14. Tiba-tiba

159 21 20
                                        

Keesokan paginya tidur Isabel merasa terganggu saat seseorang mengguncang-guncangkan tubuhnya dengan kencang.

"Dek bangun" Bang Devan, kakak kandung Isabel sedari tadi berusaha membangunkan adik perempuan nya yang masih saja bergelung dengan selimut.

"Apasih Bang gangguin aja" Isabel semakin menaik kan selimutnya

"Ih lo tuh cewe Dek masa jam segini masih molor aja"

"Gue ngantuk Bang" rengek Isabel

"Bangun cepetan ada yang nyariin lo tuh dibawah"

"Atau gue suruh pulang aja yaa"

"Siapa?" Dengan mata setengah terbuka Isabel bertanya

"Jonah apa Jono ya gue lupa"

"Hah Jonah?!! Seriusan Bang?" Isabel langsung terduduk saat mendengar nama Jonah

Dengan semangat Isabel langsung merapihkan kasur nya dan terburu-buru menuju ke bawah.

"Lo gaakan cuci muka dulu gitu Dek?" Tanya Bang Devan diambang pintu kamar Isabel

"Ohiyaa lupa hehe" dengan sebuah cengiran Isabel memutar kembali tubuhnya menuju toilet yang tepat berada disamping kamarnya

Selesai dengan urusan nya ditoilet buru-buru Isabel menuruni anak tangga masih dengan senyum yang mengembang dibibirnya.

Ternyata benar apa kata Bang Devan, sudah ada Jonah yang sedang duduk manis disofa ruang tamunya.

"Hey" sapa Isabel

Jonah menoleh pada Isabel dan membalas sapaan nya melalui senyuman.

Isabel ikut tersenyum seraya duduk disebrang sofa yang Jonah duduki, jarak mereka hanya dibatasi sebuah meja saja.

"Gue gak nyangka seorang Jonah mau ngunjungin rumah gue"

"Gausah berlebihan gitu deh. Gue kesini mau jemput lo"

"Jemput gue? Memang kita mau kemana?"

"Emm rahasia"

"Ish main rahasia-rahasia an"

"Pokonya lo harus wajib kudu ikut gue. Kalo engga nanti lo nyesel" ancam Jonah

"Maksa banget sih lo tapi kasih tau dulu kita mau kemana?" Isabel tetap kekeh harus mengetahui kemana tujuan mereka

"Buruan sekarang lo packing barang-barang lo"

"Packing? Maksud lo?"

"Udah buruan nurut aja, nyokap lo aja udah kasih izin"

"Ceritanya lo mau nyulik gue gitu?" Tanya Isabel tidak nyambung

"Aduh Bel mana ada sih penculik minta izin" Jonah jadi gemas sendiri

Dengan kebingungan yang kentara Isabel bangkit dari duduknya dan segera menuju kamarnya untuk bersiap sekaligus mem packing barang-barang keperluan nya.

***

Selama diperjalanan Isabel hanya terdiam menatap jendela disebelah kanan nya yang terlihat lebih menarik dari pada cowo tampan disamping kiri nya. Sebenarnya dia ingin sekali bertanya kemana tujuan Jonah akan membawa nya tapi biarlah ini menjadi sebuah kejutan untuknya nanti.

Bertepatan dengan sampainya mobil Jonah dihalaman sebuah rumah bercat putih dengan gaya minimalis yang menyejukan mata disusul 2 mobil lain yang mengapit mobil Jonah tepat berada ditengah keduanya.

Jonah turun dari mobil nya disusul Isabel dengan sebuah koper ditangan nya. Begitupula dengan penumpang mobil lain nya yang ternyata Daniel dengan Rumi serta Zach bersama Laura.

"Welcome to the jungle" sambut Jack pertama kali saat pintu terbuka menampilkan keenam orang itu

"Bego. Ini basecamp bukan hutan" Corbyn menjitak kepala cowo berambut keriting itu karena sambutan nya yang salah.

"Kebiasaan idup di hutan sih lo" sahut Zach yang mendapat pelototan dari Jack

"Hai lagi Rumi,Isabel, Laura" sapa Corbyn

"Hai" balas ketiganya serempak

"Gue bingung deh ngapain coba kita dibawa kesini?" Bisik Isabel

"Sama gue juga, tiba-tiba aja Daniel udah ada didepan rumah gue" sahut Rumi

"Apalagi gue, malah Zach sampe nyamperin ke kamar gue coba" timpal Laura

"Gausah diskusi disitu, sini duduk" ajak Jonah

"Kalian pasti bingung yaaaaa" ucap Daniel

"Iyalah siapa yang gak bingung pagi-pagi udah dijemput terus disuruh packing segala" rutuk Isabel

"Mohon maap sekarang jam berapa ya?" Jonah bertanya

"Jam 11.45" jawab Jack

"Dan gue kerumah lo tuh empat puluh menit yang lalu artinya itu udah jam 11 siang, dan lo bilang itu masih pagi?" Jonah menjelaskan

"Oh udah siang ya" dengan polosnya Isabel bicara seperti itu

"Kok gue jadi gemes yaa" ucap Corbyn dengan gerakan kepalan tangan disamping pipi

"Gue emang gemesin Byn" sahut Zach dengan wajah yang dibuat imut

"Idih najis banget" Corbyn mendorong wajah Zach

"Byntot kasar ih" rengek Zach

"Jangan gitu Byn sama pacar gue" ucap Laura spontan

"Eh maksud gue sama Zach" buru-buru Laura meralat ucapan nya tadi

"Aduh muka ganteng gue ternodai dengan tangan busuk Byntot"

"Ra tolong bersihin dong" Zach langsung berpindah posisi disamping Laura.

"Manja banget sih lo bocah" sewot Jack dengan melempar tisu ke wajah Zach.

"Kamu gausah cemburu gitu Jack, sekarang aku mau pedekate dulu sama Laura" otak Zach memang sudah tidak waras

Ternyata ucapan spontan Zach berpengaruh pada Laura apalagi saat dia menyebut "mau pedekate" yang jelas membuatnya tersenyum.

"Itu temen lo Dan?" Tanya Corbyn dengan raut wajah aneh melihat tingkah Zach.

"Perasaan gue gapunya temen kaya dia deh, mungkin itu temen lo Byn" jawab Daniel

"Temen si Jonah kali tuh" tambah Corbyn

"Sayang nya iyaa sih dia temen gue" memang Jonah yang paling mengerti diantara yang lain nya karena dia jarang sekali ikut membuli si bontot di band.

"Uhhh love yu papa Jonah"

"Udah sana gausah peluk-peluk jijik gue" Jonah berusaha menghindar dari pelukan Zach.

Sedangkan ketiga gadis itu hanya tertawa dengan tingkah aneh idolanya itu. Ternyata begini kelakuan absurd mereka dibalik wajah tampan nya.

***

Maap kalo garing wkwk masih amatiran sih nulisnya. Semoga suka sama ceritanyaaa

Dreams Come TrueCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang