Ini adalah pengalaman terbaik selama hidupku.
Berbulan madu bersama Joohyun adalah segalanya; setiap menit dan detik yang aku habiskan bersamanya terasa sangat berharga.
Mungkin terdengar berlebihan, tapi itulah yang aku rasakan setelah menikah dengannya; setiap momen adalah keajaiban.
Dan untuk sebentar saja, rasanya kami tidak bisa untuk saling diam dengan jarak sedikitpun. Aku dan Joohyun sama-sama selalu ingin saling menyentuh, saling berdekatan, dan tidak pernah berpisah sedikitpun.
Seperti sekarang; hari sudah pagi dan matahari semakin meninggi namun kami berdua masih belum mau keluar dari tempat tidur.
Aku hanya berbaring, bermalas-malasan bersama Joohyun disampingku; saling tersenyum dari waktu ke waktu dan berbagi ciuman panjang.
Wajahnya yang polos di pagi hari dengan mata yang sedikit sembab karena masih mengantuk, bibirnya yang terlihat pink alami; adalah pemandangan pertama yang aku lihat setiap hari.
Namun aku jatuh cinta lagi dan lagi...
"Apa yang kau pikirkan?" Joohyun bertanya dengan suara paraunya; berbaring menyamping saling berhadapan denganku lalu terkekeh pelan. "Kau tersenyum terus sedari tadi."
Mendengar ucapannya membuatku tertawa, aku menggelengkan kepala lalu menatapnya lembut.
"Kau," jawabku dengan senyuman malu. "Aku memikirkanmu."
Kulihat matanya berputar bosan namun senyuman malu juga terukir di bibirnya, Joohyun bergeser semakin dekat kearahku lalu menangkup satu pipiku lembut.
"Tapi aku ada disini bersamamu," ujarnya dengan senyuman yang kali ini terlihat manis. "Kau tidak perlu memikirkanku."
"Mianhae, hanya saja... semua ini terasa terlalu indah untuk terjadi." aku melirih, menggenggam tangannya diatas pipiku lalu menautkan jemari kami. "Terlalu indah."
Tatapan Joohyun melembut, ia membalas genggaman tanganku dan iapun mendekat; mengecup bibirku singkat lalu kembali sedikit menjauh.
"Berhenti bersikap emosional. Ini semua nyata, arrasseo?" ia terkekeh lalu mencium bibirku lagi.
Aku tertawa, lalu mengangguk. Joohyun tersenyum untuk terakhir sebelum memelukku erat dan menenggelamkan wajahnya dalam ceruk leherku.
"Jaa, kemana kita akan pergi hari ini?" tanyaku sembari balas memeluk tubuh rampingnya yang terasa kecil diantara kedua lenganku; mengecup pucuk kepalanya dan memainkan helaian rambutnya yang kusut.
Joohyun bergumam; menggetarkan permukaan leherku sebelum menjawab- "Aku malas keluar, bisakah kita tinggal disini seharian?"
"Aigoo, dasar kelinci pemalas." ejekku. "Kau tahu kau harus menggerakkan tubuhmu, kan?"
"Hmm~"
"Berjalan-jalan setidaknya akan membakar sedikit kalori."
"Kudengar ciuman akan membakar lebih banyak kalori," ia tiba-tiba menyahut lalu mengadahkan kepalanya untuk menatapku.
Joohyun menggigit bibir bawahnya, obsidiannya berkilat genit, rambutnya berjatuhan dan dengan konyolnya; ia terlihat effortlessly sexy.
"Dan kau tahu apa yang akan jauh lebih banyak membakar kalori?"
"....."
"... Olah raga ranjang."
Panas. Rasanya pipiku terbakar dan jantungku berdenyut sedikit lebih cepat. Joohyun tersenyum lebar melihat reaksiku, lalu tertawa kemudian.
KAMU SEDANG MEMBACA
[M] Into You 2
Fiksi Penggemar⚠MATURE CONTENT [gxg, NC] "A little less conversation and a little more touch my body."
![[M] Into You 2](https://img.wattpad.com/cover/181388060-64-k22526.jpg)