda.
"Iya..aku ingin melupakannya...menutup lembaran bersamanya bun.."
"Yasudah..bunda akan bilang pada ayahmu...ya mungkin sekalian pindah ke kota ayahmu bekerja..."
"Terimakasih bun.."ucap ardy.
×_×
"Buu nara pulangg...."teriak nara
"Assalamualaikum dulu nara!" Ucap fajar
"Hehehe..iya lupa"
"Assalamualaikum,bu..nara pulang..."ulang nara
"Waalaikumsalam..dari mana aja ra?...kamu tau gak fajar cemas..kamu udah berjam-jam gak pulang pulang.." ucap ibu sembari menghampiri nara.
"Hehehe...maaf bu...nara hanya bertemu ardy kok"jawab nara cengegesan.
"Matamu terlihat sembab,hidungmu juga merah..kamu habis nangis?"tanya ibu
"Aduhh buu...ini nara kelilipan,sakit banget jadi nangis deh.."
"Oh ya sudah.."
"Fajar,nara..besok kita ke bandung..pulang...fajar kamu ikut kita ya...kamu harus sekolah di bandung sambil jagain nara ya...gak apa apa kan?" Sambung ibu.
"Tak apa kok bu...nanti fajar akan pulang dulu untuk pamit sekalian mengurus surat surat..."ucap fajar.
"Buu...nara udah gede gak usah di jagain ah..nara gak suka.." rengek nara pada ibu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under The Night Sky
Teenfikcecinta tak terbalas itulah yang selalu nara alami,sedih satu kata yang selalu dirasakannya setiap mendengar orang yang di sukai nya tak bisa bersama dengannya.kehilangan,beberapa kali dia merasakanya.namun bersyukur selalu dia lakukan kepada tuhannya...
