(44) Ih Kaget!

1.5K 66 0
                                        

🍳🍳

Tau gini, harusnya aku lebih sering-sering minta kamu bilang sayang.

Karina Valenssia

🍳🍳

KEVIN benar-benar menuruti keinginan gadis itu untuk membuatkannya telur mata sapi setengah matang. Hanya dalam beberapa menit ia sudah menghabiskan telur itu. Karin benar-benar kembali semangat karena Kevin. Dia seperti mendapatkan mainan baru.

"Mama.. Kak Sung jahat!" Teriak Karin kesal. Sungut menjulurkan lidahnya tak peduli.

Karin memungut semua catur dari atas papan lalu melemparkannya pada Sungut.

"Curang!!" Teriaknya geram.

"Heh!! Jangan di lemparin ntar siapa yang beresin!!" Seru Sungut sembari menghindar.

"Elo lah," jawab Kevin sembari bermain game di ponselnya. Mereka berada di ruang keluarga rumah Sungut. Tadinya, Sungut dan Karin bermain catur sedangkan Kevin duduk di samping Karin dengan ponsel yang sudah menempel di tangannya.

"Kak Kevin.. Kak Sung curang!" Adu Karin pada Kevin yang masih fokus pada game. Kevin hanya berdehem tapi terus fokus pada game.

"Kak Kevin.." Karin menarik-narik tangan Kevin membuat Kevin kehilangan fokus pada gamenya.

"Apa?" Kevin akhirnya menoleh.

"Hukum Kak Sung!" Seru Karin.

Sungut yang sedang memungut beberapa bidak di bawah meja langsung berdiri. Hingga tak sengaja kepalanya terbentur meja.

"Anjing!" Umpat Sungut sembari mengelus-elus kepalanya.

"Mama!! Kak Sung bilang kasar!!" Teriak Karin. Lagi-lagi ia mengadu pada Arum.

"Heh, bocah diem lo!" Sungut melemparkan bantal pada Karin namun mampu Kevin tangkap.

"Jangan main lempar-lempar." Kevin menatap Sungut tajam. Sungut mendengus.

"Perasaan dirumah ini gue selalu dibully. Minggat ah!" Ucapnya kesal. Karin tertawa geli melihatnya. "Ngapain ketawa?!"

Karin langsung diam.

"Kak Kevin.. Kak Su-"

"Ngapain sih bentak-bentak?" Sinis Kevin membuat Sung membelalakkan matanya.

"Papih belain Karin? Sung sedih loh!" Ucapnya sok melow. Karin menatap Sung malas.

"Kak Kevin.. main aja yuk! Karin males sama tukang curang kaya Kak Sung!"

"Curang apanya?! Karin aja yang gak bisa main!"

"Karin bisa main!!"

"Nggak bisa! Masa kuda sekali jalan langsung lompat sepuluh kotak! Nggak boleh lah!"

"Ih!! Boleh!! Kak Kevin.. boleh kan?" Tanya Karin pada Kevin yang kembali menyibukkan diri.

"Boleh." Jawab Kevin tanpa menoleh.

"Tuh!" Karin menjulurkan lidahnya lagi.

"Serah deh!"

"Kak Kevin.. ayo main aja.." Karin menarik-narik tangan Kevin lagi. Namun, Kevin hanya berdehem sebentar.

"Sukurin." Ejek Sungut.

"Kak Kevin sayang Karin kan?" Tanya Karin kesal. Kevin menghela nafas lalu menoleh.

"Iya, Karin sayang." Katanya dengan wajah datar namun respon Karin sungguh di luar dugaan. Ia menjerit senang.

"Yaudah, ayo main!!"

KARIN✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang