24 : Suatu Peperangan (3)

73 4 0
                                    

Cinta sedang mengeluarkan sumpah serampahnya, dalam hatinya ia sedang mengutuk Revan agar cepat-cepar mendapatkan karma.

Brandon mencolek pundak Sasa, "Pak Dery tolong pak ada yang colek-colek saya" adu Sasa kepada Pak Dery.

Pak Dery menoleh lalu melihat Brandon, mata Pak Dery seolah-olah mengatakan "jangan diganggu" sambil tersenyum.

Brandon pun diam, "pantesan mirip anjing, orang nurut gitu" gumam Sasa, telinga Brandon sangat tajam.

"sabar don, orang sabar disayang tuhan. Untung cewek, coba kalo cowok gw cekek dari tadi" batin Brandon, ia mengusap-usap dadanya.

"Oke kalian kerjakan halaman 45, kerjakan nomor 1 sampai 3 aja karna ini masih materi awal jadi kasih soalnya dikit aja biar paham dulu" Jelas Pak Dery.

Banyak yang murid cowok suka Pak Dery bukan homo ya. Tapi kalo ngejelasin cepet banget paham, baik, lembut, nggak bisa marah, bahkan soal yang paling banyak tuh sekitar cuman 7 doang.

"Kalo ada yang nggak paham bisa tanya Kakak Kelas kalian atau ke bapak aja" lanjut Pak Dery.

***

Kelas XI IPA 1

Kelas yang ditempati oleh Velya, Alexa dan Ladyra. Mereka sedang memperhatikan Bu Siska mengajarkan tentang Ekonomi.

"Sudah ibu jelaskan, sekarang kerjakan halaman 43 nomor 1 sampai 5" ujar Bu Siska.

"Assalamualaikum" kata 4 orang itu, semuanya menoleh ke arah pintu.

"hah? Bukannya 3 ya kok jadi 4 sih?!" runtuk Alexa karena ada Alvaro, Gathan, Gerald dan Zyan.

"Bu, saya mau ngasih buku absen. Ini bu, kalau begitu saya permisi bu" ucap Gerald sambil memberi Map berwarna biru itu.

"Baik, terima kasih gerald" balas Bu Siska.

Saat Gerald ingin keluar kelas, ia tersenyum pada Velya. Sedangkan Velya? Ia hanya bisa memutar bola matanya malas, toh Velya lebih memilih pelajaran daripada laki-laki.

Alvaro duduk dikursi paling brlakang dan diikuti dengan Gathan, Zyan duduk di sebrang meja Alvaro dan Gathan. Di depan alvaro ada Alexa dan Velya.

"Eh, nyuk ini dibagi sama yang ini kagak?" tanya Alexa pada Velya yang serius mengerjakan soal.

"Bukan dibagi anjir, ini mah dikali silang. Mana ada yang dibagi, ini soal semua di kali" Jawab Velya dengan kesal.

Alexa menghembuskan nafas kasar, "Yaudah sih, santai kali jawabnya. Lagian stres gw ama ni pelajaran segala ada hitung-hitungan kedudukan" keluh Alexa.

Alexa fokus mengerjakan, "anjiiiing, ngapa sih ini soal ribet banget. Nyusahin tau gak?!" batin Alexa sambil meruntuki soal di depannya.

Sreek

Suara kursi yang sedang bergeser, "Sini mana yang nggak bisa gw bantuin!" seru Alvaro yang sedang memperhatikan Alexa.

"Nggak usah sok baik" ketus Alexa menatap sinis Alvaro.

"Bukan sok baik tapi ini udah kewajiban gw buat jadi tutor di kelas kalian" balas Alvaro dingin.

"Yaudah, nih bantuin gw semuanya" kata Alexa sambil menyondorkan bukunya.

Velya mendelikkan matanya ke arah Alexa, pikirnya Alvaro menyukai Alexa.

RAVEGARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang