Part 14

6.5K 213 5
                                        

•••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••••

Paginya...

Sehabis mandi ryan bergegas ke arah dapur untuk memasak,biasanya ava yang masak.Tapi sekarang tidak lagi,mengingat ava membuat ryan meneteskan air mata lagi.

Ryan hanya bisa memasak nasi goreng untuk dirinya sendiri.Setelah makan,pagi ini ryan berencana masuk kembali ke sekolah setelah seminggu tidak masuk.

Mengendarai mobil dengan kecepatan sedang walaupun otaknya kepikiran ava,ryan juga harus menyelesaikan masalahnya dengan rose,gara gara rose..ava jadi koma.

Sesampainya disekolah,semua menatap ke arah ryan.Bagaimana tidak,ryan datang dengan rambut acak acakan dan seragam sekolah yang keluar dari celananya.Tidak biasanya ryan si pemilik sekolah berpenampilan begitu,banyak bisik bisik yang ryan dengar dari beberapa murid.Semua murid juga taunya ava sakit jadi tak dipermasalahkan,rose yang mendengar ryan kembali sekolah menjadi takut karena kejadian waktu itu,itupun rose tak sengaja melakukan karena reflek mendengar dobrakan pintu gudang.

Ryan berjalan menuju ke kelas,sekilas ia bertemu dengan rose,gadis yang ia benci.Senyum sinis ia sunggingkan dari bibir tipisnya,rose yang melihat itu menciut ditempatnya berdiri.

"Tunggu aku ditaman sekolah setelah pulang sekolah"Ucap ryan sambil berbisik ke arah rose dan melenggang pergi.

Rose diam mematung,langsung saja rose menuju ke kelasnya dengan perasaan campur aduk.

Istirahat...

"Gimana keadaan ava yan?"Tanya letta sembari duduk di samping ryan.Hal ini sebenarnya sering tetjadi sejak ava dan letta waktu itu duduk bertiga dengan ryan jadi sampai sekarang letta sering duduk sama ryan,tapi tak ada nikung nikung temen yak.

Ryan hanya diam tanpa menatap letta,pikirannya melayang entah kemana.

Letta yang bertanya tapi tak dijawabpun langsung menepuk pundak ryan.

"Woi"Ucap letta mengagetkan ryan yang sedang melamun entah memikirkan apa itu.

"Apa?"Ucap ryan datar sedatar tembok.

"Eh ng..ngga"Ucap letta nyengir sambil gelagapan karena ryan memandangnnya datar.

Ryan akhirnya pergi meninggalkan letta yang terbengong sedangkan ryan akan bertemu dengan rose untuk meminta pertanggung jawaban plus penjelasan.

Ditaman terlihat gadis cantik yang katanya cewe tercantik disekolah yaitu rose.

"Duh,gue harus jelasin apa lagi"Ucap rose bergerak gelisah dari duduknya dan sesekali menggigit kukunya karena grogi.

"Ternyata lo datang juga bitch"Ucap seseorang dari arah belakang rose.

Rose memutar tubuhnya searah jarum jam dan mematung ditempatnya.

Ryan berjalan mendekat ke arah rose sambil mengepalkan tangannya.

"Lo tau apa yang udah lo lakuin kepada ava?"Ucap ryan menundukan kepalan dengan tangan yang terkepal erat,belum lagi emosi yang akan meledak kapan saja.

"Gu..gue..gue ngga sengaja yan"Ucap rose ikut menunduk karena takut.

"AVA KOMA,DAN LO..LO YANG TELAH MENYEBABKAN AVA KOMA!"Bentak ryan menaikan suaranya.

Rose menciut tak punya nyali,tapi entah keberanian dari mana rose malah memandang ryan dengan senyum sinis.

"Wah bagus dong,jadi gue ngga ada saingan buat dapetin lo"Ucap rose dengan memandang ryan datar.

"Berarti rencana gue berhasil"Ucal rose lagi dengan senyum kemenangan.

Ryan hampir menampar rose,tapi diurungkan kembali karena ryan tak ingin menyakiti wanita.

"Mau apa lo sebenarnya?"Tanya ryan sembari menahan emosinya.

"Mau gue simple,gue mau lo cerai dari ava dan kembali padaku sayang"Ucap rose mendekat ke arah ryan,tangannya mengelus rahang ryan.

"Bagaimana lo tau gue udah nikah?"Tanya ryan memandang rose datar.

"Apa yang ga gue tau dari lo ryan"Ucap rose.

"Bagus kalo lo tau,harusnya lo sadar gue udah ada yang punya bitch dan karena lo..hubungan gue sama ava renggang"Tunjuk ryan kepada rose.

"Gue ngga bakal nyerah gitu aja yan,gue cinta sama lo,gue sayang sama lo,gue mau lo jadi milik gue,tapi kenapa lo malah pilih dia yan?kenapa??Gue udah nunggu lo diluar negeri tapi apa balasannya,gue ngga trima milik gue direbut orang lain"Ucap rose memandang wajah ryan dengan mata sayu dan air mata mengalir deras.

Ryan menghembus nafas kasar"Tapi bukan kaya gini caranya rose,BUKAN.."Ucap ryan menekan kata bukan.

"Lo malah ngebahayain orang lain yang tak bersalah rose.Lo udah mengambil separuh hidup gue yang sekarang sedang koma"Ucap ryan lirih,air matanya turun.

"Maaf"Ucap rose menunduk tanpa minat melihat ryan.Hatinya tak kuat melihat orang yang dicintai menangis untuk orang lain bukan dirinya.

"Udah,lupakan anggap gue ngga pernah ada dihidup lo"Ucap ryan menyeka air mata dan melenggsng pergi.

Rose sesenggukan ditempatnya dan pergi dari taman yang jadi kenangan terakhirnya mereka bertemu.

Ryan memilih membolos dan pergi menjenguk istrinya dirumah sakit.

Jangan lupa vote n coment.

Ava Dan Ryan(Completed✔)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang