Part 12

6.6K 216 1
                                        

•••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••••

Flashback on

Terlihat seorang laki laki sedang bersandar dimobilnya,sesekali lelaki itu melirik jam dan ponselnya bergantian berharap jika ponselnya ada panggilan masuk.

Ryan,ya laki laki itu adalah ryan.Kakinya bergerak tak tenang karena sudah menunggu ava hingga satu jam.Karena tak tahan akhirnya ryan mencoba menyusul ke kelas ava.

Sesampainya dikelas,tidak ada siapapun bahkan sudah kosong, karena ryan juga tau kalau ini jam pulang sekolah,tapi hatinya resah dan khawatir oleh keadaan ava.

"Eh mang ujang kebetulan lewat,liat ava ngga?"Tanya ryan.

"Ah ava yang kelas 11 Ipa A itu ya?"Ucap mang ujang penjaga sekolah itu.

"Iya liat ngga?"Tanya ryan lagi.

"Ngga den,saya juga tadi udah memeriksa seluruh kelas kok ngga ada siswa yang tertinggal"Ucap mang ujang.

"Ouh iya udah makasih ya mang"Ucap ryan sambil menepuk bahu mang ujang.

"Sama sama atuh den,yaudah ntar kalo butuh bantuan panggil mamang aja den"Ucap mang ujang melenggang pergi meninggalkan ryan yang tampak khawatir.

Diperjalanan mencari ava,ryan tak sengaja mendengar orang ngomong diperpustakaan.

Awalnya mau ditinggalkan tapi siapa tau ini tentang ava ternyata dugaannya benar.

"Eh lo tau ngga?Rose tuh lagi sekap ava cupu itu digudang tau"Ucap cewe yang satu.

"Ah iya gue juga tadi liat rose ke gudang membawa pisau"Ucap cewe satunya lagi dengan bergidik ngeri.

Ryan yang mendengar itu langsung pergi ke gudang.Mencoba mendobrak tapi terasa terkunci dari dalam. Tapi ryan tak putus asa hingga pintu didobrak keras menimbulkan pintunya rusak.

Brakkkk

Flashback off

Rose yang kaget spontan menusuk perut ava karena kaget mendengar suara dobrakan pintu dan rose mundur beberapa langkah kemudian lari ntah kemana ryan tak peduli.Yang ia peduli wanitanya,istrinya,ibu dari anak anaknya kelak terluka parah.

Darah mengalir dari perut ava,ava hanya meringis,samar samar ava mendengar ryan berbicara dengan air mata yang sudah mengalir deras.

"Ry..An.."Ucap ava lemah mencoba mengusap pipi ryan yang sudah basah oleh air mata sambil memejamkan matanya,tanpa menunggu lama ryan langsung menggendong ava ala bridal style menuju ke rumah sakit.

"Dokter suster,tolongin istri saya"Teriak ryan di seluruh koridor rumah sakit.

Dokterpun pada berdatangan menuju ruang operasi.

"Maaf tuan,anda tidak boleh masuk"Ucap suster memberi pengertian kepada ryan.

"Arrrgghh persetan sama aturan sini,pokoknya aku mau masuk"Ucap ryan tetep kekeuh menerobos pintu masuk.

"Maaf tuan,anda tetap tidak boleh masuk"Ucap suster kemudian menutup pintu UGD rapat rapat.

Ryan hanya bisa terduduk lemas dilantai,air mata turun setetes demi tetes hingga akhirnya hanya terdengar isakan yang nyaring ,tak lama kemudian mamah papa ava,bang el,dan ayah bundanya ryan datang dengan tergesa gesa.

Ryan yang melihat bundanya datang langsung memelukny erat bahkan menangis.

Bang el hanya bisa duduk dan lemas ditempatnya,berdoa dan berharap untuk kesembuhan adiknya adalah yang ava butuhkan saat ini.

Mama ava bahkan udah pingsan dan papa ava langsung membawa istrinya yang pingsan itu untuk beristirahat.

"Bun,ava bun ava"Ucap ryan sambil terisak isak.

"Sttt ava anak kuat kok sayang,pasti ava baik baik saja"Ucap bunda ryan mencoba menenangkan anaknya.

Bang el bangkit dan memandang ryan datar,ryan udah tau pasti akan dihajar habis habisan oleh bang el.

"Ceritakan"Ucap bang el datar tapi matanya terlihat sangat sayu.

Ryan mengangguk dan menceritakan semuanya,bang el hanya diam dan mendengarkan.

Sedetik kemudian...

Bugh

Bugh

Bugh

"Itu pukulan buat lo karena udah nyakitin adek tersayang gue"Ucap bang el berapi api.

Tiga pukulan bang el hadiahi buat ryan,ryan hanya pasrah dan menahan rasa sakitnya.Ketika akan memukul lagi,suara bundanya ryan terdengar.

"Udah udah,ryan udah minta maaf kok tadi,kalian kaya gini juga ngga akan menyelesaikan masalah"Bantah bunda ryan.

Bang el dan ryan kemudian duduk agak berjauhan,bang el duduk sambil menangis dan ryan duduk sambil menunduk dan memegang lututnya untuk menangis.Tubuhnya mati rasa,separuh hidupnya sedang berjuang didalam sana.

Tak lama kemudian lampu berwarna hijau,menandakan operasi sudah selesai.Mereka yang ada didepan ruang operasi bangkit dari duduknya semua,termasuk mama papa ava yang udah kembali lagi.

Dokter keluar membuat semua was was hingga dokter mengatakan....

"Maaf..."Ucap dokter sambil menunduk.

Jangan lupa vote n coment.

Ava Dan Ryan(Completed✔)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang