🍳🍳
Emosimu membuatku mengerti bahwa sebenarnya aku yang salah menilaimu
Kevin Albano Fahriz
🍳🍳
"MAAFIN Karin, kak."ucap Karin menyesal.
"Terus gimana dong?"tanya Nita bingung.
"Karin sebenarnya mau aja tetep jadi Belle. Tapi, kayanya anak-anak yang lain gak bakal setuju lagi."
"Lo bener, sih. Yaudah nanti gue cari solusi aja. Yang sabar ya, Rin. Semangat!"
"Makasih, kak."
"Yaudah, gue pulang dulu."ucap Nita lalu pergi.
"Gue gak jadi ikut drama, ah. Lo aja nggak ikut!"ujar Ana ngambek.
"Gue juga enggak deh."timpal Mita.
"Kalau kalian mau ikut tinggal ikut aja. Karin nggak papa kok."ucap Karin.
"Nggak ah, kalau lo ikut kita baru mau ikut."
"Iya."Mita menyetujui. Karin mengangguk kecil.
"Rin, kita berdua pulang dulu, ya? Lo nggak papa kan nunggu di sini sendiri?"tanya Ana sambil menunjuk halte ini.
Karin terlihat berfikir.
"Eh, Karin ikut aja. Karin mau ngambil sesuatu di rumah."
"Oke."
Saat itu juga angkutan umum pun berhenti di depan halte. Segera, Ana dan Karin pun melangkah masuk ke dalam angkut.
"Duluan, Mita!"seru Karin dan Ana sambil melambaikan tangannya. Mita menangguk sekilas. Kemudian, ia pun naik ke angkutan dibelakang yang berbeda arah.
Dalam perjalanan mereka sibuk dengan ponsel masing-masing. Namun, lama-kelamaan Karin menjadi bosan dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
Matanya terbelalak ketika melihat Kevin yang berkendara persis di samping angkutan. Ingin sekali Karin berteriak memanggilnya. Namun, ia tak mungkin melakukan itu. Alhasil, ia hanya bisa melihatnya dalam diam.
Ketika lampu merah dan angkut pun berhenti. Begitu pula dengan Kevin. Lalu, Kevin menoleh pada angkutan itu. Lebih tepatnya pada Karin. Karin tersentak. Rasanya jantungnya berdegup seratus kali lebih cepat ketika mata itu bertemu dengannya.
Karin berniat tersenyum dan mengatakan 'hai' tanpa suara. Akan tetapi, sebelum itu terjadi Kevin sudah memalingkan wajahnya acuh.
Ia kecewa.
"Kenapa, Rin?"tanya Ana bingung.
"Nggak papa."jawab Karin sambil tersenyum.
"Btw, lo mau ngambil apa di rumah?"tanya Ana.
🍳🍳
Karin memetik senar gitarnya perlahan.
Seems like it was yesterday,
When I saw your face
Karin menutup matanya dan menghela nafas.
You told me how proud you were
But, i walked away
If only i knew
What i know today
Oh,
KAMU SEDANG MEMBACA
KARIN✔
Teen Fiction[TEENFICTION] 15+ 🅔🅝🅓 { 𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙪𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙣𝙜𝙖𝙝-𝙨𝙚𝙩𝙚𝙣𝙜𝙖𝙝. 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙤𝙗𝙡𝙤𝙠, 𝙮𝙖𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙜𝙤𝙗𝙡𝙤𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙟𝙖} Dari pertanyaan rutin yang Karin, si bocah lontarkan...
