Part 33

5K 125 2
                                        

Ceklek

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ceklek

Ava mematung ditempatnya,air mata turun,badannya mulai gemetar,sambil memegang perutnya dan mundur beberapa langkah.Mulutnya memanggil manggil nama"Ryan"....

•••••

"Ryan"Panggil ava pelan sambil menangis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ryan"Panggil ava pelan sambil menangis.

Air matanya turun begitu saja ketika seorang wanita mendekat ke arahnya.

"Kita bertemu lagi bitch!"Ucap wanita itu.

"Kamu-mau apa kamu datang kesini?"Tanya ava sambil bergetar.

"Bukankah masalah kita belum selesai bitch"Ucap rose,ya itu rose.

"Gue akan menghancurkan hidup lo"Ucap rose menekankan ucapannya sembari terus mendekat ke arah ava,ava reflek mundur.

"Jangan!jangan apa apakan aku dan anakku"Ucap ava sambil menangis.

Rose kini meneliti ava dari atas sampai bawah,dirinya baru sadar jika ava tengah hamil.Tak tanggung tanggung ross langsung mengeluarkn pisau disakunya.

"Jangan lakukan itu,aku mohon"Ucap ava memohon sambil menangis.

"Tak akan semudah itu,kini gue akan menghabisi lo dan anak sialan lo"Ucap rose terus saja mendekat,ava mundur hingga badannya menempel ditembok,oh god dirinya sudah terpepet.

"Aku mohon jangan lakukan itu,mau kamu apa?"Tanya ava yang maaih setia memegangi perutnya,mencoba melindungi anaknya.

"Gue mau lo jauhin ryan dan serahin ryan ke gue"Ucap rose dengan memainkan pisaunya didepan ava.

"Ngga,ngga mau,aku butuh ryan"Ucap ava lirih.

"Yaudah kalo ngga mau,selamat tinggal"Ucap rose sambil mengacungkan pisaunya ke perut ava.

Ava sudah keringat dingin,badan gemetar,air mata terus melaju,matanya menangkap sebuah botol kaca,dan tak lama ava meraihnya dengan mudah karena botol kaca itu ada disampingnya dan tanpa rose tahu itu.

Rose sudah akan menancapkan pisau keperut ava,tapi dengan sigap ava menangkis pisau tersebut hingga tergoreslah lengannya,darah mengucur sedikit deras,tapi ava kuatkan.Tangannya mulai mengayunkan botol ke arah rose dan..

Prang

Botol itu pecah mengenai dahi rose,rose langsung pingsan dengan darah semakin mengucur didahinya.

Ava menangis dan badannya seketika lemas,kemudian ava bersimpuh dilantai dengan darah ditangannya,disisa kesadarannya ava terus saja memanggil ryan dengan pelan,tak lama avapun ikut pingsan disamping rose.

Dilain tempat,seorang pemuda tak mendengar keributan apapun dibawah,karena kamarnya kedap suara.

"Va,ava?"Panggil ryan sambil menguap.

Matanya terbuka sedikit demi sedikit,setelah sempurna terbuka,matanya menyusuri kamar untuk melihat apakah ada istrinya atau tidak,nyatanya tidak.

Ryan bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah dapur,tapi belum sampai ryan menginjak tangga yang paling bawah,matanya langsung melotot melihat pemandangan didepannya.

Avanya yang terbaring lemah dengan darah mengucur ditangannya,dan juga ada rose yang dahinya berdarah,rumahnya kini bagaikan lautan darah.Barang barang berjatuhan seperti kapal pecah.

Tanpa menunggu lama,ryan langsung mendekap tubuh ava dan membawanya kerumah sakit,meninggalkan rose yang masih terbaring,biarlah nanti ia panggilkan ambulan yang terpenting ava selamat.

Ryan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata,yang ada dipikirannya yang terpenting ava dan anaknya selamat.

Sesampai dirumah sakit,ryan langsung memanggil dokter.

"Dokter dokter tolongin istri saya"Ucap ryan yang menggendong ava.Ava langsung dibaringkan dibrankar dan dibawa ke UGD oleh dokter.

Ryan hanya bisa pasrah dan berdoa untuk keselamatan istri dan anaknya.

Jangan lupa vote n coment.

Ava Dan Ryan(Completed✔)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang