Sasa berada di perpustakaan dengan telinga yang disumpalkan dengan earphone sambil mendengar lagu 'Stay in my Life - NCT'.
Di saat sasa sedang mencari buku tak sengaja matanya menangkap kedua insan sedang belajar sambil tersenyum merekah di wajah mereka, Brandon dan Sherina.
Perasaan sasa sangat aneh, "nih gw kenapa coba?" gumam Sasa dan saat dia berbalik tak sengaja sasa menubruk seseorang yakni adalah Nadhif.
"Eh sorry gak sengaja" ucap Sasa membuat brandon dan Sherina berhenti berbicara, terali dengan sasa dan Nadhif.
"Santai sa. Eh, sa entar pulang sekolah anterin gw ke toko buku yuk,Mau gak?" ujar Nadhif dan sasa mengangguk.
"Yaudah gw duluan ya, ini gw udah nemu bukunya" ucap nadhif tersenyum pada sasa lalu mengacak-acak rambut sasa pelan.
"Kan jadi berantakan" kesal sasa kepada brandon.
Di kejauhan ada yang melihat dengan wajahnya merah padam. "Dhif, ke kelas bareng aja gw juga udah nemu kok" ujar sasa, baru saja sasa dan nadhif ingin pergi meninggalkan perpus tetapi sebuah tangan mencekal pergelangan tangan sasa.
Sasa berhenti dan menoleh ke arah orang itu, "lepas gak?" perintah sasa pelan tapi tajam, nadhif hanya diam. Cowok yang mencekalnya mengode nadhif untuk pergi untung saja nadhif peka.
"Eh sa, gw duluan ya selesain dulu masalahnya entar gw izinin guru kalo misalkan udah masuk" ujar Nadhif kepada sasa lalu tersenyum.
Nadhif sudah pergi, "udah pacarannya?" tanya brandon dengan sinis dan sasa pun menoleh ke arah brandon.
"Paansih, orang gw sama nadhif gak pacaran. Napa iri lu?" sasa menatap brandon lekat begitu juga brandon manik mata mereka saling bertemu.
"Dih ngapain juga gw iri sama lu? Kurang kerjaan" brandon tak kalah sewot.
Sasa mencoba melepaskan cekalannya dari tangan brandon, "kok susah sih?" sasa mencoba memberontak sedari tadi sasa fokus dengan tangannya.
Brandon tertawa melihat tingkah sasa, "buset ini tangan apa baja dah. Keras banget anying" gumam sasa pelan membuat brandon diam-diam tersenyum.
"Brandon kamu ngapain bareng dia?" kata seorang cewek dengan nada kesal yaitu Sherina.
Sherina langsung menghampiri sasa dan brandon, lalu sherina mendorong sasa tetapi dengan cepat brandon menarik sasa karna tangan sasa masih ia cekal. Sasa menabrak dada brandon langsung mundur.
"Lu bisa gak sih gausah main kasar?!" branbon masang muka marah gitu.
"Kok kamu belain dia sih?! Udah jelas tadi dia tadi megang tangan kamu"
"Paansih lu?! Kalo lu kayak gini caranya keliatan banget tau gak murahannya"
"Aish, ini semua gara-gara lu tau gak sa!!" sherina marah.
"Lah kok gw sih?! Tau aja kag--"
Plakk
Pipi sasa memerah karna ditampar sherina, sasa dengan sekuat tenaga melepaskan tangannya dengan brandon dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Sasa merasa dipermalukan, brandon menatap punggung sasa yang mulai menjauh merasa kasian dan hatinya marah pada sherina. "Gausah deket-deket sama gw lagi sher, gw muak sama lu" Brandon meninggalkan sherina yang mematung disitu.
Disisi lain, sasa menuju UKS. Pipinya terasa perih ia pun datang ke UKS, "kak Agam" panggil Sasa mencoba menahan tangis.
"Lah sa! Lo kenapa?" tanya Nadhif dengan plaster di pelipis kirinya, Sasa langsung memeluk nadhif dan menangis.
Nadhif melepaskan pelukan sasa dan memegang kedua pipi sasa tak sengaja melihat pipi kiri sasa yang bengkak "siapa yang ngelakuin kayak gini?" tanya nadhif dengan nada yang sedikit naik.
Sasa menggeleng, "bilang sama gw sa, lu itu temen gw yang udah gw anggap kayak adek gw sendiri" ujar nadhif lembut.
"Tapi jangan diapa-apain ya, janji" ujar sasa. Nadhif hanya mengangguk.
"Sherina, dia salah paham. Padahal gw gak megang tangan brandon" ujar sasa pelan.
"Yaudah diem, gw ambil es dulu" setelah mengambil es nadhif menempelkan di pipi sasa.
Di luar UKS seseorang menatap 2 insan itu dengan wajah tak suka, yaitu Brandon. Apa ia cemburu? Apa ia menyukai sasa?
Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
RAVEGAR
Teen Fiction[On Going] 6 Perempuan dengan keseharian yang somvlak mulai dari Sabang sampai Merauke, maap salah maksudnya Dari rumah ke sekolah atau dimana pun mereka auto pipi kram Selamat membaca jangan lupa vote ya! (auto kek mamang gojek)