17: Mencari Rumah Ravegar

51 4 2
                                    

SMADAV mencari keberadaan Ravegar yang 3 hari yang lalu tidak masuk sekolah dan sekarang mereka juga tak sekolah "Huhu, aku rindu Tasya" ucap Regan dengan nada yang menurut yang lain menjijikan.

"Najis lu, van kembaran lu noh" Ucap Brandon dengan jijik.

Revan langsung menggeleng cepat, "Sorry gw gak punya kembaran sama sekali" celetuk Revan. Regan menoyor kepala Revan.

"Gila ya tuh enam cewek cabut sekolah lama amat" kata gerald dengan bingung.

"Kangen ya lu pada ama mereka" sindir Gathan dengan smirk di wajahnya yang terlihat begitu menyebalkan.

"Ngapain sih, mikirin mereka?! Kuy cabut ke kelas" ajak Alvaro dengan wajahnya yang datar, sedatar-datarnya.

Skip (pulsek)

Keberadaan Ravegar, "duh anjir enak banget libur mulu. Ga ada yang ganggu" ucap Sasa sambil tiduran disofa dengan tidak bisa diam mengubah posisi tubuhnya.

Yang lain sedang ada di mini bar yaitu, Velya, Ladyra, Alexa dan Tasya. Intinya tim waras berada disitu, mereka sedang menikmati minuman. Sasa langsung menghampiri mereka berempat, Cinta? Dia tidur dikamar. Sasa membuka lemari makanan "Lah anjir, kosong!" Pekik sasa, Ladyra langsung melempar sendok plastik ke kepala sasa.

"Berisik lu"

Sasa langsung menatap berempat sambil tersenyum kode, "Eh guys, gw ke toilet ya tiba-tiba sakit perut nih" ucap Ladyra langsung pergi.

"Velya, temenin gw beresin kasur yuk! Berantakan soalnya dari kemaren" ajak Tasya langsung menarik Velya.

Bangsul kalian semua batin Alexa kesal.

"Gc lah ayok" terpaksa Alexa harus mengantar Sasa membeli Cemilan untuknya dan semua.

Alexa menyetir mobil sedangkan Sasa? Dia hanya ngedumel sambil menatap Ponselnya, "Apa-apaan ini, Taeyong ngedance bareng seulgi!" dumel Sasa kesal.

"Berisik lu, kalo ngedumel dalem hati aja napa" sentak Alexa, sasa pun diam dan melanjutkan kegiatannya melihat ponsel.

At City Walk

Sasa langsung mengambil troli dan mengambil beberapa cemilan mulai dari yang manis hingga Asin dan bahan-bahan masak, "udah xa, gw bayar dulu. Lu tunggu ae di luar" ujar Sasa, dan Alexa mengangguk.

Di luar, Alexa memainkan ponselnya dan membuka grup Line.

Bacot kau
(6)

Velya : Alexa, gw ama yang lain nitip Starbucks

Alexa : duitnya tapi ganti

Ladyra : iya dah

Tasya : Ladyra (Americano Coffe), Velya (Duo cocoa mocha), Tasya (Vanilla Latte). Cinta gak mesen, molor dia!

Alexa : y

"alexa, nih udah kuy balik" ucap Sasa sambil membawa kantong plastik besar.

"Bawa ke mobil dulu baru habis itu anterin gw ke starbucks, pada nitip soalnya" ujar Alexa.

Setelah menyimpan barang ke mobil, mereka balik lagi ke Starbucks yang letaknya sebelah dengan Toko belanja tadi, setelah memesan, Sasa dan Alexa duduk sambil menunggu.

Suara para laki-laki sambil bercerita, "Lah iya kemaren si Gerald kepeleset di depan toilet cewek, anjir" suara itu milik Gathan sambil tertawa.

"Bangsat lu, bukannya bantuin" Celetuk Gerald sambil menjitak kepala Gathan, Gathan hanya meringis kesakitan.

"Gw pernah nyidukin Alvaro lagi ngeliatin Alexa anak Ravegar" ucap Brandon dan di hadiahin tonjokan di tangan kiri Brandon dari Alvaro.

"Suka lu ya ama Alexa" Alvaro menatap tajam semuanya, lalu memalingkan wajahnya ke kiri dan tak sengaja ia melihat Sosok perempuan yang selama 3 Hari ini tidak masuk sekolah yaitu Alexa dan Sasa.

Yang lain sedang sibuk ngobrol, Alvaro masih tetap menatap 2 perempuan itu sedari tadi, "Al, lu liatin siapa sih?" tanya Brandon lalu mengikuti arah mata Alvaro dan Brandon terkejut.

"Xa, balik yuk! Tuh pesenan kita" ucap Sasa, mereka pun bangkit dari duduknya.

"Ikutin anjir, mereka dari kemaren kemana!" bisik Brandon kepada Alvaro.

Alvaro langsung berdiri dan pergi meninggalkan mereka berlima, "si Alvaro mau kemana?" tanya Revan kepada Brandon.

"Ngejar 2 anak Ravegar" jawab Brandon santai.

Regan langsung menyemburkan kopinya ke wajah Gathan, "Anjir Basah kan gw, jorok banget sih lu!" Kesal Gathan sambil mengelap wajahnya dengan tisu, Regan tak peduli ia hanya terkejut.

"Siapa aja?" tanya Gerald semakin penasaran.

"Sasa sama Alexa" jawab Brandon sambil meminum kopinya yang masih panas. "Eh eh anjir panas panas" keluh brandon, tangannya mengipas-ngipas mulutnya.

"Lagian lu bukannya di tiup dulu" sahut Revan dengan nada malas.

Disisi lain

Alvaro mengikuti mobil yang dipakai oleh Sasa dan Alexa, akhirnya mereka sampai disebuah Perumahan yang cukup terkenal di kalangan daerah ini.

Ini bukannya perumahan Alana ya? Batin Alvaro sambil fokus pada jalannya.

Alvaro berhenti, Mobil Sasa dan Alexa masuk ke dalam garasi. "Oke gw tau sekarang markas mereka dimana" gumam Alvaro di dalam mobil sambil tersenyum miring.

TBC




RAVEGARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang