28 : Gak semudah itu

32 4 2
                                    

Masih dihari yang sama, Pulsek

Ravegar berada di Cafe yang cukup terkenal di jalan Boulevar ini, mereka sekarang sedang bersenang-senang disini. Makan sambil cerita itu sudah menjadi kebiasaan.

"Eh itu Jacob bukan sih?" Tanya Cinta sambil menunjuk ke arah kursi yang tak jauh dari meja Ravegar.

"Iya, kasian sendiri ajak aja kali" tutur Tasya dan disetujui yang lain. "Jacob sini!" Ajak Tasya dan si pemilik nama menoleh.

"Eh Tasya kenapa?" Tanya Jacob.

"Sini gabung aja daripada sendiri" jelas Tasya dan Jacob sedang berfikir.

"Emangnya gapapa?" Tanya Jacob dan  Tasya hanya mengangguk.

Jacob akhirnya bergabung dan mulai mendengarkan cerita-cerita tak jelas yang dilontarkan oleh Ravegar itu. Sasa baru saja datang.

Ia duduk di depan Jacob yang duduk disebelah Tasya, Sasa langsung makan makanan yang ada di depannya itu, yang dipesan oleh temannya.

Tak sengaja matanya bertemu Jacob, "Kenapa?" Tanya Sasa dengan tatapan yang datar.

"Nggak kok" jawabnya sedikit gugup.

"Kayaknya gw pernah liat lu deh?" Tanya Sasa.

"Sa, dia temen sekelas kita. Jangan bilang lu gatau, lu harusnya perhatiin lingkungan sekitar lu" jelas Tasya.

"Gw juga tau Jacob temen sekelas gw, tapi kayak pernah di tempat yang lain gitu" celetuk Sasa dan melihat Jacob dengan tatapan intens.

"Gw nggak pernah ketemu lu, gw juga nggak pernah mau jalan-jalan keluar. Males buang-buang duit" balas Jacob.

Mereka hanya menganggukan kepalanya kecuali Sasa, tapi firasatnya sedikit beda.

Setelah selesai makan Sasa bangkit dari kursinya, "Gw duluan ya, gw agak ngantuk nih" kata Sasa.

"Dih cepet banget lu balik, nggak mau nambah? Bisanya juga nambah lu" celetuk Velya sambil menghabiskan sisa minumnya.

"Elah namanya ngantuk, yaudah ya gw balik dulu" Sasa pun meninggalkan Cafe tersebut lalu masuk ke dalam mobilnya dan menuju rumah.

Masih di Cafe, "Gw duluan ya, gw ada urusan. Bye" pamit Jacob kepada Ravegar lalu Meninggalkan Cafe itu.

Sasa bukan kembali tapi ia mengikuti Jacob pergi, saat ia mengikuti Jacob tak terjadi apa-apa malahan ia kembali ke rumah milik Jacob. Tapi feeling Sasa itu adalah Jacob.

"Ah cuman perasaan doang, dahlah gw balik" gumam Sasa lalu meninggalkan tempat itu.











"Lu bodoh banget Vannesha"

•••

Jina yang sedari tadi merasa resah menatap ponselnya, "Gw chat nggak ya? Duh tapi takut di block" gumam Jina yang ingin chat dengan Gerald.

Tapi keputusan Jina, dia akan chat velya tapi sebelumnya ia meminta pada teman sekelasnya yang dekat dengan Velya yaitu Vira.

Kak Velya

P|
Gw mw ngmng sm l|
Read

Velya lumayan fast respon, "Cepet juga ni orang" gumam Jina dengan tatapan sinis.

|ini sp?

RAVEGARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang