Part 11

7.3K 222 1
                                        

•••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••••


Ava bangun sambil mengerjapkan matanya sedikit demi sedikit mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk melalui celah gorden kamarnya.Perutnya terasa berat,ternyata ryan memeluknya dari samping.Sekilas kejadian kemarin terasa teringat jelas diotak cantik milik ava.

Ava beranjak dari tidur dan menyingkirkan tangan ryan yang ada diperutnya tanpa membangunkannya.

Ava bergegas mandi setelah badannya merasa lebih enak digerakan.Seperti biasa ava memasak sarapan walaupun sedang marah tapi ava tetap membuat sarapan untuk suaminya.

"Va"Ucap ryan masih memejamkan mata sambil memeluk ava dari belakang.Ava hanya diam,sorot matanya terlihat kekecewaan.

"Va,kamu masih marah sama aku?"Tanya ryan.

Ava hanya menggelengkan kepalannya tanpa berniat menjawab pertanyaan suaminya.

"Va jangan diemin aku dong"Ucap ryan sambil membalikan badan ava.Ava hanya tersenyum kecut menatap ryan.

"Apa"Ucap ava lirih sambil memejamkan matanya,tanpa disuruh matanya sudah mengeluarkan air mata yang sejak tadi dibendungnya.Ryan dengan sigap menghapus air mata ava dan memeluknya erat.

"Maaf,maafkan aku"Ucap ryan terdengar lirih ditelinga ava.

Ava hanya terisak tanpa membalas pelukan suaminya.Ryan terdiam karena ava tidak mau membalas pelukannya.

Ava melepaskan pelukannya dari tubuh ryan"Udah sana kamu mandi terus sarapan"Ucap ava sambil menghapus air matanya pelan dan menatap ryan datar.Ryan yang ditatap datar hanya bisa memperlihatkan mata sayunya berharap ava luluh tapi ternyata hanya sia sia.

Ryan hanya mengangguk,kakinya berjalan pelan meninggalkan dapur yang ada istri cantiknya itu.Ava duduk dikursi dapur dan lagi lagi menangis dalam diam.

Seperti biasa juga mereka berangkat bersama tapi bedanya yang biasanya suasana rame didalam mobil kini digantikan suasana hening dan canggung.

Ava turun dari mobil tanpa berniat menyalami tangan ryan,hanya diam dan memandang ryan datar yang ia bisa saat ini,mata sayu,bibir kelu,air mata juga terasa sudah habis terkuras.

Ava membiarkan ryan menjadi orang yang bertanggung jawab menyelesaikan masalahnya dengan rose.Ava berjalan menuju ke kelas meninggalkan ryan dimobil.

Sedangkan ryan menatap ava dengan senyum kecut"Aku harus menyelesaikan masalah ini,semua gara gara si rose"Gumam ryan pelan kemudian beranjak menuju ke kelasnya.

Istirahat...

"Woi va,diem diem bae"Ucap letta.

"Ngopi ngapa ngopi"Ucap ava sambil tertawa kecil tapi sorot matanya tetlihat kekecewaan.Letta yang melihatnya hanya bisa menghibur ava dengan candaannya.

"Yok dah ke kantin,aku laper"Ucap letta menggandeng tangan ava.

Mereka akhirnya ke kantin bersama.

"Mau makan apa tuan putri"Ucap letta menyodorkan menu makanan ke arah ava sambil terkekeh pelan.

"Ah pangeranku ini bisa aja deh"Ucap ava ikut terkekeh.

"Dikira aku cowo kali ya"Ucal letta cemberut sedangkan ava tertawa sedikit keras.

Dipojok kantin terlihat ryan sedang minum jusnya dan sekilas melihat ava tertawa,hatinya sedikit lega melihat semua itu.Setidaknya ava masih bisa tertawa walaupun bukan karena dirinya.

Bel istirahat berbunyi dan semua murid bergegas menuju ke kelas masing masing untuk memulai pelajaran hingga pulang.

Pulang...

Ava sedang berjalan menuju ke parkiran tapi tiba tiba tangannya ditarik ke arah gudang oleh seseorang.

"Lepas,lepaskan aku,aku mohon"Ucap ava memohon,tangannya terikat bersamaan juga kakinya sama sama terikat.

"Kamu siapa?kenapa kamu culik aku seperti ini?apa masalahku sama kamu"Ucap ava sambil menangis.

"Diem!"Bentak seseorang dari kegelapan karena cahaya digudang juga samar samar jadi ava tidak terlalu jelas melihat jika dari jarak sedikit jauh.Kemudian orang itu mendekat ke arah ava.

"Hei,kita ketemu lagi disini"Ucap rose,ya orang itu adalah rose musuh ava disekolahnya.

"Kau,mau kau apakan aku?"Tanya ava takut karena rose sedang memegang pisau.

"Jangan mendekat"Bentak ava  disisa tenaganya yang masih ada,tapi kenyataannya rose semakin mendekat dan terus dekat hingga ava menjadi semakin takut..

"Dasar bitch perebut milik orang"Desis rose sambil memainkan rambut ava.

"Lo tau apa salah Lo bitch"Bentak rose menjambak rambut ava keras.Ava hanya meringis dan menggelengkan kepalanya pelan.

"Awsss" Ringis ava.

Rose kemudian menjambak lebih keras lagi dan melepaskan jambakannya keras sehingga terdapat beberapa helai rambut ikut digenggaman telapak tangan rose.

"Lo itu udah merebut ryan dari gue,gue udah mencoba menanti ryan sejak masih smp tapi lo malah nikah sama ryan,gue mencoba menggodanya tapi tetap saja ditolak dan itu gara gara lo,DASAR JALANG!"Bentak rose.

Plak,rose menampar pipi kanan ava.

Plak,rose menampar pipi kiri ava.

Plak,terakhir rose menampar pipi kanan ava lagi dengan keras hingga bagian sudut bibir ava tersobek sedikit.

Ava pasrah,tubuhnya mati rasa,menangis dan meringis yang bisa ia lakukan sekarang,tak bisa melawan karena energinya terkuras.Hingga rose semakin mendekat dengan menggenggam pisau ditelapak tangan kanannya.Ava memejamkan matanya berusaha berteriak tapi suaranya terasa tercekat ditenggorokannya jadi diurungkan niatnya.

"gue harus bunuh lo biar ryan jadi milik gue"Ucap rose terus mendekat,ava hanya memejamkan matanya erat,tapi ketika akan menancapkan pisau ke tubuh ava pintu di dobrak dengan keras.

Brakkkkk

Jangan lupa vote n coment

Ava Dan Ryan(Completed✔)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang