"Kayak sinetron aja sii idup kamu ra,makanyakan jgn kebanyakan nonton film..jadi drama kan hidup kmu..sok sok an punya suami segala,hahahaha ."
"Ini nyata dy,bahkan kita sekamar tadi malam"
"Apa lagi ini ra?malam pertama maksud kamu?come on ra..jgn ekting ah..btw soal aku suka kamu,itu benar.aku pingin kamu jadi pacar aku,nara.."ucap ardy yang tak percaya dengan apa yang dikatakan nara.
"Sorry dy,gak bisa..aku sudah bersuami,sebego-begonya aku,se nakal nakalnya aku,aku gak akn berselingkuh.ikatan ini suci,ini buktinya dy.."ucap nara sambil memperlihatkan cicin nikahnya bersama fajar.
"Sumpah nara...kamu niat banget sampe beli cincin itu...udah ah cukup main mainnya..aku sebenarnya tau itu cuma akting,permainan biasa kamu kan,sama halnya seperti tahun lalu."
"Tahun lalu?"tanya nara,bingung mengingat apa yang terjadi di tahun lalu.
"Iya,mengenai jari mu yang patah itu"ucap ardy.
Flashback on.
Tap..tap..tap..tap...
"Ardyyyyy...huhuhuhu...sakit..."
teriak nara.
Brukk..nara terjatuh di rumah pohon yang telah nara,ardy dan ayah nya ardy bangun.
Mengetahui teriakan nara,ardy melihat dari atas pohon keadaan nara.melihat tangan nara yang penuh darah,dengan tergesa dia turun dari atas pohon hingga nyaris terjatuh karna dia tak berpijak dengan benar.
"Naraa...apa yang terjadi dengan tangan mu?" Tanya ardy dengan suara yang terdengar khawatir.
"Ar..dy..hiks..hiks..jariku patah.." jawab nara tak henti hentinya menangis.
"Knp bisa...aduh bagaimana ini,aku tak punya obat merah atau apapun itu..apa yang harus kulakukan?" Jawab ardy.
"Aku tersandung"
"Hah?"
"Tersandung oleh cintamu..eaks..hahahahah bagus tidak aktingku?hahah..becada..heheh"jawab nara dengan tawa yang tiada henti,sambil memamerkan jari jari nya yang baik baik saja.melihat itu ardy kesal hingga tak mampu untuk mengatakan apa apa dan langsung pergi kerumah pohon.kemudian nara menyusul ardy
"Oh..ayolah ardy..ini hanya bercanda..ini cuma pewarna makanan!"ucap nara sembari menjelaskan cairan warna merah seperti darah itu,padahal ardy tak menanyakan apapun.
"Ardyyy...jangan marah yaa..please..maaf...aku kira ini akan mengasikan..maaf."ucap nara dengan penyesalan.
Melihat nara yang tertunduk membuat ardy tak tega melihatnya.kemuadian ardy memengang lengan nara dan mengajaknya turun dari rumah pohon.tepatnya mengajak nara ke pinggir danau untuk mencuci tanganya.
"Cuci tanganmu,dan jangan lakukan ini lagi ok..aku benar2 panik." Ucap ardy dingin.
"Okay.."
Flashback off
"Oh..untuk kali ini nggk ardy..ini serius.."ucap nara
Ardy memandang nara dengan dalamnya.
"Oh gitu..tapi ra...soal emm...perasaanku..itu benar2 nyata..benar2 ada.."ucap ardy
"Hmm..tapi maaf dy aku gak bisa..aku pulang dulu..maaf kalau aku membuat pertemuan kita setelah berbulan bulan lamanya menjadi kacau..aku akan pulang..semoga sukses dy..aku harap kita bertemu lagi.."ucap nara sambil melenggang pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under The Night Sky
Roman pour Adolescentscinta tak terbalas itulah yang selalu nara alami,sedih satu kata yang selalu dirasakannya setiap mendengar orang yang di sukai nya tak bisa bersama dengannya.kehilangan,beberapa kali dia merasakanya.namun bersyukur selalu dia lakukan kepada tuhannya...
