Suara riuh sorakan penonton mengakhiri konser mereka dengan meriah. Begitu pula dengan para fans yang menonton konser itu merasa puas dengan penampilan kelima pemuda yang tampil memukau malam ini tidak sia-sia mereka menyisihkan waktu,uang dan tenaga untuk datang ke konser ini.
Begitu pula dengan orang-orang yang berada dibelakang panggung yang merasa puas dan bangga melihat konser kali ini sesukses biasanya.
"Good job boys" ujar Milo saat kelima pemuda tersebut baru saja tiba
Dengan perasaan lega karena mendapat pujian dari sang manager kelimanya langsung mencari tempat ternyaman untuk merileks kan tubuh mereka yang lelah. Merasa mendapat jalan Zach dengan sengaja menjatuhkan tubuhnya tepat diatas Laura.
"Anjir. Lo mau bikin gue mati Zach. Turun elah badan lo berat kek karung beras" Laura berusaha mendorong Zach untuk menjauh dari tubuh nya.
"Jangan mati dong nanti gue kesepian lagi" bukan nya bangun Zach malah mencoba menggoda Laura
"Ya makanya lo bangun kalo gamau gue mati"
Karena tidak tega Zach bangkit dari tubuh Laura hingga Laura bisa bernapas dengan lega.
Rumi yang berada disudut ruangan begitu asik dengan ponsel nya tanpa menyadari jika kelima pemuda itu telah berada disini. Tapi kemudian dia melihat ponsel nya melayang akibat tarikan Daniel. Seketika Rumi melototkan matanya karena game yang dia mainkan sebentar lagi akan menang.
"Lo! Balikin gak hp gue" Rumi berusaha menggapai ponselnya yang sengaja Daniel jauhkan
"Maapin gue dulu tapi" ucap Daniel sedikit merengek
"Kagak. Gue masih kesel sama lo"
"Rum. Rumi maapin gue dong" Daniel mencolek bahu Rumi
Berusaha menghiraukan rengekan Daniel, Rumi memilih pergi meninggalkan pemuda itu bersama ponsel nya.
Dengan wajah cemberut Rumi duduk diantara Jonah dan Isabel yang membuat Isabel mendengus kesal karena gadis itu sudah menjadi pembatas antara dirinya dan Jonah.
"Kusut amat neng itu muka" timpal Isabel
"Daniel lagi?" Kini giliran Jonah yang bertanya
"Ya abis siapa lagi" jawab Rumi malas
Tidak diherankan lagi jika melihat Rumi dengan wajah cemberutnya pasti akibat kelakuan usil Daniel. Sepertinya hubungan keduanya belum membaik jika mengingat terakhir kali mereka pergi berdua berakhir tidak baik. Semua orang sudah tau apa yang terjadi diantara mereka sampai Milo pun ikut turun tangan menangani mereka tapi tetap saja itu tidak membuah kan hasil.
"Udah maapin aja tuh si Kudaniel. Apa susah nya sih" Jonah jadi gemas sendiri
"Gak segampang itu Jon" timpal Rumi
"Yaudah terserah lo aja" Isabel juga tidak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya itu
Milo datang dengan membawa santapan makan malam mereka yang langsung disambut gembira terutama Rumi yang sedang kesal dan membuatnya jadi lapar. Mereka memilih makanan sesuai selera mereka masing-masing, Laura dan Zach memilih untuk mengambil pasta yang tidak terlalu pedas karena Laura tidak menyukai pedas, sedangkan Jonah dan Isabel memilih burger yang merupakan makanan favorit Isabel, berbeda dengan Rumi yang memilih 2 porsi yakni pasta dan burger sekaligus Corbyn yang notabenenya hobi makan menggelengkan kepala tidak percaya jika Rumi yang memiliki tubuh kecil seperti itu bisa menghabiskan 2 porsi makanan.
"Rakus banget sih lo kaya yang belum makan seminggu aja" cibir Jack sambil menyentil dahi Rumi
"Seterah gue dong" timpal Rumi sambil mengelus dahinya
KAMU SEDANG MEMBACA
Dreams Come True
FanfictionBagaimana jadinya jika seorang artis seperti Why Don't We jatuh cinta pada seorang fans? Berawal dari rencana mereka untuk mengenal lebih dekat dengan fans hingga menjadi sebuah kisah perjalanan tour yang menyenangkan. "Aneh. Kenapa rasanya gue gama...
