19 : Geram

55 5 6
                                    

Pelajaran mulai berlangsung dipagi hari, berada di kelas 12 IPA 1 kelas SMADAV yang lengkap anggotanya, "baik anak-anak mohon perhatiannya" Ucap Pak Dedi kepada murid-murid yang dari tadi rusuh di kelas.

"Ayo nak, silahkan perkenalkan diri kamu" ujar Pak Dedi kepada murid perempuan itu langsung masuk.

"Perkenalkan nama saya Alana Daveline panggil aja Ana atau Alana, saya pindahan dari Amerika. Salken" ujar Alana sambil tersenyum lalu ia melihat orang yang duduk di pojok belakang. Alvaro.

"Sudah ada yang mau ditanyakan?" tanya pak Dedi tapi tak ada satu oun yang menyahut, "yasudah, Alana silahkan kamu duduk di sebelah Rena ya, dan rena silahkan angkat tangan"

"Bangsat" umpat Alvaro pelan dan tangannya sudah mengepal dengan geram.

"Oke kita mulai pelajarannya, buka bukunya halaman 78" pelajaran Biologi pun dimulai.

Jam istirahat

"Eh, lu pada mau ke kantin?" tanya Tasya pada yang lain, yang lain mengangguk kecuali sasa.

"Ngapa lu kagak ngikut? Tumben, biasanya kalo makan semangat" celetuk Velya pada Sasa.

"Engga ah, gw di kelas aja tidur. Ngantuk banget" ujar Sasa yang lain ber'O'ria.

"Yaudah kita duluan ya" semuanya ke kantin dan Sasa pun tidur.

Kantin

Ravegar sedang menyantap bakso dengan tenang tidak ada yang berisik atau minta-minta dari suara cempreng Sasa. "Aman sudah meja kita, kenapa gak dari dulu aja" celetuk Cinta sambil asik memakan mie ayamnya.

Pletak

Ladyra menjitak pelan kepala Cinta tapi menurut Cinta itu sakit "Lu kalo gaada dia juga kalo misalkan bokek mah dibayarin" desis Ladyra, Cinta hanya meringis.

"Guys kok perut gw sakit ya" ucap Alexa tiba-tiba, "gw ke toilet dulu ya!" Alexa baru saja bangkit.

"Al, lu bocor" sahut Velya pelan kepada Alexa, Alexa membulatkan matanya kaget.

"Duh gimana dong? Gw gak bawa. Lu pada bawa gak?" tanya Alexa mereka hanya menggeleng.

"Minta si sasa noh ke kelas, dia bawa kayaknya. Nih pake jaket gw buat nutupin rok lu" ujar Tasya lalu melempar Jaket kepada Alexa.

Alexa pun pergi meninggalkan kantin tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Tasya, di kelas Sasa banyak anak laki-laki kelasannya dan kelas sasa. Alexa melihat sosok sasa yang sedang tidur di meja belakang.

"Sa, bangun sa" sasa pun bangun lalu mengucek-ngucek matanya, "napa sih al?" tanya sasa yang sudah mengumpulkan nyawa.

"Bawa roti Jepang gak?" tanya Alexa, jika ia bilang 'softex' pastinya malu karena ada murid laki-laki di sini.

"Hah apaan? Roti Jepang? Dorayaki? Gak bawa dorayaki gw" jawab Sasa bingung kepada Alexa.

"Maksudnya itu softex sa" bisik Alexa.

"Hah apa gak denger?"

"Softex sa softex, bawa nggak?"

"Lu ngomong apa sih gak denger ih" Alexa semakin geram kepada Sasa.

"Belom gw sleding aja nih anak" gumam Alexa kesal.

"Lu mau sleding gw? Kan gw gak salah apa-apa" tanpa aba-aba Alexa mengambil tas Sasa lalu membuka tasnya dan mengambil Softex di tas bagian depan.

"Nih gw minta ini, dah ya makasih" Alexa pun minggat buru-buru ke toilet.

Skip

Skip

RAVEGARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang