Follow dulu Sayang!!
_Seorang Ava Elena Aozora,gadis blasteran indo-jerman yang akan dijodohkan dengan seorang Ryan Nikola Reynand yang tidak lain adalah kakak kelasnya sendiri bahkan dengan ketidak sengajaannya ryan merupakan orang yang sangat dis...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••••
Angin semilir membuat tubuh ava segar,ava sekarang berada di balkon kamarnya,memandang jalanan yang begitu ramai oleh kendaraan.Menanti ryan pulang karena ia janji akan membawakan pesanannya dan ryan seperti biasa kerja hanya setengah hari saja.
Tiba tiba pintu kamarnya terketuk oleh seseorang,avapun beranjak meninggalkan balkon kemudian menuju ke arah pintu.
Ceklek.
"Eh maaf non,itu ada orang didepan,pekerjaan saya juga sudah selesai,saya pamit pulang dulu non"Ujar mbok ijah.
"Ah iya baiklah mbok,nanti aku turun,bilangin keorangnya suruh masuk saja"Ucap ava lembut.
Mbok ijah hanya menganggukan kepalanya dan pergi dari apartnya.
Ava kemudian turun dari kamar dengan memakai dres tanpa lengan selutut,memandang seorang wanita yang duduk membelakanginya.
Mungkin kak vivi-pikir ava.
Avapun langsung menghapiri orang itu dan seketika tubuhnya terpaku.Jantungnya terasa mau loncat.
Deg
Wanita itu membalikan badanya untuk menghadap ava,kepala yang diperban,dan pipi sedikit tirus,beda saat ava melihatnya waktu itu.Banyak sekali perubahannya.
Wanita itu memandang wajah ava dengan berlinang air mata,ava memandangnya dengan tatapan sayu.Kemudian ava duduk didepannya.
Wanita itu mendekat ke arah ava sambil menangis,ava hanya bisa memeluk perutnya erat,takut kejadian waktu itu terjadi lagi.
Wanita itu terus saja mendekat ke arah ava,bahkan sekarang jarak mereka hanya berjarak sedikit saja.
Rose,ya wanita itu rose,rose datang dengan kondisi yang memprihatinkan.
Rose kemudian langsung mengambil tangan ava dan kepala rose ia tundukkan kebawah.
Ava kaget kala tangannya diambil oleh rose dan rose menangis dipunggung tangannya.
"Maaf,maafkan gue va maaf,maaf telah membuat rumah tangga lo hancur gara gara gue,maaf va maaf,beribu maaf mungkin tidak bisa mengobati rasa sakit lo kala waktu itu"Ucap rose dengan tulus sambil terisak dipunggung tangan ava.
Ava hanya mengangguk dam tersenyum bahagia sambil tangannya membelai punggung rose.
"Sudah tidak apa apa,yang lalu biarlah berlalu,mari kita temanan,lagian aku sudah bahagia walaupun banyak rintangan"Ucap ava memandang vas bunga didepannya.
Rose mendongakan kepalanya kearah ava,air matanya masih saja turun"Sungguh?lo mau maafin gue va?"Tanya rose dengan antusias.
"Aku sudah memaafka kamu dari jauh hari rose"Ujar ava.
Rose kemudian melepaskan tangan ava dan langsung memluk tubuh ava dari samping.
"Makasih va makasih"Ucap rose senang,ava juga senang pada akhirnya hidupnya akan tenang tanpa ada gangguan.
Tidak lama mereka berpelukan kemudian rose melepaskan pelukannya dan ava ijin untuk pergi ke dapur.
Dilain tempat.
Ryan sekarang sudah berada didepan apartnya,mengetikkan pasword untuk membuka pintu apartnya.
Ceklek.
Pemandangan yang ia tangkap dari matanya adalah seorang wanita yang tak lain dulu adalah mantannya,sekarang sedang duduk sambil memandang sekitar dan kepalanya diperban.
Ryan mendekat dengan emosi yang memuncak,wanita itu ya wanita itu yang membuat avanya terbaring dirumah sakit,membuat kekacauan yang menyebabkan hubungannya renggang dengan ava tapi dulu.
"Mau apa kamu kesini!Apa belum puas kamu nyakitin ava?"Ujar ryan menekankan setiap ucapannya.
"Tunggu ryan jangan salah paham dulu,gue kesini dengan maksud baik,gue cuma minta maaf kepada ava dan lo ryan karena gara gara gue hubungan kalian renggang"Ucap rose menundukkan kepalanya.
Ryan mendekat ke arah rose"Awas kalo kamu berbuat bejat lagi dengan ava"Ucap ryan sambil duduk didepan rose.
Tidak lama kemudian ava datang dengan 2gelas jus jeruk.Matanya melihat ryan sedang duduk dan menatap rose tajam.Sedangkan rose hanya menundukkan kepalanya.
"Eh udah pulang"Ucap ava mulai mendekat kearah ryan dan meletakan jus jeruk didepan ryan dan rose.
Ryan hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya,ava langsung mengambil jas ryan dan meletaknnya disamping sofa yang kosong.
"Kamu ngga kenapa napa kan va?"Ucap ryan meneliti ava dari atas sampai bawah.
Ava hanya menggeleng kemudian memandang wajah rose"Rose,ayo diminum jusnya,nanti ngga dingin lagi"Ujar ava,rose hanya mengangguk dan tersenyum kearah ava,kemudian mengambil gelas yang berisi jus dan meneguknya.
"Ah iya sampe lupa,tadi rose kesini hanya meminta maaf yan,jangan emosi kaya gitu,dia minta maafnya tulus kok"Ucap ava sembari mengelus lengan ryan.
Ryan menatap tajam ke arah rose,tapi detik berikutnya matanya melembut membuat ava yang melihatnya tersenyum lega.
"Maaf yan"Ucap rose sambil menundukan kepala.
"Sudah tidak apa apa yang terpenting sekarang kita jalani saja,dan aku mohon dengan sangat kalo kamu jangan membuat kerusuhan lagi dirumah tanggaku"Ucap ryan memohon.
"Iya gue janji ngga akan melakukan itu lagi,baiklah gue pamit dulu,makasih telah meluangkan waktunya untuk gue,dan maaf telah membuat keributan dirumah tangga kalian"Ucap rose dengan tulus kemudian pamit pulang.
Sekarang hanya ada ava dan ryan,mereka tersenyum bahagia,akhirnya mereka akan hidup tenang tanpa ada yang mengganggu.