💐24💐

262 30 4
                                        

"Mari kita akhiri hubungan ini" ucapnya.

"Ye?!" Seulgi menatap kekasihnya itu tak percaya.

"Miane" ucap pria itu tak berani menatap Seulgi.

"Apa? Aku tak salah dengar bukan? Mengakhiri hubungan ini? YA!! KAU GILA?!!"

"Miane" ucap Hoony yang masih tak berani menatap wanita didepannya itu.

"Ya! Jelaskan mengapa kau mengatakan itu. Apa kau sudah bosan denganku?" tanya Seulgi sembari menatap Hoony dengan mata berkaca-kaca.

"Apa kau sudah menemukan penganti diriku? Apa kau sudah berpaling ke yang lain? Dan kau apa sudah tak mencintaiku lagi?" tanya Seulgi lagi. Hoony tak bisa menjawab semua pertanyaan Seulgi dan tak tau harus menjawab apa.

"Kenapa kau hanya diam saja heh?! Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku?! Apa semua yang aku katakan itu benar? JAWAB AKU SEUNGHOON'si!!" Seulgi benar-benar sudah hilang kendali dan tak bisa menahan amarahnya. Wanita itu bejongkok dan menangis.

      Hoony memilih diam dan tak bergerak sedikitpun. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Pria itu tak bisa lagi menahan air matanya yang sejak tadi ia tahan. Hoony berusaha menghapus air matanya dan berhenti menangis.

"Kenapa kau memutuskanku? Apa salahku? Apa yang membutmu bisa setega ini dengaku? Apa aku pernah melakukan kesalahan?" Seulgi memberikan beberpa pertanyaan masih dengan kondisi menangis. Pria yang berada didepannya itu hanya diam dengan posisi wajahnya ditutupi dengan kedua telapak tangannya.

     Seulgi mendongkan kepalanya menghadap wajah Hoony.

"Lagi-lagi kau hanya diam tak menjawab. Apa sulit untuk menjawab pertanyaan itu? Atau kau tak bisa menjawab karena semua yang aku katakan itu benar?" tanya Seulgi.

"Kalau memang semua ini benar? Siapa wanita yang sudah merebut kekasih orang? Bomi sunbe? Apa wanita itu?" tebak Seulgi seraya berdiri dan menatap tajam pria yang berada didepannya itu. Hoony yang mendengar itu lalu menatap tajam Seulgi tak percaya.

"Kenapa kau menatap ku seperti itu? Berati benar bahwa dia dibalik semua ini. Aku tidak salah tebak bukan?"

"Jangan bawa-bawa orang lain apalagi sunbe, dia tak ada kaitanya dengan kita" kata Hoony untuk pertama kalinya setelah ia sejak dari tadi diam.

"Hah, setelah ku menyeret dia akhirnya kau mau membuka mulutmu. Apa sepenting dan sesayang itu hingga kau tak ingin wanita itu dibawa-bawa?!"

"Seulgi!" bentak Hoony.

"Wow aku terkejut, kau baru saja meneriakiku karena wanita itu. Daebak" ucap Seulgi seraya bertepuk tangan.

"Gi"

"Apa? Apa aku salah bicara? Kenapa kau tak berteriak lagi? Bela saja terus wanita itu!"

"Kang Seulgi'si" ucap Hoony seraya memeluk tubuh wanita itu. Seulgi terkejut dengan tindakan Hoony  dan mencoba melepaskan pelukan pria itu. Dengan cepat Hoony menahan agar Seulgi tetap diam.

"Maaf karena sudah membutmu menangis selama ini. Maaf telah membutmu selalu merasakan sakit hati selam ini. Maaf juga karena telah membuatmu tak bisa bebas berbuat semaumu karena selama ini aku selalu melarangmu. Maaf juga aku tak bisa menjagamu untuk selamanya. Maaf untuk semua yang telah aku lakukan kepadamu selama ini". Seulgi menangis tanpa henti setiap mendengarkan setiap kalimat yang Hoony lontarkan. Ia mempererat pelukannya.

"Maaf tak bisa menjadi seperti yang kau mau. Maaf aku tak bisa menepati semua janji yang pernah kuucapkan. Maaf kita harus mengakhiri hubungan ini. Maaf" sambunya lagi yang membuat Seulgi semakin menangis dan mempererat pelukannya.

WE / Seulhoon (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang