Kamis.Kelas sangat berisik bahkan terdengar hingga luar kelas. Sekolah memberi jamkos karena guru akan rapat hari ini bersama anak osis, "Berisik banget sih!" gerutu Aldric yang sedari tadi membaca buku.
"Ya elah gitu doang marah lo" cibir Farrel sambil merangkul Aldric.
"Bacot" balas Aldric sambil menepis rangkulan Farrel, yang ditepis mendelik tajam pada Aldric.
Sedangkan Cinta sedang memperhatikan Aldric, Tasya yang melihat arah mata Cinta merasa jijik. "Apa sih lo, bucin banget najis" sindir Tasya membuat Cinta berhenti menoleh pada Tasya.
"Sirik aja lo"
Tasya hanya menghembuskan nafasnya kasar, "Mau ngantin nggak lo? Gue laper nih" ajak Tasya dengan wajahnya yang flat.
"Engga deh, gue di kelas aja" tolak Cinta lalu kembali menatap Aldric sang pujaan hati.
"Cih, udah tau bakal ditolak masih aja suka" gumam Tasya dengan kesal.
•••
"LO PADA BISA DIEM NGGAK SIH. BACOT BANGET DARITADI" bentak Ladyra yang sudah kesal karena sedari tadi kelas berisik.
"Yaudah sih santai aja napa" cibir Martin yang asik bermain game di ponselnya itu.
Suara Ladyra yang melengking tadi membuat kelas menjadi sunyi dan ada juga yang mengomel karena kaget.
Velya yang di sebelah Alexa pun mengusap telinga mereka yang merah akibat Ladyra, "Duh lo kalo teriak pelan kek!" omel Velya.
"Gaada ya vel teriak pelan, ck bego amat sih" kesal Alexa dan meralat omongan Velya.
Velya menghembuskan nafasnya kasar dan ia juga meruntuki dirinya karena salah bicara, terkadang dirinya juga salah penyebutan dalam bicara atau mungkin bahasanya lidah kepeleset.
"serah" final Velya.
•••
Hana sedang duduk di pojok kantin, Tasya yang melihat Hana langsung menghampirinya. "gue gabung disini ya?" kata Tasya padahal ia sudah duduk duluan sebelum Hana mengizinkan.
Hana hanya mengangguk saja lalu fokus dengan ponselnya, "Hai Kak Tasya, gue boleh gabung nggak?" itu suara Jina yang tiba-tiba saja menghampiri mereka berdua.
Tasya hanya memutar bola matanya malas lalu bergeser untuk memberi tempat pada Jina, "ganggu banget sih" gumam Tasya pelan tapi masih terdengar dengan Hana begitu juga Jina.
"Oh, Hai Hana, sorry gue tadi nggak liat lo" kata Jina sambil tersenyum remeh, Hana hanya menatap Jina sekilas lalu memainkan ponselnya.
Hana sangat tidak sopan di mata Jina, Tasya tidak peduli yang penting ia kenyang. Jina geram dengan Hana kali ini.
"Hana, gue mau nanya" celetuk Jina sambil menatap Hana dengan tatapan yang sangat meremehkan.
"Tanya? Kamu mau tanya apa?" Jina dibuat geram dengan drama Hana ini, tapi mau nggak mau harus mengikuti alur permainannya.
"Lo tau kan Kak Gerald?" Hana menganggukkan kepalanya, Tasya terbawa alur kedua adik kelasnya ini, Tasya merasakan ada aura negatif dari keduanya.
"Dia punya gue, lo gausah gatel jadi cewek. Cuman ngasih tau aja sih" Tasya dengan cepat mencegah Jina.
"Mending lo balik ke kelas jangan bikin keributan" Tasya menarik tangan Jina agar berdiri tapi ditepis oleh Jina sendiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAVEGAR
Підліткова література[On Going] 6 Perempuan dengan keseharian yang somvlak mulai dari Sabang sampai Merauke, maap salah maksudnya Dari rumah ke sekolah atau dimana pun mereka auto pipi kram Selamat membaca jangan lupa vote ya! (auto kek mamang gojek)