Sepulangnya fajar dari rumah nenek iva,pikirannya terus berkelana kesana dan kemari.
"Nikah ya?" Batin fajar
Fajar menghampiri ibunya yang tengah meminum teh sembari memandang senja kala itu.
"Bu..tadi siang nenek iva meminta tolong kepada fajar,ibu sudah tau mengenai perjodohan fajar dengan nara?"tanya fajar sembari duduk lalu menyeruput teh hangat yang sedari tadi di bawanya.
"Oh..iya,bunda iva sudah bilang sama ibu ingin menjodohkanmu dengan nara,cucunya" balas ibu dengan santai seakan itu bukan masalah besar.
"Lantas,fajar harus bagaimana?" Fajar kembali bertanya kepada ibunya.
"Semua keputusan ada padamu,ibu tidak memaksa kamu harus menerimanya..sebelumnya ibu sudah membicarakan ini dengan bapak,bapak pun demikian."ucap ibu masih dengan santai.
"Bu,jika fajar menerima atau menolak perjodohan ini apakah ibu tidak akan menganggap fajar sebagai anak lagi?jika fajar menerima,mungkin ibu akan kehilangan salah satu beban hidup ibu dan hidup dengan tenang kemudian melupakan fajar karena kemungkinan besar fajar tak akan tinggal lagi bersama kalian...begitu pula jika fajar menolak,mungkin ibu akan malu setengah mati karena keluarga nenek iva adalah keluarga yang berperan penting dalam pendirian panti ini...fajar tau,ibu dan bapak saat ini tengah ragu,antara harus menerima perjodohan ini atau tidak..benarkan bu?" Ucap fajar dengan nada tenangnya seakan akan kalimat yang di ucapkannya bukanlah apa apa,namun tidak dengan ibu,perkataan fajar amat menohok hatinya seakan akan perkataan itu adalah mutlak sepenuhnya.
"Kok kamu bisa berfikiran seperti itu?"tanya ibu dengan sedikit menaikan nada bicaranya.
"Ya,fajar juga tau bu...keluarga nenek iva sudah ibu anggap sebagai keluarga ibu sendiri kan?kalo sisanya sih random aja hehe"balas fajar dengan kekehannya.
"Hmmm...kamu memang benar ibu dan bapa saat ini sedang ragu,tidak bisa memutuskan masalah ini dengan mudah bagaimanapun juga ini adalah hal yang menyangkut masa depanmu..dan soal tidak menganggapmu sebagai anak,ibu dak bapak tidak pernah mempunyai fikiran demikian..seperti yang ibu katakan tadi bapa dan ibu menerima penuh semua keputusanmu." Ucap ibu sedikit terbawa suasana.
"Setelah fajar pikir,memang akan lebih baik fajar menerima pejodohan ini..tapi ibu sendiri tahu,fajar baru aja lulus smp,kalo fajar nikah fajar gak bisa sekolah dan begitupun dengan neng nara...dan bukankah secara hukum pernikahan di bawah umur itu tidak sah.."
"Nak,keluarga bunda iva bukan keluarga kuno yang akan membiarkan cucunya tidak melanjutkan pendidikan..tenang saja bunda iva bilang,jika kamu menerima pernikahan ini maka kamu harus ikut bersama nara,kemanapun nara pergi kamu harus ikut...sebenarnya tugasmu hanya melindungi nara dari pergaulan yang bebas,dan pernikahan hanyalah formalitas saja...kamu tahu sendiri masyarakat saat ini mulutnya gak pernah di filter,banyak ngegunjing orang...dan soal hukum tenang saja...itu bisa di atur,bunda iva punya kenalan orang hukum." Ucap ibu dengan nada santai kembali.
"Ya kalo memang seperti itu..fajar mau dijodohkan"ucap fajar.
"Syukurlah kalo memang itu keputusanmu,habis lebaran kamu nikah..sudah tau?"tanya ibu.
"Iya bu,fajar tau...tadi nenek iva kasih tau"
"Nah mari kita kabari keluarga bunda iva,dan mempersiapkan pernikahanmu"ucap ibu dengan senyuman terbaiknya dan di balas anggukan oleh fajar.
Keputusan yang singkat untuk menentukan pernikahan bukan?ya itu lah fajar,jika mengenai kebahagiaan orang yang di kasihinya ia tidak akan berfikir panjang.
Beberapa bulan setelah itu fajar sibuk mempersiapkan acara pernikahannya,disisi lain calon istrinya bahkan tak tahu ia akan menikah.keluarga nenek iva memang merahasiakan pernikahan itu dari nara.nenek iva juga meminta satu permintaan lagi kepada fajar.setelah menikah fajar harus memanggilnya oma,ya mungkin agar lebih terasa kekeluargaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under The Night Sky
Teen Fictioncinta tak terbalas itulah yang selalu nara alami,sedih satu kata yang selalu dirasakannya setiap mendengar orang yang di sukai nya tak bisa bersama dengannya.kehilangan,beberapa kali dia merasakanya.namun bersyukur selalu dia lakukan kepada tuhannya...
