23. really! i lost u..

14 2 2
                                        

Max menarik nara keluar dari tenda dadakan itu.

"Apa si?"ucap nara agak kesal dengan perlakuan max yang menariknya tiba tiba.

"Kamu...hoshh...kamu kenal fajar pratama kusuma?kamu siapanya fajar?jangan bilang fajar adalah pria yang aku bawa bersamamu tadi malam?ayoo jawab" ucap max sembari mengguncang guncang tangan nara.

"Ngapain kamu nyari fajar?"tanya nara dengan tatapan bingung sekaligus dingin.

Max memberikan tatapan frustasinya sambil mengacak ngacak rambutnya yang lurus rapih itu. Kemudian max berlari menunju tenda yang berisi sisa korban akibat kecelakaan pesawat itu karena sejak siang korban sudah mulai di bawa ke sebuah kota pinggir pantai yang ada di maluku utara.

Max dengan tergesa gesa bertanya kepada petugas yangmenjaga tenda itu ttg keberadaan fajar. Setelah mengetahui lokasi fajar max dengan segera mendekati fajar dan membuka tas yang biasanya dipakai untuk membungkus orang yang sudah tak bernyawa.

Seketika tangisan max pecah melihat sahabat kecilnya yang menghilang sejak kecil gara gara dirinya kini sudah tak bernyawa. Ia masih takpercaya dengan apa yang tengah dilihatnya,kemudian ia membuka dompet fajar yang disimpan diatas tubuhnya yang sudah tak bernyawa.

Saat membuka dompet milik sahabat kecilnya itu ia langsung mendapati foto pernikahan nara dan fajar yang saat itu masih kecil. Dua remaja dini yang tertunduk malu malu,lucu..pikir max saat itu. Kemudian max mencabut kartu tanda kependudukan yang ada di dompet itu.

" fajar pratama kusuma... 20 juli 20××...menikah...golongan darah O..." ucapnya sembari membaca KTP itu.

"Ini fajar,wajahnya mirip seperti saat dia masih kecil walau bertambah tua,tapi aku masih mengenalinya...tapi kenapa tanggal lahirnya beda?" Ucapnya seakan akan bertanya kepada seseorang yang padahal tidak ada siapa siapa selain petugas yang berjaga. Namun air mata seakan akan tak mau kunjung berhenti mengalir dari pelupuk mata pria tampan itu.

Disisi lain,nara menyadari sesuatu...di akhir hayatnya fajar mengucap nama maximillion... apakah maximillion adalah max pilot yang tak cakap hingga pesawat yang tumpangi mereka jatuh dan membuat nara kehilangan orang yang paling disayanginya?ia bertanya tanya di di dalam hatinya..seketika amarahnya memuncak membuat nara dengan segera berlari menunju tenda yang dimasuki max tadi.

"Maksud lo apaa?" Ucapnya sembari mengambil dompet yang sedari tadi berada di tangan max dengan kasar. Nara sempat tertegun ketika max dengan spontan mengadahkan kepala melihat ke arah dirinya, ya..max tak sengaja menujukan sisi rapuh dalam dirinya.

"Gue tanya maksud lo apa hah?lo gak punya sopan santun atau gimana?kenapa lo buka buka barang orang,orang yang secara gak langsung udah lo bunuh" ucap nara seakan akan menghakimi max sendiri dengan ucapannya. Setelah menyelesaikan ucapannya itu nara langsung tertunduk dan air mata yang sedari ditahannya kini tak bisa ia tahan lagi. Begitu pula dengan max yang dari tadi tak berhenti menangis kini semakin menjadi jadi.

"Kenapa lo bunuh fajar kesayangan gue?kenapa lo bunuh dia?kenapa gue sama fajar harus naikin pesawat yang lo supirin kenapaa?hiksss..."ucap nara sembari memukuli max dengan segenap emosi yang selalu ia tahan tahan seharian ini.

Keadaaan seakan memaksa max menenangkan nara dengan pelukannya,hal itu sedikit membuat nara terkejut dan merontaronta ingin dilepaskan dari pelukan orang yang saat ini paling dibencinya,orang yang telah menghancurkan keluarga kecilnya yang baru saja ingin ia bangun bersama lelaki terhebat dalam hidupnya. Namun untuk sesaat nara kembali tenang dan tak memukuli max lagi tapi tetap saja air mata terus mengalir dari pelupuk mata perempuan lemah itu.

Under The Night SkyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang